4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 10 menit 512x dilihat
4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

Bagikan Postingan

4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore/Foto: Instagram.com/teddysphotos

Empat musisi yang menjadi penampil pendukung untuk tur konser 'Loop' Ed Sheeran mengundurkan diri, Beauties. Keputusan ini mereka ambil sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama penampil pembuka, yaitu Macklemore. Sebelumnya, Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil tur Amerika Serikat Ed Sheeran usai memberitahu dukungannya pada Palestina.

Keempat musisi tersebut adalah Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham. Keempatnya kompak menyatakan dukungan terhadap Macklemore dan juga Palestina. Menurut laporan Billboard, saat ini tidak ada lagi musisi yang jadi penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram, Macklemore mengaku dirinya dicoret dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, menekan Ed Sheeran untuk mengeluarkan dirinya dari tur. Pada pertunjukkan pertama di Stadion MetLife, rapper dengan nama asli Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan mengklaim solidaritasnya terhadap penduduk Gaza.

Pernyataan panjang yang diunggah Macklemore di Instagram banjir dukungan, termasuk dari beragam musisi dunia. Beberapa hari kemudian, Ed Sheeran akhirnya angkat bicara soal Macklemore yang dicoret dari daftar penampil pembuka di konsernya.

Berikut berita terbaru yang perlu Anda ketahui.

4 Musisi Cabut dari Tur Ed Sheeran sebagai Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

Alunan gitar dari Finneas

Finneas/Foto: instagram.com/iheartfestival

Finneas, penyanyi yang dijadwalkan menjadi penampil pembuka di tur Ed Sheeran pada November mendatang, mengklaim mengundurkan diri dari tur tersebut, Selasa (15/9). 

"Para budayawan tidak boleh dibungkam saat mereka menyuarakan defensi bagi kaum tertindas," tulis Finneas di media sosialnya. "Saya telah memutuskan untuk mundur dari agenda tur aku berbareng Ed Sheeran yang akan datang. Saya berpihak pada Palestina dan rakyatnya."

Keputusan serupa diambil penyanyi asal Irlandia, Aaron Rowe. Ia dijadwalkan akan tampil di tur Ed Sheeran di 10 pagelaran di Amerika Utara. Ia mengatakan bahwa keputusannya bukanlah aksi gegabah. Menurutnya, Ed adalah sosok sahabat dan telah mengubah hidupnya. Namun, sebagai orang Irlandia, Rowe mengaku mereka sangat mengerti mengenai genosida.

“Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat mengerti mengenai genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan yang penuh kekerasan. Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi dominasi mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang menentang genosida oleh Israel dan menyoroti pembunuhan biadab terhadap anak-anak. Saya akan kehilangan rasa bakti terhadap diri sendiri jika terus bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Free Palestine,” tuturnya di akun Instagramnya.

Selanjutnya, band Irlandia, Beoga, merupakan band pengiring di tur Ed Sheeran. Menyusul cara Aaron Rowe, band tersebut mengumumkan bahwa mereka juga akan mundur dari tur AS sebagai bentuk protes pembungkaman Macklemore. 

“Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu, dan kami sangat menghargai kesempatan tersebut,” tulis mereka di media sosial. “Kami telah berkarib dengan Ed selama lebih dari 10 tahun dan akan terus menjalin persahabatan. Kami meyakini dialog sebagai sarana untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina.”

Lukas Graham, band musik pop dan soul asal Denmark, juga mengumumkan bahwa mereka mundur sebagai penampil pembuka di tur Ed Sheeran.

"Berat rasanya melihat orang-orang di bagian dunia lain memakamkan orang-orang yang mereka cintai. Kita seharusnya bisa berbicara tentang perang, tentang penduduk sipil yang terbunuh, tentang anak-anak yang berwajib untuk tumbuh dewasa. Di mana pun mereka tinggal. Bendera apa pun yang berkibar di atas mereka,” tulis vokalis utama Lukas Forchhammer di media sosial band tersebut. “Uang tidak memberi Anda kewenangan untuk memonopoli percakapan. Saldo bank seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara alias penderitaan mana yang boleh kita akui.”

Dicoretnya Macklemore dari penampil pembuka di konser Ed Sheeran karena menyerukan dukungan untuk Palestina menjadi dialog hangat di media sosial. Sederet artis dan musisi dunia memberitahu dukungan kepada Macklemore dan mengkritik sikap Ed Sheeran.

