4 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Meski Pelakunya Sudah Meninggal Dunia

Intisari Islam oleh Waktu baca 1 menit 511x dilihat
4 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Meski Pelakunya Sudah Meninggal Dunia

Bagikan Postingan

Ilustrasi anak saleh.

Kincai Media, JAKARTA— Sesungguhnya kebaikan seseorang bakal terputus dengan kematiannya. Demikian pula aliran pahala yang terus diperbarui untuknya bakal terhenti, selain dalam beberapa perkara.

Hal itu lantaran orang yang telah meninggal tersebut menjadi karena lahirnya amal-amal itu. Anak yang saleh merupakan bagian dari hasil didikannya.

Demikian pula pengetahuan yang dia tinggalkan melalui pengajaran maupun karya tulis. Begitu juga perjuangan menjaga kaum Muslimin di jalan Allah dan infak jariyah, ialah wakaf.

Berikut penjelasan mengenai amal-amal tersebut.

1. Meninggal dalam keadaan berjaga perang di Jalan Allah SWT

Ribath adalah menetap di suatu tempat yang menjadi perbatasan antara kaum Muslimin dan pihak yang memusuhi mereka, dengan tujuan menjaga dan melindungi kaum Muslimin.

Rasulullah SAW bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Berjaga-jaga selama sehari semalam di jalan Allah lebih baik daripada berpuasa dan melaksanakan qiyam selama sebulan. Jika dia meninggal, kebaikan yang biasa dilakukannya bakal terus mengalir pahalanya, rezekinya tetap diberikan kepadanya, dan dia terlindungi dari fitnah.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

وَبَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ

“Allah bakal membangkitkannya pada hari Kiamat dalam keadaan kondusif dari ketakutan yang paling besar.” (HR Ibnu Majah, dinilai sahih)

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads