Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 Dan Bacaan Niatnya

Jun 29, 2026 03:53 AM - 1 hari yang lalu 1330

ILUSTRASI Puasa.

Kincai Media ,DEPOK --  Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa yang dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriyah. Puasa ini dilakukan hanya tiga hari setiap pertengahan bulan ialah 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah, selain hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.  

Ketua MUI KH Cholil Nafis menjelaskan tentang puasa Ayyamul Bidh tersebut. 

Menurut dia, sebelum Nabi Muhammad Saw mendapat tanggungjawab berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan, memang ada beberapa model puasa yang telah dilakukan umat nabi sebelumnya. 

Salah satu contohnya ialah puasa Nabi Daud, ialah puasa yang dilakukan selang-seling, ialah sehari berpuasa dan sehari lagi tidak berpuasa. "Kemudian ada juga seperti halnya puasa dalam riwayat oleh nabi sebelumnya ialah puasa tiga hari Ayyamul Bidh. Bahkan, Nabi dulu sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan tetap melaksanakan puasa pada 13, 14, dan 15 itu," ujar Kiai Cholil kepada Kincai Media , beberapa waktu lalu. 

Kemudian, lanjutnya, setelah diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan, maka Nabi Muhammad tidak lagi mewajibkan pada dirinya untuk berpuasa Ayyamul Bidh, tetapi nabi melakukannya sebagai puasa sunah, ialah puasa yang dianjurkan. 

Menurut Kiai Cholil, keistimewaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah peralatan siapa yang mengerjakannya bakal mendapatkan ganjaran seperti berpuasa selama setahun penuh. 

"Nabi selalu melakukan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini juga disebut Ayyamul Ghurri, yang artinya kepalanya itu putih alias ubun-ubunnya putih. Itu sunah dilakukan oleh kita sampai sekarang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.  

Berdasarkan almanak hijriyah Kemenag, pada Juni 2026 ini, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tangggal 28, 29, 30 Juni alias bertepatan dengan 13, 14, 15 Muharram 1448 Hijriyah. Bagi umat Islam yang mau mengerjakan puasa sunnah ini bisa membaca niat sebagai berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامَ الْبَيْضِ سُنّةً للهِ تَعَالى 

Nawaitu shauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi Ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah lantaran Allah ta'ala."

Selengkapnya