Ms Rachel, seorang pendidik anak sekaligus bintang YouTube, menulis di Instagram, "Ed Sheeran memiliki kesempatan untuk memberitahu bahwa kita tidak akan tunduk pada tekanan untuk menghukum orang-orang yang mendukung Palestina. Namun, dia justru mengalah kepada mereka yang menolak mengakui kenyataan yang sudah diketahui dunia. Genosida sedang terjadi di Gaza. Kita semua harus angkat bicara mengenai hal ini."

Selain itu, pemyanyi Kehlani yang dikenal lantang mendukung Palestina juga ikut berkomentar di unggahan Macklemore.

"BANYAK tempat pagelaran maupun pemiliknya yang bergabung dengan cara seperti ini. Sebuah kehormatan mengenalmu, Saudaraku," tulis Macklemore.

Ed Sheeran Buka Suara

Karakter Ed Sheeran yang berzodiak Aquarius

Ed Sheeran/Foto: Instagram @teddysphotos

Ed Sheeran buka bunyi soal Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil pembuka di turnya. Melalui akun Instagramnya, @teddysphotos, Sheeran membagikan pernyataan dalam format poin, Selasa (15/9). Sheeran mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa dia "sangat prihatin dengan bentrokan antara Israel dan Palestina".

"Saya sangat prihatin dengan bentrokan antara Israel dan Palestina. Penderitaan serta rasa sakit yang dialami oleh kedua belah pihak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ada terlalu banyak perang di seluruh dunia yang menimbulkan penderitaan tak terhingga, dan tidak ada satu pun yang dapat ditoleransi," tulis Sheeran, membuka pernyataannya.

Sheeran lampau mengatakan bahwa Macklemore meminta untuk bergabung dalam turnya tahun lampau dan dia menyetujuinya, karena dia menghargai sosoknya sebagai seorang seniman. Seperti halnya dengan semua penampil pendukung lainnya, Sheeran membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan mereka sendiri.

“Setelah penampilan Macklemore di konser aku di New Jersey, pihak eksekutor di letak tur aku berikutnya mengklaim akan membatalkan pagelaran jika dia statis menjadi penampil pendukung,” lanjutnya. “Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya.”

Sheeran melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia telah menghabiskan waktu sepekan terakhir untuk berkomunikasi dengan pihak stadion serta "para aktivis dari kedua belah pihak" dalam upaya menyatukan semua pihak yang terlibat.

"Keputusan pihak tempat acara dan promotor sudah final," tulis peraih empat penghargaan Grammy tersebut. "Saya telah menghabiskan minggu ini untuk mencoba menjembatani perbedaan dan mencari solusi, namun sayangnya, aku tidak berhasil melakukannya."

“Keputusan untuk menghentikan Macklemore dari tur adalah keputusan pihak promotor, bukan keputusan saya. Kontrak tur Macklemore dibuat dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” tambah Sheeran.

[Gambas:Instagram]

Lebih lanjut, Sheeran mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam hal ini. Ia juga menekankan bahwa dia memiliki alasan kenapa tidak menggunakan platform profesionalnya untuk berbicara soal politik. Ia mengatakan bahwa audiensnya mencakup anak-anak muda, apalagi sering kali anak-anak, dari beragam latar belakang. 

“Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai bentrokan yang menghancurkan ini. Hanya karena aku memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti aku tidak memilikinya, ataupun berarti aku tidak peduli. Hal itu juga tidak berarti aku tidak mendukung beragam perjuangan dengan cara aku sendiri yang berkarakter pribadi.

Ada alasan kenapa aku tidak menggunakan platform ahli aku untuk urusan politik—audiens aku mencakup kaum muda, apalagi sering kali anak-anak, dari beragam latar belakang. Mereka yang datang ke pagelaran aku tidak mengharapkan adanya forum politik.

Saya menghargai keteguhan hati Macklemore untuk bernada lantang demi apa yang dia yakini. Namun, ada ruang bagi beragam pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama: perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform aku sebagai tempat yang aman dan penuh perlindungan, untuk menjaga diplomasi serta membiarkan percakapan statis terbuka, bukan tertutup. Jika kita cuma berfokus untuk bernada paling lantang, tidak akan ada fluktuasi yang terjadi. Ada beragam cara untuk menjadi penggerak perubahan,” tulis Sheeran.

Penjelasan Macklemore soal Dirinya Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran

Macklemore

Macklemore/Foto: Instagram/macklemore

Macklemore menjadi penampil pembuka alias opening act untuk tur Ed Sheeran berjudul "Loop". Ia sempat tampil dua kali di Stadion MetLife pada 4 dan 5 September. Pada pertunjukkan pertama, rapper dengan nama asli Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan mengklaim solidaritasnya terhadap penduduk Gaza.

