Cara Mengenali Orang Yang Belum Dewasa Secara Emosional Dari Sikapnya Sehari-hari

Jul 27, 2026 10:00 PM - 6 jam yang lalu 244

kedewasaan emosional berkedudukan krusial dalam membangun hubungan yang sehat dan menghadapi beragam tantangan hidup, Bunda.

Sebaliknya, seseorang yang belum dewasa secara emosional condong kesulitan mengelola perasaan, sehingga mudah bereaksi berlebihan saat menghadapi situasi tertentu.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi hubungan pribadi maupun perkembangan karier. Lantas, gimana langkah mengenali ciri-cirinya? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.


Cara mengenali orang yang belum dewasa secara emosional dari sikapnya

Tidak dewasa secara emosional memengaruhi perilaku, langkah berpikir, dan keahlian berkomunikasi. Berikut ciri-ciri yang dapat Bunda kenali dari orang yang belum dewasa secara emosional:

1. Kurang empati

Dilansir verywell health, orang yang belum matang secara emosional mungkin menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami, alias kurangnya empati terhadap, emosi orang lain dalam beragam tingkatan.

Orang yang kurang empati mungkin merasa bahwa orang lain terlalu sensitif, menyalahkan korban, bersikap kritis terhadap orang lain, hingga tidak sabar alias mudah frustrasi.

2. Kurangnya keahlian komunikasi

Orang yang belum dewasa secara emosional umumnya kesulitan berkomunikasi dengan baik, terutama saat mereka disalahkan, terancam, alias terpojok.

Dalam situasi seperti itu, mereka mungkin menyangkal kesalahan yang telah dilakukan, mendusta untuk menghindari percakapan yang tidak nyaman, alias melontarkan hinaan dan kata-kata yang menyakitkan saat terjadi konflik.

3. Menghindari tanggung jawab

Mereka condong menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan alias menyangkal perannya dalam suatu bentrok alias masalah.

Sebagai contoh, selama konflik, orang yang belum matang secara emosional mungkin bakal bersikap melindungi alias menghindari obrolan tentang bentrok tersebut.

4. Sering membatalkan rencana di menit-menit terakhir

Ketika membikin rencana dengan seseorang, krusial untuk menepatinya. Orang yang terus-menerus membatalkan rencana susah ditoleransi lantaran membikin orang lain merasa buang-buang waktu dan diabaikan.

Membatalkan rencana lantaran perihal mendesak memang wajar, tetapi jika menjadi kebiasaan, itu sangat menjengkelkan, bukan?

Hal ini terjadi lantaran orang yang belum dewasa mungkin tidak bisa mengelola waktunya. Mereka membatalkan rencana tanpa berpikir, dan tidak selalu menyadari dampaknya pada orang lain.

5. Suka meniru orang lain

Dilansir Your Tango, ketika orang-orang berupaya keras untuk meniru orang lain, baik itu style alias tingkah laku yang sama, itu sangat tidak dewasa.

Mereka tidak mempunyai kapabilitas emosional dan mental untuk memahami bahwa perlu membentuk identitasnya sendiri.

6. Sulit membangun hubungan

Jika menjalin hubungan dengan orang yang belum dewasa, Bunda mungkin telah memandang sebagian alias seluruh perilaku yang dibahas di sini. Hubungan seperti ini condong bakal selalu sulit.

Mereka mungkin mempunyai perilaku sembrono, seperti berselingkuh, mengintimidasi pasangan, hingga menyalahkan orang lain.

7. Egois

Bersikap egois berfaedah hanya berfokus pada keinginan, kebutuhan, dan kepentingan sendiri. Mereka yang belum matang secara emosional sering kali mendambakan pusat perhatian.

Mereka memandang dirinya sendiri sebagai perseorangan yang terpisah dari orang lain, merasa berhak, dan menunjukkan rasa krusial diri yang berlebihan.

8. Sulit mengatur emosi

Orang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional juga condong menyerang orang lain alias menggunakan sistem pertahanan yang berbahaya.

Sebagai contoh, mereka mungkin bakal frustrasi alias menjadi agresif, meninggikan bunyi alias pergi tiba-tiba.

Nah, itulah beberapa sikap yang dapat Bunda kenali dari orang yang belum dewasa secara emosional.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

Selengkapnya