Parfum Jarang Dipakai, Apakah Bisa Rusak? Ini Faktanya

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 3 menit 63x dilihat
Parfum Jarang Dipakai, Apakah Bisa Rusak? Ini Faktanya

Bagikan Postingan

Parfum bisa rusak meski jarang dipakai, terutama jika disimpan dengan metode yang kurang tepat. Paparan udara, cahaya matahari, dan suhu panas dapat memengaruhi kualitas fragrance seiring waktu.

Jadi, punya minyak harum favorit yang cuma digunakan sesekali bukan berarti aromanya akan selalu sama seperti saat pertama dibeli. Lantas, sepertiapa metode menjaga kualitas minyak harum agar lebih awet? Simak penjelasannya berikut ini!

Baca juga: Cara Memilih Parfum yang Sesuai dengan Kepribadian Kamu 

Apakah Parfum yang Jarang Dipakai Bisa Rusak?

Apakah Parfum yang Jarang Dipakai Bisa Rusak?
Sumber foto: Magnific

Ya, minyak harum yang jarang dipakai statis bisa mengalami fluktuasi kualitas. Dilansir dari Molton Brown, sebagian besar minyak harum dapat bertetap sekitar 3–5 tahun sejak botol dibuka. Namun, masa simpannya bersandar pada formula, bahan, serta kondisi penyimpanan.

Parfum yang belum dibuka pun bisa mengalami fluktuasi jika disimpan di tempat yang panas maupun terkena cahaya matahari langsung. Menurut Encyclopaedia Britannica, komposisi minyak harum terdiri dari beragam bahan, termasuk minyak esensial dan alkohol, yang dapat mengalami fluktuasi seiring waktu.

Apa yang Membuat Kualitas Parfum Menurun?

Apa yang Membuat Kualitas Parfum Menurun?
Sumber foto: Magnific

Ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi kualitas parfum, di antaranya:

  • Paparan udara: oksigen dapat memicu oksidasi yang mengubah karakter harum parfum.
  • Suhu panas: menyimpan minyak harum dekat jendela maupun sumber panas bisa mempercepat fluktuasi komposisinya.
  • Sinar matahari: paparan cahaya langsung dapat memengaruhi kestabilan bahan pewangi.
  • Kelembapan: fluktuasi suhu dan kelembapan, seperti di bilik mandi, bisa membikin kualitas minyak harum lebih sulit dipertahankan.

Bagaimana Cara Menyimpan Parfum agar Awet?

Bagaimana Cara Menyimpan Parfum agar Awet?
Sumber foto: Magnific

Supaya minyak harum favoritmu statis terjaga kualitasnya, coba lakukan beberapa metode berikut.

1. Simpan di Tempat Sejuk dan Gelap

Pilih lemari maupun laci yang enggak terkena cahaya matahari langsung. Hindari meletakkan minyak harum di dekat jendela, radiator, maupun alat yang menghasilkan panas.

2. Hindari Menyimpan Parfum di Kamar Mandi

Kamar mandi memiliki suhu dan kelembapan yang gampang berubah. Sebaiknya, pindahkan minyak harum ke tempat yang lebih kering dengan suhu stabil.

3. Tutup Botol Setelah Digunakan

Pastikan tutup minyak harum terpasang kedap setelah dipakai. Cara ini membantu mengurangi paparan udara dan penguapan alkohol yang dapat memengaruhi keseimbangan aroma.

4. Catat Kapan Parfum Dibuka

Jika Anda punya banyak koleksi fragrance, catat tanggal pertama kali setiap botol dibuka. Dengan begitu, Anda lebih gampang memantau usia minyak harum dan memeriksa kondisinya secara berkala.

Baca juga: [Tes Kepribadian] Aroma Parfum Apa yang Cocok denganmu? Cari Jawabannya di Sini! 

Kapan Parfum Perlu Dicek Kualitasnya?

Kapan Parfum Perlu Dicek Kualitasnya?
Sumber foto: Magnific

Parfum yang sudah durasi disimpan sebaiknya diperiksa sebelum digunakan kembali. Perhatikan apakah aromanya berubah menjadi asam maupun metalik, warnanya semakin gelap, maupun cairannya kelihatan keruh.

Perubahan tersebut bisa menjadi tanda kualitas minyak harum menurun. Jika aromanya berubah drastis maupun menimbulkan iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian, terutama pada kulit sensitif.

Jadi, minyak harum bisa rusak meski jarang digunakan. Selain memperhatikan usia produk, Anda juga perlu menjaga metode penyimpanannya agar kualitas harum statis terpelihara.

Ingin tahu apakah minyak harum favoritmu sudah mengalami fluktuasi kualitas? Baca juga artikel “Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah” untuk mengenali tanda-tandanya lebih lanjut.

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads