Viral, Saudara Kembar Ini Sadari Hamil Di Saat Yang Sama Dan Hpl Di Waktu Yang Juga Bersamaan

May 17, 2026 01:40 PM - 4 jam yang lalu 201

Jakarta -

Bunda, pernah membayangkan mengandung bareng kerabat sendiri? Itulah yang dialami sepasang kerabat kembar asal Amerika Serikat ini. Kisah mereka mendadak viral di media sosial lantaran keduanya mengetahui berita kehamilan di hari yang nyaris sama, apalagi hari perkiraan lahir (HPL) mereka juga berdekatan, lho!

Saudara kembar berjulukan Parker Hasley dan Paige Smith memang dikenal sangat dekat sejak kecil. Setelah menikah pun, mereka tinggal berdampingan sehingga hubungan keduanya tetap erat seperti sahabat sehari-hari.

Dilansir dari USA Today, Parker dan Paige sebelumnya punya angan bisa menjalani kehamilan bersama. Saat mengandung anak pertama, jarak usia kehamilan mereka terpaut cukup jauh, sekitar 12 minggu. Karena itu, mereka berambisi suatu hari bisa betul-betul merasakan 'hamil bareng'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karena itu, keduanya mulai memperhatikan siklus menstruasi dan masa ovulasi masing-masing. Dari situ, mereka menyadari bahwa masa subur mereka rupanya hanya terpaut beberapa hari saja.

Mengetahui mengandung di hari yang sama

Saat mereka mulai melacak siklus ovulasi mereka, keduanya memperhatikan sesuatu yang mengejutkan.

“Kami menyadari bahwa kami hanya berjarak sekitar tujuh hari dalam ovulasi. Kemudian jaraknya semakin dekat menjadi lima hari,” kata Parker. 

Cukup dekat untuk mulai melakukan tes kehamilan sekitar waktu yang sama. Momen mengejutkan itu bermulai ketika Parker memutuskan melakukan tes kehamilan di rumah berbareng sang suami. Hasilnya positif. Ia pun langsung merasa sangat senang lantaran keinginannya untuk mempunyai anak lagi akhirnya terwujud.

“Kami sangat gembira, sangat berterima kasih kepada Tuhan bahwa itu sukses sesuai rencana dan bahwa kami bakal mempunyai bayi lagi,” katanya.

Kemudian pada hari itu, Parker melangkah ke rumah sebelah untuk berbagi berita tersebut dengan Paige. Momen penuh kebahagiaan itu, yang juga terekam dalam video, dengan sigap berubah menjadi pertanyaan: Haruskah Paige juga melakukan tes kehamilan?

Parker menyarankan agar dia menunggu hingga pagi hari, tetapi Paige mempunyai rencana lain.

“Aku tahu dalam hatiku bahwa Tuhan tidak bakal membiarkan salah satu dari kami mengandung dan yang lainnya tidak. Setelah [Parker] meninggalkan [rumahku], saya menatap suamiku dan berkata, ‘Aku mau buang air kecil, dan saya merasa optimis.’” kata Paige. 

Hasilnya rupanya juga positif.

Keduanya langsung terkejut sekaligus terharu lantaran tidak hanya mengandung nyaris bersamaan, tetapi HPL mereka juga jatuh di waktu yang sangat dekat. Mereka mengaku sangat berterima kasih bisa kembali menjalani perjalanan menjadi ibu bersama-sama.

Apakah kejadian ini bisa terjadi?

Secara medis, kejadian seperti ini memang jarang terjadi, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Perempuan yang mempunyai siklus menstruasi serupa dan menjalani pola hidup yang mirip bisa saja mengalami masa ovulasi di waktu berdekatan.

Menurut penelitian dalam jurnal Human Reproduction, aspek lingkungan, pola hidup, hingga kedekatan emosional dapat memengaruhi sinkronisasi siklus menstruasi pada wanita tertentu. Meski teori 'menstruasi sinkron' tetap menjadi perdebatan di bumi medis, banyak kasus menunjukkan siklus wanita yang tinggal berbareng dapat menjadi lebih mirip dari waktu ke waktu.

Selain itu, ovulasi yang terjadi pada periode serupa tentu meningkatkan kemungkinan kehamilan terjadi nyaris bersamaan, terutama jika keduanya memang sedang merencanakan program kehamilan.

Banjir komentar warganet

Kisah Parker dan Paige langsung mencuri perhatian publik di media sosial. Banyak warganet menyebut hubungan keduanya seperti “parallel life” alias kehidupan paralel lantaran beragam momen krusial dalam hidup mereka sering terjadi bersamaan.

Tak sedikit pula yang merasa kisah tersebut begitu hangat dan mengharukan. Banyak orang menilai kehamilan berbareng kerabat kembar bisa menjadi pengalaman spesial lantaran keduanya dapat saling mendukung selama masa kehamilan hingga persalinan nanti.

Bagi sebagian ibu hamil, mempunyai support system yang kuat memang dapat membantu menjaga kesehatan mental dan emosional selama kehamilan. Dukungan dari family maupun orang terdekat juga diketahui berpengaruh positif terhadap kesiapan ibu menghadapi persalinan dan masa setelah melahirkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya