4 Golongan Terhindar Dari Neraka

Jan 09, 2026 07:57 PM - 5 bulan yang lalu 174741

Kincai Media , JAKARTA -- Semua orang Islam pasti mau masuk surga dan terhindar dari neraka. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ada empat golongan yang Allah haramkan untuknya tersentuh api neraka. Hadis yang diriwayatkan at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban itu memaparkan keempat golongan itu. Mereka masing-masing adalah orang yang mempunyai hayyin, layyin, qarib, alias sahl.

Hayyin berfaedah ketenangan lahir dan batin. Ciri-ciri golongan ini antara lain adalah kata-katanya meneduhkan dan sikapnya jauh dari amarah. Mereka bisa dan sigap mengontrol pikiran, perasaan, dan perbuatannya. Karakteristik hayyin bermulai dari hati. Seperti diisyaratkan dalam Alquran surah ar-Rad ayat 28. Artinya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Kelompok kedua adalah mereka yang berkarakter layyin. Karakteristik itu berfaedah lemah lembut alias sopan santun. Golongan ini dapat dikenali dari kecenderungannya yang enggan melukai orang lain, baik dengan lisan maupun perbuatan.

Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Beliau selalu menebar kasih sayang di tengah masyarakat. Nabi SAW bersabda, “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah bakal memberikan kepada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras, dan juga bakal memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya” (HR Muslim).

Golongan ketiga adalah pemilik sifat qarib. Itu bisa diartikan sebagai pribadi yang menyenangkan, hangat, dan akrab. Sikapnya tidak dingin. Seseorang yang qarib biasanya rendah hati dan tawaduk. Sebaliknya, sifat sombong hanya bakal menjauhkannya dari orang-orang.

Adapun golongan terakhir adalah sahl. Sifat itu dapat dimaknai sebagai ‘mudah’ alias ‘memudahkan.’ Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ajarkanlah, permudahlah, dan jangan mempersulit.” Seorang yang sahl tidak bakal memperumit persoalan. Semua diperlakukannya secara proporsional. Bagaimanapun, perihal itu tidak berfaedah menyepelekan masalah.

Jaga diri dan keluarga

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Demikian terjemahan Alquran surah at-Tahrim ayat keenam. Ketika ayat itu turun kepada Rasulullah SAW, Imam Ja'far As-Shadiq menceritakan, seorang sahabat menangis dan berkata, "Aku tidak bisa menguasai diriku dan sekarang diberi beban dengan keluargaku."

Mendengar keluhan itu, Nabi SAW bersabda, "Perintahkan keluargamu sebagaimana engkau diperintahkan. Ikuti dan cegah keluargamu sebagaimana engkau dilarang mengerjakan."

Imam Ali bin Abi Thalib menjelaskan makna ayat itu, "Didiklah diri dan keluargamu dengan perbuatan baik dan saleh." Allah Ta'ala secara tegas memerintahkan kita untuk mendidik diri sendiri dan family dengan ajaran-ajaran agama. Dengan begitu, terbentuklah suatu family Muslimin yang bertakwa.

Dampaknya bisa menjalar secara luas. Sebab, jika lembaga family baik, maka negara pun baik. Keluarga merupakan "negara kecil." Dalam arti, jika mau mewujudkan negara yang baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghafur, maka kita kudu mulai dari keluarga. 

Selengkapnya