Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila mengunjungi Pasar Tanjungsari dan menegaskan bakal merancang pasar ini menjadi pasar pariwisata yang lebih nyaman dan menarik.
Kincai Media, BANDUNG-- Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila membantah melakukan dugaan pelecehan seksual kepada sekretaris pribadinya (sekpri) berinisial R. Ia mengaku tengah menelusuri pihak-pihak yang menyebarkan rumor dan tuduhan tersebut serta berpikir untuk melakukan tindakan hukum.
"Menghadapi rumor itu, saya tidak ambil pusing rekan rekan, gosip-gosip yang tidak berdasarkan sumber. Saya daripada sibuk penjelasan a, penjelasan b mending kerja saja konsentrasi kerja kerja kerja," ucap dia kepada wartawan belum lama ini.
Ia mengaku bakal mendalami rumor dan tuduhan yang menerpanya tersebut apakah bermuatan politik alias seperti apa. Wabup Sumedang mengingatkan masyarakat dan media agar tidak termakan narasi alias penggiringan opini tanpa sumber yang jelas.
"Tuduhan rumor ini saya mau dalami, apa maksud dan tujuannya politik alias tujuannya seperti apa. Itu yang sedang didalami. Saya hanya mengingatkan kepada masyarakat jangan mudah termakan narasi penggiringan opini tidak jelas apalagi sumber ya tidak jelas," kata dia.
Ia membujuk masyarakat agar lebih pandai dalam memilah informasi. Wabup Sumedang pun mengaku bakal memandang situasi apakah bakal melakukan tindakan norma kepada pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan dan rumor itu.
"Pada prinsipnya saya tidak mau ambil pusing. Kalau memang terbukti di sini ada pencemaran nama baik, langkah yang bakal dilakukan langkah norma bakal kita ambil," kata dia.
Ia pun menegaskan sekali lagi bahwa tidak pernah ada peristiwa dugaan pelecehan terhadap sekprinya. Bahkan dia mempersilahkan media untuk bertanya langsung kepada yang bersangkutan.
"Itu saya bilang tidak ada (peristiwa itu), gosip. Biarkan saya cari tahu dulu dalami. Bisa dikomunikasikan ke orang itu (sekpri)," ungkap dia.
Sebelumnya, beredar di media sosial R diduga menjadi korban Penganiayaan dan Penyekapan Wabup Sumedang. Dugaan penganiayaan tersebut diduga melibatkan banyak pihak. Bahkan informasinya korban sudah melapor ke Polda Jawa Barat.