12 Jenis Penyakit Kelamin Yang Mengintai Laki-laki Dan Perempuan

Jul 27, 2026 09:35 PM - 6 jam yang lalu 340

Penyakit kelamin alias jangkitan menular seksual (IMS) bisa mengintai siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Kondisi ini merupakan jangkitan yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyebabnya pun beragam, mulai dari bakteri, virus, hingga parasit.

Menurut MedlinePlus, terdapat lebih dari 20 jenis Infeksi Menular Seksual yang telah dikenal. Sebagian tidak menimbulkan indikasi sehingga penderitanya dapat menularkan jangkitan tanpa menyadarinya. Jika tidak segera ditangani, beberapa IMS dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infertilitas, penyakit radang panggul, kerusakan organ, hingga meningkatkan akibat penularan HIV.

Lantas, apa saja jenis penyakit kelamin yang perlu diwaspadai?


Apa itu (IMS) alias penyakit kelamin?

Infeksi menular seksual (IMS) adalah jangkitan yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Meski sering disebut penyakit kelamin, istilah IMS lebih tepat digunakan lantaran seseorang dapat terinfeksi tanpa mengalami indikasi alias penyakit.

Jika tidak diobati, IMS dapat berkembang menjadi penyakit menular seksual (PMS).

IMS biasanya menyebar selama hubungan seks vaginal, oral, alias anal. Namun terkadang IMS dapat menyebar melalui kontak seksual lain yang melibatkan penis, vagina, mulut, alias anus. Hal ini lantaran beberapa IMS, seperti herpes dan HPV, menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Beberapa IMS dapat ditularkan ke janin selama kehamilan alias persalinan. Cara lain penyebaran IMS termasuk saat menyusui, melalui transfusi darah, alias dengan berbagi jarum suntik.

Penyebab penyakit kelamin?

Penyebab penyakit kelamin berbeda-beda, tergantung jenis mikroorgamismenya seperti:

  • Bakteri misalnya klamidia, gonore, sifilis, dan chancoid.
  • Virus seperti HIV, HPV, herpes simpleks, dan Hepatitis B.
  • Parasit seperti trikomoniasis dan kutu kemaluan.

Siapa yang dapat terkena penyakit kelamin?

Penyakit kelamin memengaruhi laki-laki dan wanita yang aktif secara seksual. Para perempuan, beberapa IMS dapat menimbulkan komplikasi yang berat seperti penyakit radang panggul, infertilitas, hingga komplikasi kehamilan. Jika IMS ditularkan ke janin selama kehamilan alias persalinan, perihal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), akibat IMS lebih tinggi pada seseorang yang:

  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Tidak menggunakan kondom secara konsisten
  • Memiliki pasangan yang menderita IMS
  • Berbagi jarum suntik
  • Pernah mengalami IMS sebelumnya.

IMS tidak selalu menimbulkan indikasi alias hanya mengalami indikasi ringan. Jadi, mungkin saja seseorang terinfeksi tanpa menyadarinya. Meski tanpa gejala, IMS tetap rawan dan dapat menular saat berasosiasi intim.

Jika seseorang mengalami indikasi IMS, gejalanya dapat meliputi:

  1. Keluar cairan yang tidak biasa dari penis alias vagina
  2. Luka alias kutil di area genital
  3. Nyeri saat buang air mini (BAK) alias sering BAK
  4. Gatal dan kemerahan di area genital
  5. Lepuh alias luka di dalam alias di sekitar mulut
  6. Bau memek yang tidak normal
  7. Gatal, nyeri, alias pendarahan di anus
  8. Sakit perut
  9. Nyeri panggul
  10. Nyeri saat berasosiasi seksual
  11. Demam

Jika Bunda dan Ayah aktif secara seksual, kudu berbincang dengan penyedia jasa kesehatan tentang akibat IMS dan apakah perlu menjalani tes. Ini sangat krusial lantaran banyak IMS biasanya tidak menimbulkan gejala.

