Menelusuri Jejak Perang Uhud Di Makam Para Syuhada, Petik Ibrah Dari Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul

Jun 29, 2026 07:39 PM - 10 jam yang lalu 507

Selain menjadi letak krusial yang berangkaian dengan perjuangan Rasulullah SAW, Perang Uhud merupakan salah satu peristiwa yang menjadi pelajaran besar sejarah Islam.

Mutowif alias pemandu ibadah di Madinah, Ustadz Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan bahwa area Uhud mempunyai sejumlah situs berhistoris yang berangkaian langsung dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Saat berada di area makam para syuhada, Ustadz Ibrohim menjelaskan bahwa letak tersebut merupakan tempat berlangsungnya Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah.

"Sekarang kita berada di depan makamnya para Syuhada Uhud. Jadi letak ini adalah tempat terjadinya Perang Uhud," katanya kepada wartawan Media Center Haji 2026.

Menurutnya, Perang Uhud tidak dapat dipisahkan dari kemenangan kaum Muslimin pada Perang Badar yang terjadi setahun sebelumnya. 

Saat itu, sekitar 300 pasukan Muslim sukses mengalahkan sekitar 1.000 pasukan Quraisy.

"Sebab terjadinya Perang Uhud itu sendiri adalah lantaran sebelumnya terjadi Perang Badar. Perang pertama kali yang dialami oleh Rasulullah SAW. Dan kemenangan di tangan kaum Muslimin," ujarnya.

Kekalahan tersebut membikin kaum Quraisy tidak menerima keadaan. Mereka kemudian kembali ke Madinah pada bulan Syawal tahun ketiga Hijrah dengan membawa sekitar 3.000 pasukan untuk menghancurkan kekuatan kaum Muslimin. 

Menghadapi ancaman itu, Rasulullah SAW berembuk dengan para sahabat hingga diputuskan untuk menghadapi pasukan Quraisy di luar Kota Madinah.

Awalnya sekitar 1.000 pasukan Muslim berangkat menuju medan perang.

Namun, sekitar 300 orang dari golongan munafik memilih mundur lantaran tidak setuju dengan keputusan bertempur di luar Madinah. 

Akibatnya, pasukan Rasulullah SAW yang tersisa hanya sekitar 700 orang.

Dalam strategi perang, Rasulullah SAW menempatkan 50 pemanah terbaik di Bukit Pemanah alias Jabal Rumat. 

Mereka diberi pesan agar tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi selama peperangan berlangsung.

Pada awal pertempuran, pasukan Muslim sukses mendominasi medan perang. Barisan Quraisy porak-poranda dan mulai meninggalkan letak pertempuran.

Melihat kondisi tersebut, sebagian pasukan pemanah mengira perang telah selesai. Mereka turun dari bukit untuk mengumpulkan kekayaan rampasan perang

Padahal sebelumnya, Rasulullah SAW telah memerintahkan agar tetap memperkuat di posisi hingga ada petunjuk langsung.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Jenderal Khalid bin Walid yang saat itu tetap berada di pihak Quraisy. Ia memimpin pasukannya memutari bukit yang telah kosong dan menyerang kaum Muslim dari arah belakang.

Selengkapnya