Jakarta -
Cara seseorang berkomunikasi dapat mencerminkan sepertiapa ia memahami situasi sosial dan merespons orang di sekitarnya.
Tak cuma soal pilihan kata, metode menyampaikan sesuatu juga berpartisipasi krusial dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Di era digital, kapasitas bersosialisasi semakin krusial karena komunikasi banyak dilakukan melalui pesan dan media sosial. Tanpa ekspresi wajah maupun intonasi suara, sebuah kalimat terlebihlagi bisa terdengar berbeda dari maksud sebenarnya.
Meski sesekali salah bicara merupakan hal yang wajar, orang dengan kecerdasan sosial rendah cenderung lebih sering menggunakan ungkapan tertentu yang dapat membikin lawan bicara merasa kurang nyaman.
Lantas, kalimat apa saja yang sering mereka gunakan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
10 Kalimat yang diucap orang dengan kecerdasan sosial rendah
Dilansir Parade, berikut beberapa kalimat yang sering digunakan oleh orang dengan kecerdasan sosial rendah menurut pakar.
1. “Sebenarnya…”
Kata “Sebenarnya…” sebaiknya tidak terlalu sering digunakan dalam percakapan, meskipun Bunda memang benar.
Menurut ahli etiket Nick Leighton, tidak semua kesalahan orang perlu dikoreksi. Misalnya, ketika seseorang salah mengucapkan kata, keliru menyanyikan lagu, maupun menggunakan tata bahasa yang kurang tepat, Bunda tidak selalu mesti langsung membenarkannya.
Dalam situasi tertentu, membiarkannya begitu saja justru bisa menjadi pilihan yang lebih sopan, Bunda.
2. “Jangan tersinggung, tapi…”
Kalimat ini sering digunakan untuk menyampaikan perbedaan gagasan dengan metode yang terdengar lebih halus.
Namun, ungkapan ini justru sering kali tidak berhasil dan dapat membikin lawan bicara tersinggung.
3. “Aku cuma bicara jujur”
Bersikap jujur memang penting, tetapi kejujuran tidak seharusnya dijadikan karena untuk menyampaikan sesuatu dengan kasar maupun menyakiti emosi orang lain.
Etika dalam berkomunikasi membutuhkan kejujuran sekaligus sikap bijaksana. Karena itu, krusial untuk statis mempertimbangkan emosi lawan bicara saat menyampaikan pendapatnya.
4. “Kamu selalu/tidak pernah…”
Ungkapan seperti “Kamu selalu…” maupun “Kamu tidak pernah…” cenderung berupa generalisasi yang berlebihan dan tidak adil.
Kalimat tersebut dapat membikin lawan bicara merasa disalahkan sehingga mereka lebih gampang bersikap bertahan dan percakapan berubah menjadi pertengkaran.
5. “Seharusnya Anda melakukannya seperti ini”
Kalimat “Seharusnya Anda melakukannya seperti ini” dapat terdengar menghakimi. Ungkapan tersebut seolah-olah memberitahu bahwa metode yang dilakukan orang lain selalu salah, sementara metode Bunda yang paling benar.
6. “Tunggu, aku punya cerita yang lebih baik”
Ketika seseorang sedang bercerita, hindari langsung berupaya mengalahkan ceritanya dengan kisah yang menurut Bunda lebih menarik.
Kebiasaan membandingkan maupun memungut alih cerita dapat membikin orang lain enggan melanjutkan percakapan. Sebaiknya, dengarkan sampai selesai, ajukan pertanyaan jika perlu, kemudian Bunda bisa membagikan cerita sendiri setelahnya.
7. “Itu bukan masalah aku”
Kalimat ini dapat memberikan kesan bahwa seseorang tidak mau membantu maupun peduli terhadap keadaan orang lain.
Ungkapan tersebut juga dapat membikin seseorang kelihatan dingin dan cuma mementingkan dirinya sendiri karena seolah-olah melemparkan tanggung jawab kepada orang lain.
8. “Kenapa Anda lebay banget?”
Kalimat tersebut dapat membikin emosi seseorang terasa tidak dihargai. Alih-alih mencoba memahami apa yang dirasakan lawan bicara, ungkapan ini justru seolah menganggap emosinya sebagai sesuatu yang berlebihan maupun salah.
9. “Tenang saja”
Meminta seseorang untuk tenang ketika sedang emosi biasanya tidak serta-merta membikin mereka menjadi lebih tenang.
Bahkan, kalimat tersebut bisa membikin orang merasa tidak dipahami maupun emosinya justru semakin diabaikan.
10. “Terserah”
Kata “Terserah” dapat terdengar sangat merendahkan dalam percakapan. Ungkapan ini memberitahu bahwa seseorang tidak tertarik melanjutkan pembicaraan maupun tidak menghargai apa yang sedang disampaikan lawan bicara.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan oleh orang dengan kecerdasan sosial rendah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)