Dokter bakal melakukan wawancara medis, pemeriksaan bentuk alias jika perlu melalui pemeriksaan penunjang. Beberapa tes melibatkan pemeriksaan mikroskopis luka alias cairan yang diambil dari vagina, penis, alias anus.

  • Beberapa pemeriksaan penunjang lainnya seperti 
  • Tes darah
  • Pemeriksaan urine
  • Swab vagina, penis, anus, alias tenggorokan
  • Pemeriksaan cairan dari luka
  • Pemeriksaan PCR pada beberapa jenis IMS.

Jenis pemeriksaan bakal disesuaikan dengan dugaan infeksi.

Apa saja pengobatan untuk penyakit kelamin?

Antibiotik dapat mengobati IMS yang disebabkan kuman alias parasit. Tidak ada obat untuk IMS yang disebabkan oleh virus, tetapi obat antivirus seringkali dapat membantu mengatasi indikasi dan menurunkan akibat penyebaran infeksi.

Penderita IMS krusial untuk mendapatkan pengobatan. Beberapa jenis IMS dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak diobati. Bicaralah dengan penyedia jasa kesehatan Anda tentang berapa lama Anda tidak boleh berasosiasi seks setelah pengobatan untuk menghindari penularan jangkitan bolak-balik dengan pasangan Anda.

Selama menjalani pengobatan, penderita juga dianjurkan tidak berasosiasi seksual sampai master menyatakan aman.

Apakah penyakit kelamin  dapat dicegah?

Cara paling efektif untuk melindungi diri dari IMS adalah dengan tidak berasosiasi seks. Jika Ayah dan Bunda memutuskan untuk berasosiasi seks, dapat menurunkan akibat terkena IMS dengan:

  • Pasangan melakukan tes IMS sebelum berasosiasi seks.
  • Menggunakan kondom setiap kali berasosiasi seks. Penggunaan kondom lateks yang betul sangat mengurangi, tetapi tidak menghilangkan, akibat tertular alias menyebarkan
  • IMS. Jika alergi terhadap lateks, Anda dapat menggunakan kondom poliuretan.
  • Mengurangi jumlah pasangan seks. 
  • Mendapatkan vaksinasi terhadap HPV dan hepatitis B.
    Tidak berbagi jarum suntik.

11 Jenis penyakit kelamin yang mengintai laki-laki dan perempuan

Berikut ini beberapa jenis penyakit kelamin yang mengintai laki-laki dan perempuan, antara lain:

1. Klamidia

Klamidia disebabkan jangkitan kuman Chlamydia trachomatis. Infeksi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari perangkat kelamin, hingga infertilitas jika tidak diobati. Umumnya jangkitan ini menyebar melalui seks anal, vagina, dan oral. Selain itu klamidia dapat menyebar ke bayi selama persalinan.

2. Kutu kelamin (kutu kemaluan)

Kutu kelamin disebabkan parasit Pthirus pubis yang hidup di rambut kemaluan. Gejala utamanya berupa gatal hebat, terutama pada malam hari. Penularan paling sering terjadi melalui kontak seksual, tetapi juga dapat melalui handuk alias seprai yang digunakan bersama.

Kutu kemaluan juga dapat menyerang rambut di ketiak, kumis, jenggot, bulu mata maupun alis. Kutu kemaluan sangat mini dan susah dilihat, tetapi seseorang mungkin merasakan gatal di area yang terinfeksi.

3. Virus herpes simpleks (HSV)

Virus herpes simpleks (HSV) adalah virus umum yang dapat menyerang beragam bagian tubuh. Virus ini menyebabkan herpes genital.

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks jenis 1 maupun jenis 2. Gejala khasnya berupa lepuhan mini yang terasa nyeri di sekitar perangkat kelamin alias anus. Setelah terinfeksi, virus bakal tetap berada di dalam tubuh dan dapat kambuh sewaktu-waktu.

  • HSV-1 biasanya menyerang mulut. Herpes dapat menyebar melalui air liur alias jika ada luka di sekitar mulut orang lain. Virus ini dapat menular ke area genital selama seks oral.
  • HSV-2 biasanya menyerang area genital, area anus, dan mulut. Penularannya terjadi melalui hubungan seksual vaginal, oral, dan anal. Penggunaan kondom tidak sepenuhnya mencegah penularan.

Kedua jenis HSV dapat menular dari orang ke orang ketika kulit tidak mempunyai luka yang terlihat.

4. Hepatitis B

Hepatitis B dapat menyebabkan jangkitan jangka panjang dan mengakibatkan kerusakan hati. Setelah seseorang terinfeksi virus, virus tersebut dapat tetap berada di air mani, darah, dan cairan tubuh lainnya.

Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, darah yang terkontaminasi, maupun dari ibu ke bayi. Vaksin hepatitis B menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah infeksi. Jika seseorang tidak mengetahui status vaksinasinya dan berisiko terkena hepatitis B, mereka kudu segera divaksinasi.

5. Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pada wanita dapat menimbulkan keputihan berbau, sedangkan pada laki-laki sering kali tidak bergejala. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.

Pada perempuan, jangkitan ini paling mungkin menyerang vagina. Pada orang yang terlahir sebagai laki-laki, jangkitan dapat berkembang di uretra. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual penetratif dan kontak vulva-ke-vulva.

Trikomoniasis juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan meningkatkan kemungkinan tertular dan menularkan HIV. Profesional kesehatan dapat meresepkan obat untuk mengatasi trikomoniasis, tetapi kedua pasangan kemungkinan besar perlu perawatan, alias jangkitan dapat kambuh.

6. HIV

Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh. Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS. Meski belum dapat disembuhkan, terapi antiretroviral (ARV) memungkinkan penderita hidup sehat sekaligus menurunkan akibat penularan.

HIV dapat menular melalui kontak seksual dan beberapa langkah lainnya. Setelah seseorang terinfeksi HIV, virus bakal datang dalam cairan tubuh mereka, termasuk air mani, darah, ASI, dan cairan memek serta rektum. Jika cairan ini masuk ke tubuh orang lain, orang tersebut juga dapat tertular HIV.

Seseorang dengan HIV yang tidak terdeteksi kudu terus mengikuti rencana pengobatan persis seperti yang diresepkan master untuk menjaga kadar virus tetap rendah.

7. Human papillomavirus (HPV)

HPV merupakan salah satu IMS yang paling umum. Beberapa jenis virus menyebabkan kutil kelamin, sedangkan jenis lainnya dapat meningkatkan akibat kanker serviks, kanker anus, maupun kanker tenggorokan. Vaksin HPV efektif membantu mencegah jangkitan jenis tertentu.

8. Moluskum kontagiosum

Moluskum kontagiosum adalah jangkitan virus yang menyebabkan benjolan mini mengilap pada kulit. Beberapa ahli kesehatan tidak menganggapnya sebagai penyakit menular seksual (PMS) lantaran dapat terjadi secara umum tanpa kontak seksual.

Penyakit ini dapat menyerang orang dewasa dan anak-anak. Di antara orang dewasa, penularan condong terjadi melalui kontak kulit ke kulit alias lesi, seperti selama kegiatan seksual.

Gejalanya meliputi benjolan mini dan bulat dengan lekukan pada kulit. Benjolan biasanya menghilang tanpa pengobatan, tetapi ini bisa menyantap waktu, dan tetap menular selama benjolan tetap ada.

9. Skabies

Skabies alias kudis disebabkan tungau Sarcoptes scabiei. Penularan dapat terjadi melalui kontak kulit yang erat, termasuk saat berasosiasi seksual. Gejala utamanya berupa gatal hebat, terutama pada malam hari, disertai ruam. Gejala dapat muncul dalam waktu 4 hingga 8 minggu setelah infeksi. Namun, orang dapat menularkan kudis sebelum indikasi muncul.

