Penyakit Thaun Yang Mewabah Pada Zaman Rasulullah, Ini Penyebab Dan Kisah Di Baliknya

Jul 27, 2026 08:40 PM - 7 jam yang lalu 344

Penyakit tha’un pada era Rasulullah menjadi salah satu pandemi yang pernah tercatat dalam sejarah Islam. Peristiwa ini kembali menarik perhatian setelah bumi mengalami pandemi COVID-19 yang mengubah kehidupan masyarakat dan merenggut banyak nyawa.

Tha’un merupakan penyakit menular yang menyebar dengan sangat sigap sehingga membahayakan keselamatan banyak orang. Wabah ini menjadi ujian besar yang dihadapi umat Islam pada masa itu.

Lantas, gimana kisah pandemi tha’un pada era Rasulullah dan apa penyebabnya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.


Kisah penyakit tha’un

Dirangkum dari kitab Komunikasi dan Dialektika Individu di Ruang Sosial karya Ahmad Sihabudin, salah satu pandemi yang menyerang pada era Rasulullah adalah penyakit tha’un. Penyakit ini menular dengan sigap dan membahayakan nyawa seseorang.

Menurut kitab Syarah Riyadhush Shalihin Jilid V, penyakit tha’un adalah penyakit menular. Kata tha’un sendiri digunakan untuk mengungkap tiga hal, ialah tanda-tanda tampak seperti dikatakan dokter, kematian yang terjadi akibat tha’un, dan untuk mengungkapkan aspek penyebab penyakit ini.

Penyakit tha’un pada era Nabi Muhammad SAW tercatat dalam beberapa hadis. Rasulullah mengajarkan umat Islam untuk tidak memasuki daerah yang sedang dilanda pandemi dan tidak keluar dari daerah tersebut andaikan sudah berada di dalamnya.

Anjuran ini menjadi dasar penerapan isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit. Prinsip serupa juga diterapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat mengetahui negeri Syam dilanda pandemi tha’un, Umar memutuskan tidak memasuki daerah itu.

Ketika Abu Ubaidah RA bertanya, “Apakah Anda lari dari takdir Allah?”, Umar menjawab, “Kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah”.

Keputusan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW agar orang yang sakit tidak berinteraksi dengan orang yang sehat demi mencegah penularan.

Penyebab penyakit tha’un

Dilansir detikcom, penyakit tha’un berasal dari jangkitan kuman Pasteurella Pestis. Bakteri ini dibawa oleh Xenopsella Cheopis (kutu anjing) yang berasal dari darah tikus. Sebab, Xenopsella Cheopis sejatinya hidup di tubuh tikus.

Artinya, pandemi pertama terjadi pada tikus dan menyebar ke manusia. Melalui darah tikus yang berada di kutu anjing tersebut menular ke manusia lewat kulit dan darah.

Sementara itu mengutip dari situs web Kementerian Agama dijelaskan, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian mendengar ada pandemi tha'un di suatu tempat, maka jangan kalian masuk dan datang kesana, dan andaikan terjadi disuatu tempat sedangkan kalian ada didalamnya, maka jangan kalian keluar darinya." (Muttafaqun 'alaih /HR. Bukhari dan Muslim)

Tha'un memiliki akar kata yang sama dengan tha'n yang secara bahasa berarti tobakan alias tusukan. Diriwayatkan dalam hadits bahwa penyakit tha'un disebabkan oleh tusukan yang dilakukan oleh Jin kepada manusia.

Sebagian orang menyamakan tha'un dengan pandemi (wabaa). Ibnu Mandzur mendefinisikan: Tha'un adalah penyakit dan pandemi yang menyebar secara merata yang merusak udara lampau merusak sistem tubuh dan badan manusia.

Ibnu Hajar beranggapan bahwa pandemi penyakit tha'un 'amwas sudah merebak saat masa kekhalifahan 'Umar bin Khatab alias pasca penaklukan baitul maqdis. Wabah tersebut terjadi pada tahun 18 H dan menewaskan lebih dari 25000 jiwa.

Telah banyak kasus pandemi tha'un terjadi di bumi yang dicatat oleh mahir sejarah, salah satunya yang paling terkenal adalah Tha'un Amwas yang terjadi pada era sahabat. Amwas adalah nama sebuah daerah di Syam dekat Palestina sekarang tempat di mana tha'un ini terjadi, sehingga dinamakan tha'un amwas.

Solusi yang diberikan oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah yang pada era ini diistilahkan dengan lockdown, ialah menghentikan keluar masuknya orang ke dalam area wabah. Kita dilarang masuk ke area pandemi agar pandemi tersebut tidak menjangkiti kita, demikian juga masyarakat yang terkena pandemi dilarang keluar meninggalkan kampungnya agar dia tidak menularkan pandemi tersebut kepada masyarakat lain yang berakibat semakin meluasnya pandemi ini.

Nah, itulah penjelasan tentang kisah dan penyebab penyakit tha’un pada era Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya