Anak membasuh kaki ibunya. Ilustrasi.
Kincai Media , JAKARTA-Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu wasiat yang senantiasa diajarkan oleh para nabi 'alaihimussalam.
Nabi Ibrahim 'alaihissalam, kekasih Allah, bapak para nabi, dan pemimpin orang-orang yang bertauhid, memberikan teladan gimana seorang anak kudu memperlakukan ayahnya.
Meskipun sang ayah tetap berada dalam kekafiran dan keras kepala, Nabi Ibrahim tetap memanggilnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, seraya berkata, "Wahai Ayahku..." (Yā Abati).
Beliau membujuk ayahnya untuk menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan kesyirikan serta kesesatan.
Ketika sang ayah menolak rayuan itu, apalagi menakut-nakuti bakal memukul dan mengusirnya, Nabi Ibrahim tetap membalas dengan perkataan yang mulia:
قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا
"Dia (Ibrahim) berkata, 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. Aku bakal memohonkan pembebasan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.'" (QS Maryam: 47)
Allah SWT juga memuji Nabi Yahya bin Zakariya 'alaihimas salam dengan firman-Nya:
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
"Dan dia adalah seorang yang berkhidmat kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka."
(QS Maryam: 14)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·