Kudis adalah kondisi kulit yang berkembang lantaran Sarcoptes scabiei, sejenis tungau. Seperti molluscum contagiosum, beberapa ahli kesehatan mungkin tidak menganggap kudis sebagai penyakit kulit.

Dokter dapat meresepkan krim topikal yang membunuh tungau. Ketika seseorang menderita kudis, mereka kudu menghindari kontak kulit ke kulit dengan orang lain. Setelah sembuh, mereka kudu mendesinfeksi semua peralatan pribadi, termasuk semua seprai dan pakaian.

Jika seseorang menderita kudis, semua orang di rumah tangga mereka, pasangan, alias kontak dekat lainnya juga perlu diobati untuk memutus siklus jangkitan ulang.

10. Sifilis

Sifilis disebabkan kuman Treponema pallidum. Penyakit ini berkembang dalam beberapa tahap. Gejala awal biasanya berupa luka yang tidak nyeri di area genital. Tanpa pengobatan, sifilis dapat merusak otak, jantung, dan organ lain.

Sifilis berasal dari jangkitan kuman Treponema pallidum. Ini adalah jangkitan yang berpotensi serius, dan pengobatan awal diperlukan untuk mencegah kerusakan permanen dan komplikasi jangka panjang.

Bakteri dapat menyebar kapan saja selama infeksi. Sifilis juga dapat menular ke bayi selama kehamilan.

Orang dapat melakukan tes untuk mengetahui apakah mereka menderita sifilis. Jika hasilnya positif, orang tersebut kudu memberi tahu pasangan seksualnya, dan mereka juga kudu mencari nasihat medis. Para ahli kesehatan biasanya mengobati sifilis dengan antibiotik.

11. Gonore

Gonore disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari penis alias vagina, hingga nyeri panggul. Tanpa pengobatan, dapat menyebabkan komplikasi serius.

Gonore dapat menular melalui seks oral, vaginal, alias anal. Dapat menular ke bayi saat persalinan. Jika seseorang menyentuh area tubuh yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mata mereka, gonore juga dapat menyebabkan konjungtivitis (mata merah).

Pada perempuan, jangkitan ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul. Pria dapat mengalami peradangan pada epididimis, ialah saluran yang menyimpan sperma. Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi kesuburan. Pengobatan dengan antibiotik biasanya dapat mengatasi jangkitan tersebut.

12. Chancroid (Ulkus Mole)

Chancroid merupakan jangkitan kuman Haemophilus ducreyi. Penyakit ini ditandai luka yang terasa nyeri pada perangkat kelamin serta pembengkakan kelenjar getah cerah di selangkangan. Meski jarang ditemukan, chancroid tetap perlu diwaspadai.

Chancroid menyebabkan luka yang menyakitkan pada perangkat kelamin. Chancroid juga dapat meningkatkan akibat tertular HIV.

Pengobatannya adalah dengan antibiotik. Siapa pun yang didiagnosis menderita chancroid kudu memberi tahu pasangan yang telah melakukan kontak seksual dengannya dalam 10 hari terakhir.

Kapan kudu ke dokter?

Orang kudu mencari nasihat medis jika merasa telah terpapar IMS. Melansir Medical News Today, banyak IMS tidak menimbulkan gejala, jadi seseorang tidak boleh menunggu sampai indikasi muncul sebelum menemui tenaga kesehatan. Mencari pengobatan awal juga bakal mengurangi akibat komplikasi.

Kit tes berdikari untuk beragam IMS juga tersedia secara online, meskipun seseorang kudu meminta konfirmasi hasil dari dokter.

Orang mungkin merasa susah untuk membicarakan IMS lantaran kekhawatiran tentang stigma. Namun, IMS adalah masalah kesehatan umum, dan tersedia pengobatan yang dapat menyembuhkan jangkitan alias membantu seseorang mengelolanya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya