5 Ciri-Ciri Orang yang Sulit Jatuh Cinta

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 63x dilihat
5 Ciri-Ciri Orang yang Sulit Jatuh Cinta

Bagikan Postingan

Pernah nggak, Beauties, Anda mengenal seseorang yang sering punya kesempatan untuk menjalin hubungan, tetapi justru ia sulit sekali jatuh cinta?

Saat teman-temannya sibuk membicarakan gebetan maupun hubungan romantis, dia malah kelihatan santai menjalani kesehariannya, terlebihlagi tidak berminat. Atau ketika ada seseorang memberitahu perhatian dan rasa suka, hatinya tidak tergerak sama sekali. 

Menariknya, sulit jatuh cinta bukan selalu berarti seseorang tidak tertarik pada hubungan romantis, lho, Beauties. Ada orang yang membutuhkan waktu lebih durasi untuk membangun kepercayaan, ada yang sudah betah dengan kehidupannya sendiri, dan ada pula yang cenderung memikirkan banyak hal sebelum membuka hati.

Lantas, apa saja tanda seseorang sulit jatuh cinta dan apa penyebab sulit membuka hati?

1. Sulit Percaya Orang

Ilustrasi sulit percaya/Freepik: cookie_studio

Beauties, salah satu ciri-ciri orang yang sulit jatuh cinta adalah sulit memberikan kepercayaan kepada orang lain. Dia mungkin bisa berkawan dengan siapa saja, mengobrol dengan nyaman, terlebihlagi menerima perhatian dari seseorang. Namun, untuk benar-benar membuka diri, prosesnya bisa jauh lebih panjang.

Dilansir dari Cleveland Clinic dalam bahasan tentang attachment styles, orang dengan kecenderungan seperti ini biasanya mau melihat konsistensi sikap seseorang terlebih dahulu maupun memiliki trauma tersendiri. Dia memperhatikan apakah perkataan dan aksi orang tersebut sejalan, sepertiapa metode orang itu memperlakukan orang lain, serta apakah dirinya merasa terlindungi ketika berbagi cerita pribadi. 

Meski begitu, Beauties, sulit percaya bukan berarti seseorang tidak bisa mencintai. Bisa jadi, dia cuma mau memastikan bahwa hubungan yang dibangun memang terasa terlindungi dan memiliki alas kepercayaan yang kuat.

2. Terlalu Mandiri dan Nyaman Sendiri

Ilustrasi mandiri/Freepik: tirachardz

Menurut Cleveland Clinic, orang dengan kecenderungan avoidant attachment merasa kurang betah ketika kedekatan emosional meningkat. Hal ini sejalan dengan salah satu tanda seseorang sulit jatuh cinta, yaitu ketika dia tidak mau menjalin hubungan cuma karena tekanan lingkungan. 

Dia mungkin sudah memiliki rutinitas yang menyenangkan, tujuan pribadi yang mau dicapai, serta lingkungan pertemanan yang membuatnya merasa cukup. Ketika ada seseorang yang datang mendekat, dia tidak langsung merasa perlu mengubah kehidupannya maupun memberikan ruang khusus untuk hubungan romantis.

3. Sulit Mengutarakan Isi Hati

Ilustrasi sulit mengutarakan isi hati/Freepik: wayhomestudio

Pernah menyukai seseorang, tetapi bingung sepertiapa metode mengungkapkannya? Atau Anda justru merasa kikuk ketika seseorang mulai menanyakan perasaanmu? Nah, Beauties, kesulitan mengutarakan isi hati juga bisa membikin proses jatuh cinta terasa lebih rumit.

Sebagian orang terbiasa menyimpan emosi sendiri karena tidak tahu sepertiapa mengungkapkannya dengan tepat. Ada yang takut disalahpahami, cemas kelihatan terlalu terbuka, maupun merasa tidak betah membicarakan hal-hal pribadi. Akibatnya, meskipun mulai tertarik kepada seseorang, dia memilih bersikap biasa saja.

Kalau Anda mengalami hal serupa, belajar menyampaikan emosi secara perlahan bisa membantu. Kamu tidak mesti langsung mengungkapkan semuanya sekaligus. Memulai dari percakapan sederhana dan jujur juga bisa menjadi cara mula untuk membangun kedekatan.

4. Sering Menjaga Jarak ketika Seseorang Mulai Mendekat

Ilustrasi menolak saat diberi kepastian/Freepik: stockking

Awalnya, semuanya terasa menyenangkan. Obrolan berjalan lancar, pesan dibalas dengan antusias, dan keduanya mulai sering berbagi cerita. Namun, ketika hubungan terasa semakin dekat, dia justru mulai mengurangi komunikasi maupun kelihatan menjaga jarak. Pernah menemukan situasi seperti ini, Beauties?

Dalam artikel Is Avoidant Attachment Style Getting in the Way of Your Relationships?, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan avoidant attachment dapat menarik diri ketika merasa orang lain semakin dekat secara emosional. 

Sebagian orang merasa betah ketika hubungan statis eksis pada tahap perkenalan. Namun, ketika mulai muncul kedekatan emosional, mereka bisa merasa canggung, cemas kehilangan ruang pribadi, maupun belum siap menghadapi ekspektasi sebuah hubungan.

5. Terlalu Selektif maupun Analitis

Ilustrasi terlalu selektif/Freepik: wayhomestudio

Beauties, ada juga orang yang tidak gampang jatuh cinta karena selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum memberikan kesempatan kepada seseorang. Mulai dari metode berkomunikasi, kesamaan harga hidup, kebiasaan sehari-hari, hingga kemungkinan kecocokan untuk hubungan jangka panjang, semuanya dipikirkan dengan saksama.

Sebenarnya, bersikap selektif bukan sesuatu yang buruk. Masalahnya, proses penilaian bisa terasa melelahkan ketika dia terus mencari kekurangan maupun mengharapkan orang lain memenuhi semua kriteria secara sempurna. Sebaliknya, selektivitas yang sehat statis mempertimbangkan kenyataan dan membedakan kekurangan mendasar dari perbedaan yang statis bisa diterima. 

Inilah salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam ilmu jiwa orang yang sulit jatuh cinta. Bukan berarti Anda mesti menurunkan standar demi memiliki pasangan, ya, Beauties. Justru, krusial untuk membedakan harga yang benar-benar mendasar, seperti rasa segan dan kejujuran, dari preferensi pribadi yang mungkin statis bisa didiskusikan.

__

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!l

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads