Vitamin K merupakan nutrisi larut lemak yang membantu tubuh kita membikin bekuan darah. Kita memerlukan bekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Vitamin K juga krusial untuk menjaga kesehatan tulang, Bunda.
Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar mendapatkan vitamin K dari makanan seperti sayuran hijau berdaun, daging, produk susu, dan telur. Bakteri sehat di usus kita, yang membentuk mikrobioma juga menghasilkan beberapa vitamin K.
Namun, bayi mempunyai sangat sedikit vitamin K dalam tubuh mereka saat lahir. Hal ini membikin mereka berisiko mengalami masalah pendarahan yang berbahaya. Berkat penemuan di bagian medis, VKDB (Vitamin K-Dependent Blood Blood alias kekurangan vitamin K pada bayi) mudah dicegah dengan suntikan vitamin K, Bunda.
Akademi Pediatri Amerika (AAP) yang pertama kali mendukung intervensi ini pada tahun 1961. Mereka merekomendasikan suntikan diberikan pada bayi baru lahir.
Satu suntikan di otot paha tersebut merupakan salah satu intervensi paling krusial dalam kehidupan bayi baru lahir, yang mengurangi akibat pendarahan yang menakut-nakuti jiwa.
“Suntikan vitamin K adalah salah satu intervensi pencegahan tertua, teraman, dan paling efektif dalam pengobatan bayi baru lahir,” kata Mary Beth Howard, MD, MSc, seorang master ahli kedaruratan pediatrik di Rumah Sakit Johns Hopkins dan personil inti fakultas di Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera.
“Sangat krusial agar semua bayi menerimanya,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Manfaat vitamin K untuk bayi
Vitamin K membantu pembentukan bekuan darah dan mencegah pendarahan. Penelitian menunjukkan bahwa satu suntikan vitamin K saat lahir melindungi bayi dari pendarahan rawan yang dapat menyebabkan kerusakan otak alias kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa bayi lahir dengan sangat sedikit vitamin K di dalam tubuh mereka. Vitamin ini tidak menembus plasenta dan kadarnya rendah dalam ASI. Bayi memerlukan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan cukup vitamin K.
Bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K, 80 kali lebih mungkin mengalami pendarahan hebat. Lokasi pendarahan yang paling umum adalah otak. Satu dari lima bayi dengan kejadian pendarahan serius akibat kekurangan vitamin K bakal meninggal.
Dosis vitamin K untuk bayi
Suntikan vitamin K tunggal biasanya 0,5 mg hingga 1,0 mg yang diberikan segera setelah lahir selama bulan-bulan kritis pertama kehidupan saat bayi sedang membangun persediaan vitamin K sendiri dan sebelum mereka mulai makan makanan padat sekitar usia 4–6 bulan.
Dilansir Better Health, di beberapa negara, orang tua ditawari kesempatan untuk memberikan vitamin K kepada bayi mereka melalui tetes alias suntikan.
Jika memilih tetes, dua dosis tetes diperlukan untuk semua bayi (satu saat lahir dan satu lagi 3 hingga 5 hari kemudian) dan satu lagi pada minggu keempat, jika bayi disusui (diberi ASI).
Waktu pemberian vitamin K pada bayi
Rekomendasi medis standar adalah memberikan suntikan intramuskular tunggal vitamin K (biasanya 1 mg) dalam 6 jam pertama setelah lahir. Memberikan dosis vitamin K dalam 6 jam setelah lahir adalah langkah terbaik untuk mencegah pendarahan.
Perlu diingat bahwa sangat mudah, aman, dan cuma-cuma (jika persalinan dilakukan di akomodasi kesehatan pemerintah) untuk mencegah VKDB dengan suntikan vitamin K saat lahir. Jangan ragu untuk konsultasikan dengan master jika Bunda mempunyai pertanyaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·