Terlambat Bertobat, Lima Ayat Alquran Gambarkan Penyesalan Setelah Dikubur

Jun 28, 2026 02:53 PM - 1 hari yang lalu 1864

Lima ayat Alquran ini memberikan bocoran mengenai peristiwa besar yang bakal terjadi dan menimpa orang-orang yang tidak beragama kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, ialah peristiwa banyaknya orang yang menyesal setelah dikubur, nyawa meninggalkan jasad.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) saya tidak menjadikan si fulan sebagai kawan setia. (QS Al-Furqan Ayat 28)

“Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu ketika di bumi saya tidak menjadikan si fulan itu kawan akrab-ku, temanku itulah yang ikut mempengaruhiku, sehingga saya menjadi pendosa dengan kekafiran dan kemusyrikan.”

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاُحِيْطَ بِثَمَرِهٖ فَاَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلٰى مَآ اَنْفَقَ فِيْهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا وَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُشْرِكْ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا

Harta kekayaannya dibinasakan, lampau dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda sangat menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedangkan pohon anggur roboh berbareng penyangganya dan dia berkata, “Aduhai, seandainya saja dulu saya tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhanku.” (QS Al-Kahf Ayat 42)

. . . . . Lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dulu saya menuruti saran temanku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.” Ia menyesal, tetapi penyesalannya itu terlambat datangnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berkata, “Aduhai, kiranya dulu kami alim kepada Allah dan alim (pula) kepada Rasul.” (QS Al-Ahzab Ayat 66)

Sebagai salah satu corak siksa yang bakal diterima orang-orang kafir adalah bahwa pada hari itu wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berbicara dengan penuh penyesalan, “Wahai, kiranya dulu saat di bumi kami alim kepada Allah dan alim kepada Rasul, niscaya kami tidak bakal tersiksa.”

Selengkapnya