Tak cuma itu, Macklemore juga menampilkan beberapa gambar kehancuran di Gaza dan menyanyikan lagunya berjudul "Hind's Hall". Lagu tersebut mengisahkan soal para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia yang menduduki sebuah bangunan dan menamainya sebagai penghormatan bagi Hind Rajab, seorang anak berumur enam tahun yang tewas akibat aksi militer Israel.

"Salah satu alasan utama aku ingin berbuat tur ini sejak awal adalah agar aku bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat berarti bagi saya: 'Free Palestine'," ujarnya dalam pagelaran pertama di MetLife, dilansir dari Rolling Stone.

"Saya katakan, 'Free Palestine!' Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, agar orang-orang, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," tuturnya.

Di pagelaran kedua di MetLife, Macklemore balik menyerukan "Free Palestine". Ia menekankan tentang perdamaian dan kasih sayang agar semua umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara.

Dalam pernyataan eksklusif yang disampaikan kepada Rolling Stone, Messina Touring Group selaku promotor rangkaian tur "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat, mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan dari pihak pengelola letak konser untuk agenda tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore turut tampil dalam daftar pengisi acara.

"Hal ini akan berujung pada pembatalan tur dan berakibat pada ratusan ribu penggemar. Setelah berbincang dengan para pemangku kepentingan, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam agenda konser pendukung yang tersisa," ungkapnya.

Macklemore mengungkapkan apa yang terjadi melalui unggahan yang cukup panjang di akun Instagramnya. Macklemore mengatakan bahwa setelah sepekan berbuat "pembicaraan yang sulit" dengan Ed Sheeran, mereka akhirnya berujung pada perbedaaan gagasan yang membikin Macklemore dicoret dari daftar penampil.

Macklemore mengklaim bahwa dia dikeluarkan dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, berbuat upaya untuk menekan Sheeran.

"Ed memberi tahu aku bahwa Kraft mengatakan aku tidak diizinkan tampil di stadion miliknya," tulis Macklemore melalui akun Instagramnya @macklemore, Selasa (15/9).

"Ed juga mengatakan bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberikan ultimatum kepadanya: jika Macklemore statis ikut dalam tur, Anda [Ed Sheeran] tidak akan diizinkan tampil di tempat kami," lanjut Macklemore.

Macklemore dijadwalkan tampil dalam delapan dari sepuluh pagelaran tersisa pada rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat, yang akan balik digelar pada hari Jumat, 19 September 2026, di Philadelphia. Lokasi-lokasi yang dikabarkan keberatan dengan kedatangan sang rapper tersebut meliputi: Lincoln Financial Field di Philadelphia; Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte, Carolina Utara; AT&T Stadium di Arlington, Texas; serta Raymond James Stadium di Tampa, Florida.

[Gambas:Instagram]

Dilansir dari Rolling Stone, dalam pernyataannya sendiri, Kraft membenarkan keputusannya untuk melarang Macklemore tampil di Gillette. Ia mengklaim bahwa keputusan itu didasarkan pada "tindakan-tindakannya baru-baru ini, materi yang disampaikan dari atas panggung selama pagelaran Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam bekas retorika dan gambaran antisemit yang menurut kami sangat menyinggung dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi." Namun, Kraft tidak menanggapi klaim bahwa dia juga "menggalang" pemilik stadion lain untuk turut menekan Sheeran agar mengeluarkan Macklemore.

Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan bahwa dia memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Tapi dia mengkritik penyanyi asal Inggris tersebut karena tidak adopsi sikap tegas.

"Mengambil sikap bisa ada harganya. Uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, pagelaran pribadi, hubungan, dan akses. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun, tidak ada posisi netral antara pihak penindas dan pihak yang tertindas," tulisnya.

"Dia [Ed Sheeran] mengatakan kepada aku bahwa frasa 'Free Palestine' (Bebaskan Palestina) dan gambar bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh banyak orang yang berbicara dengannya. Saya katakan kepadanya bahwa jika kata-kata itu dianggap lebih menyinggung emosi dibandingkan tewasnya puluhan ribu anak-anak Palestina akibat ulah Israel, maka ada perbedaan hakikat yang mendasar antara pandangan orang-orang tersebut dan pandangan saya. Namun, dia tidak bisa melepaskan diri dari sikap publiknya yang menyatakan, 'Saya tidak memihak'," tambah Macklemore.

Macklemore menegaskan bahwa meskipun dia cuma tampil dalam dua pagelaran selama tur tersebut, jika kata-katanya berhasil mengembalikan percakapan publik ke isu Palestina, maka itu adalah tur paling berhasil yang pernah dia jalani.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads