Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 20 Oct 2026 13:30 WIB
Karakter orang dewasa yang tumbuh dengan akibat pujian anak penurut/Foto: Magnific.com
Anak penurut biasanya sering dipuji orang tua karena tidak terlalu merepotkan. Namun, entah itu karena mereka memang berperilaku baik maupun merasa tertekan, sehingga mereka belajar untuk tidak pernah membikin masalah.
Tak banyak diketahui bahwa pujian sebagai "anak penurut" tersebut bisa memiliki akibat tersendiri. Karena dianggap penurut maupun tidak bermasalah, mereka tidak jarang terabaikan saat orang tuanya sedang dilanda stres.
Akhirnya kebutuhan anak penurut tersebut terkadang tidak terpenuhi. Anak penurut yang terbiasa tidak membebankan orang lain, bisa mengembangkan karakter tertentu hingga mereka dewasa.
Melansir YourTango, berikut adalah karakter orang dewasa yang tumbuh dengan akibat pujian "anak penurut" di keluarga. Simak!
1. Suka Menghindari Konflik

Ilustrasi anak penurut/Foto: Magnific.com
Orang dewasa yang gemar menghindari perselisihan bisa terjadi karena mereka sering dipuji penurut sejak kecil. Orang tua mungkin beriktikad baik, tetapi sebenarnya hal itu tanpa disadari bisa meremehkan emosi anak.
Mereka seolah-olah memberi tahu anak bahwa mereka paling disukai saat bahagia. Lalu, saat anak merasa kecewa, mereka cenderung akan menghindari maupun membisu karena takut akan memperburuk keadaan.
2. Tidak Suka Meminta Apa pun

Ilustrasi anak penurut/Foto: Magnific.com
Anak penurut tumbuh menjadi sosok yang berdikari dan tidak gemar meminta pertolongan apa pun. Hal ini karena sejak kecil mereka terbiasa dengan pujian tidak pernah merepotkan seperti anak lainnya.
Alhasil, mereka menjadi tidak betah saat mesti meminta bantuan. Mereka akan berupaya mengerjakan segalanya sendiri, karena meminta pertolongan seperti membebankan orang lain. Padahal hal ini bisa berisiko buruk untuk kesehatan mental dan emosionalnya.
3. Mengabaikan Keinginannya Sendiri

Ilustrasi anak penurut/Foto: Magnific.com
Anak penurut terbiasa untuk berbuat apa yang orang lain inginkan. Mereka akan mengorbankan kebutuhannya sendiri demi menyenangkan orang lain.
Sebagai anak penurut, mereka berpikir bahwa mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri akan membikin hidup lebih gampang dan menjaga kedamaian. Padahal, kebutuhannya sendiri juga krusial untuk diutamakan.
4. Tidak Bisa Mengambil Keputusan Sendiri

Ilustrasi anak penurut/Foto: Magnific.com
Terakhir, anak-anak penurut sulit untuk memungut keputusan untuk dirinya sendiri. Hal ini karena mereka terbiasa menyenangkan orang lain.
Mereka merasa mesti menjalani hidup berdasarkan ekspektasi orang lain maupun orang tuanya sendiri. Padahal, itu bisa membuat kecewa karena yang dipilih tidak sesuai dengan hatinya.
Beauties, itu dia metode mengenali anak penurut di famili yang bisa dilihat dari karakternya saat dewasa. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.