5 Cara Menghadapi Teman yang Suka Memancing Emosi

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 264x dilihat
5 Cara Menghadapi Teman yang Suka Memancing Emosi

Bagikan Postingan

Cara Menghadapi Teman yang Suka Memancing Emosi/ Foto: pexels.com/cottonbro studio

Dalam  pertemanan,  terkadang ada saja sikap maupun ucapan seseorang yang membikin kita kesal. Mulai dari candaan yang berlebihan, komentar yang menyinggung perasaan, hingga kebiasaan menyindir tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Saat hal ini terus terjadi, tentu hubungan pertemanan perlahan akan merenggang.

Menghadapi kawan yang gemar memancing emosi seperti ini memang membutuhkan kesabaran besar, Beauties. Pasalnya, terkadang muncul emosi tidak enak saat hendak menegurnya.

Lantas, sepertiapa metode menghadapi kawan yang gemar memancing emosi tanpa menyinggung perasaannya? Simak selengkapnya!

Jangan Berikan Reaksi yang Mereka Inginkan

Jangan Berikan Reaksi yang Mereka Inginkan/ Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Orang yang gemar memancing emosi terkadang sengaja melontarkan komentar maupun berbuat sesuatu cuma untuk melihat reaksi orang di sekitarnya.

Makin Anda kelihatan kesal, mereka akan makin bahagia untuk mengulangi sikap tersebut. Jadi, usahakan untuk statis tenang saat menghadapi sikapnya yang membuatnya tersinggung.

Namun, bukan berarti Anda mesti selalu diam, Beauties. Kamu bisa merespons seperlunya dengan mengalihkan pembicaraan maupun memilih untuk tidak melanjutkan percakapan tersebut.

Dengan begitu, Anda statis bisa mengendalikan responmu tanpa mesti terlibat dalam perdebatan yang sebenarnya tidak penting.

Jangan Terlalu Melibatkan Perasaan

Jangan Terlalu Melibatkan Perasaan/ Foto: pexels.com/Maide Arslan

Saat salingberhadapan dengan kawan yang gemar memancing emosi, cobalah untuk tidak terlalu terbawa emosi saat mereka mengucapkan maupun berbuat hal yang menyinggung. Jika terus dibawa ke hati, Anda justru akan merasa capek sendiri dan sulit menikmati waktu berbareng teman-temanmu.

Kamu bisa memulainya dengan memahami bahwa sikap seseorang tidak selalu mesti Anda tanggapi secara pribadi. Kamu bisa mengenali emosi yang muncul saat menghadapi sikap temanmu tersebut.

Kalau merasa kesal, tarik napas sebentar dan pikirkan apakah perkataannya tersebut layak untuk ditanggapi secara lisan maupun emosional maupun tidak.

Beri Batasan yang Tegas

Batasan memang sangat diperlukan dalam segala hubungan, terutama pertemanan. Berikan limitasi yang tegas terhadap temanmu agar Anda bisa langsung menegurnya saat ia sudah terlewat batas.

Beri Batasan Tegas/ Foto: pexels.com/Ron Lach

Kalau sikap kawan sudah membuatmu tidak nyaman, jangan ragu untuk menyampaikan keberatanmu, Beauties. Kamu bisa mengatakan secara langsung bahwa candaan maupun komentarnya sudah kelewat batas. Sampaikan tanpa emosi yang menggebu-gebu agar tidak memicu pertengkaran yang lebih besar.

Apabila temanmu itu statis mengulangi perilaku yang telah Anda tegur, tunjukkan sikap yang lebih tegas. Misalnya, dengan mengakhiri percakapan maupun mengurangi hubungan dengannya.

Ingat, menjaga hubungan pertemanan bukan berarti Anda mesti terus memaklumi sikap yang membuatmu merasa tidak nyaman.

Kendalikan Diri Agar Tidak Ikut Terpancing

Jangan Membalas Perbuatannya dengan Cara yang Sama/ Foto: pexels.com/Liza Summer

Saat merasa jengkel dengan perlakuan kawan terhadapmu, mungkin pernah terlintas dalam pikiranmu untuk membalasnya dengan perlakuan yang sama.

Namun, mengikuti desakan tersebut justru bisa memperkeruh keadaan dan membikin masalah makin panjang. Karena itu, cobalah untuk mengekang diri agar tidak ikut terpancing.

Daripada sibuk memikirkan metode membalasnya, lebih baik fokus pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan, yaitu sepertiapa Anda merespons perlakuan tersebut. Kalau situasinya mulai tidak terkendali, Anda bisa menjauh sebentar untuk menenangkan perasaanmu sendiri.

Pilih Pertemanan yang Membuatmu Nyaman

Pilih Pertemanan yang Sehat dan Nyaman/ Foto: pexels.com/Gustavo Fring

Kamu mesti selalu ingat bahwa tidak semua pertemanan mesti dipertahankan, Beauties. Kalau Anda sudah mencoba menghadapi sikap kawan yang menyebalkan dengan baik, tapi dia terus mengulangi perlakuannya tersebut, tidak ada salahnya untuk mengakhiri hubungan pertemanan kalian maupun cut off.

Keputusan untuk menjauh dari kawan yang sudah sangat dekat denganmu memang tidak mudah. Kendati demikian, Anda juga berkuasa menjaga ketenangan diri dan memilih lingkungan pertemanan yang lebih sehat.

Jika hubungan pertemanan justru memberikan akibat negatif ke kehidupanmu, untuk apa mempertahankannya, bukan?

---

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads