Membacakan dongeng bisa menjadi langkah belajar sekaligus bermain yang menarik untuk Si Kecil. Salah satunya dengan beragam pilihan dongeng dinosaurus kocak dan seru nih, Bunda.
Dikutip dari laman Psychology Today, dongeng dapat menumbuhkan khayalan anak dan mengajarkan mereka tentang kehidupan nyata. Para master sepakat bahwa pengaruh keseluruhannya sebagian besar positif.
Dongeng diyakini dapat memberi anak-anak ruang untuk mengembangkan imajinasi, sekaligus mengajarkan mereka langkah berinteraksi dengan orang-orang dalam kehidupan nyata.
Meskipun dongeng sering kali mengandung tema-tema yang tidak realistis, secara keseluruhan berpotensi mempunyai pengaruh positif pada perkembangan anak.
Penelitian lain dalam jurnal Psychology of Well-Being menunjukkan bahwa penggunaan strategi naratif dan bercerita, seperti dongeng, dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.
Studi tersebut juga menemukan bahwa dongeng mempunyai pengaruh positif pada penerimaan diri dan mental seseorang.
Menurut peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, G. Reid Lyon, Ph.D, faedah lain seperti peningkatan keahlian logika dan menurunkan stres juga signifikan.
"Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon, seperti dikutip dari Parents.
Dongeng dinosaurus kocak dan seru untuk anak
Si Kecil suka dinosaurus, Bunda? Nah, berikut beberapa pilihan dongeng dinosaurus kocak dan seru yang bisa dibacakan seperti dikutip dari beragam sumber:
1. Lito, Dinosaurus Kecil yang Penyabar
Dongeng ini dikutip dari kitab Dongeng Pengantar Tidur oleh Nurul Imani:
Dahulu kala, bumi dihuni oleh beragam macam dinosaurus. Ada dinosaurus pemakan daging, ada juga dinosaurus pemakan tumbuhan. Ada dinosaurus yang besar, ada juga dinosaurus yang kecil.
Suatu hari, hiduplah seekor dinosaurus berjulukan Lito. Lito adalah dinosaurus yang pandai dan cerdik.
Namun, dia mempunyai tubuh kecil, berbeda dengan teman-teman sejenisnya yang bertubuh besar.
Karena tubuhnya kecil, Lito sering diejek oleh teman-temannya. "Lito, tubuhmu itu lemah dan mini sekali! Dinosaurus yang lebih besar pasti sangat mudah memangsamu! Hahaha!" ejek Jordana, kawan Lito.
Mendenger hinaan dari temannya, Lito tidak membalas. Ia hanya tak bersuara mendengar hinaan dari teman-temannya.
Keesokan harinya, Lito tetap menjadi bahan hinaan teman-temannya. "Hei dino kecil! Kapan Anda tumbuh besar? Hahaha! Kamu pasti sangat mudah dimakan oleh T-Rex si pemangsa! Hahaha!" kata Lanca kawan Lito.
Lagi-lagi Lito hanya tak bersuara dan tidak membalas. Karena sering diejek, Lito menjadi sangat sedih.
Ia mengadu pada ibunya. "Ibu, saya mau punya tubuh besar seperti teman-temanku!" kata Lito sembari menangis.
"Kenapa Anda mau punya tubuh besar? Kamu kan sudah pandai dan cerdik?" kata ibu Lito.
"Kata mereka jika badanku kecil, saya bakal mudah dimakan T-Rex," jelas Lito sembari merengek.
"Kalau begitu, Anda kudu makan banyak dan sering berolahraga!" kata ibunya.
"Sungguh? Apakah setelah makan banyak dan olahraga, tubuhku bakal besar seperti teman-temanku yang lain?" tanya Lito tidak percaya.
"Tentu saja, asal Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh," kata ibunya memberi semangat.
Sejak saat itu, Lito makan sangat banyak. Semua tumbuhan dia makan dengan lahap. Tak lupa Lito juga giat olahraga. Ia berupaya sungguh-sungguh untuk membesarkan tubuhnya.
Namun sudah beberapa bulan Lito berolahraga dan makan banyak, tubuhnya tetap tetap kecil. Lito semakin sedih dan putus asa.
Lito pun mengeluh lagi kepada ibunya. "Ibu! Aku sudah makan banyak dan giat olahraga, tapi kenapa tubuhku tetap kecil?" tanya Lito sedih.
Ibunya coba menghibur Lito. "Lito anakku, jika Anda sudah berupaya sungguh-sungguh tapi keinginanmu belum terpenuhi, berfaedah kita kudu sabar dan ikhlas. Siapa tahu suatu saat kelak kelemahanmu bakal menjadi kelebihanmu. Kamu kudu tetap bersyukur!" kata ibunya.
Mendengar perkataan ibunya, Lito kembali antusias dan tidak lagi bersedih. Lito pun selalu tersenyum dan sabar saat Jordana, Lanca dan teman-temannya yang lain tetap sering mengejek.
Suatu hari, terjadi hujan meteor yang berbentuk bola api. Pohon-pohon terbakar dan semua tempat dipenuhi api.
Semua dinosaurus lari ketakutan sembari berupaya menyelamatkan diri. Tapi tidak ada tempat berlindung yang muat untuk dinosaurus bertubuh besar, sehingga mereka hanya bisa berlari menghindari meteor yang berjatuhan.
Alhasil, banyak dinosaurus yang terluka parah apalagi meninggal lantaran terkena meteor. Jordana, Lanca dan teman-teman Lito yang lain juga terluka parah.
Tubuh mereka yang terlalu besar tidak muat untuk masuk ke tempat persembunyian.
Meski terluka cukup parah, Jordana, Lanca dan teman-teman Lito yang lain tetap selamat. Beruntung, Lito mempunyai tubuh kecil.
Dengan tubuh kecilnya, Lito bisa berlindung dan berlindung di mana saja. Saat meteor berjatuhan, dia langsung bisa berlindung di dalam gua kecil.
Sedangkan teman-temannya yang bertubuh besar tidak bisa masuk lantaran ukuran tubuhnya terlalu besar. "Syukurlah tubuhku mini sehingga saya bisa berlindung di dalam gua ini!" kata Lito lega.
Meski selamat dari serangan meteor dan tidak luka sedikit pun, Lito merasa sedih lantaran tidak bisa menolong teman-temannya.
Setelah hujan meteor reda, Lito langsung mencari ayah ibunya. Untungnya mereka selamat.
Lito juga tidak lupa menjenguk Jordana, Lanca, dan teman-teman lain yang sedang terluka parah. "Hai, teman-teman! Bagaimana keadaan kalian?" tanya Lito cemas.
"Kami terluka parah, tapi untungnya tetap selamat," jawab Jordana.
"Maafkan saya lantaran tidak bisa menolong kalian!" kata Lito bersedih.
"Tidak apa-apa, Lito! Ini lantaran tubuh kami yang terlalu besar, sehingga susah untuk mencari tempat berlindung!" kata Lanca menenangkan Lito.
"Maafkan kami juga ya, Lito. Karena kami sering mengejek tubuhmu yang kecil. Padahal tubuh kecilmu itulah yang membawa keberuntungan." kata Jordana menyesal.
"Iya Lito, maafkan kami, ya! Kami sangat menyesal telah mengejekmu. Kamu kudu mensyukuri tubuhmu yang mini lantaran itulah kelebihanmu!" kata Lanca.
"Sejak awal saya sudah mengampuni kalian, teman-teman. Mulai sekarang saya bakal semakin mensyukuri tubuhku yang mini ini!" kata Lito senang.
Sejak saat itu, Lito sangat mensyukuri apapun yang dimilikinya, termasuk tubuh kecilnya. Karena tubuh kecilnya itu Lito terlihat unik dan spesial di antara teman-temannya yang lain.
2. Dash dan Bintang-bintang yang Berbisik
Dongeng dinosaurus kocak dan seru ini dikutip dari laman Sleepy Stories:
Pada suatu waktu, di perbukitan yang berkabut, hiduplah seekor dinosaurus muda berjulukan Dash. Dash adalah dinosaurus yang berleher panjang dan berhati lembut.
Ia tinggal berbareng keluarganya, para Diplodocus, yang menghabiskan hari dengan menyantap daun-daun dari pohon yang tinggi.
Dash sangat suka bermain. Setiap pagi saat mentari terbit, dia melangkah menjauh dari kelompoknya untuk mencari hal-hal baru.
Ia senang memandang kembang mekar, mendengar bunyi sungai, dan menyaksikan burung-burung beterbangan.
Suatu sore, setelah berpetualang, Dash naik ke bukit kesukaannya. Dari sana, dia memandang suasana mentari terbenam yang sangat indah.
Langit berwarna merah muda dan ungu serta bintang-bintang mulai bermunculan. Dash duduk tenang, menikmati suasana malam.
Saat bintang bertambah banyak, Dash menatap langit dan membayangkan berada di sana. Ia sering berbincang pada bintang, tapi tidak pernah berambisi mendapat jawaban.
Malam itu, udara sangat tenang. Dash menutup mata dan mendengarkan. Tiba-tiba, dia mendengar bunyi lembut seperti bisikan.
Dash membuka mata. Bintang-bintang tampak berkilau lebih terang. Lalu terdengar suara, "Dash, terima kasih sudah memandang kami malam ini."
Dash terkejut. "Siapa itu?" tanyanya pelan.
"Kami adalah bintang," jawab bunyi itu lembut. "Kami melihatmu setiap malam. Jika Anda mendengarkan dengan hati, Anda bisa mendengar kami."
Dash merasa bingung dan bertanya, gimana caranya untuk bisa mendengar bisikan bintang.
"Diamlah dan dengarkan dengan hati. Kami berbisik pada siapa saja yang mau mendengarkan. Kami bercerita tentang kisah alam semesta, planet, komet dan bumi yang jauh. Mau mendengarkan?" tanya bintang.
"Ya!" kata Dash.
Bintang-bintang mulai bercerita tentang bumi di masa lalu, tentang laut, tumbuhan, dan perubahan dunia. Dash membayangkan semuanya dengan penuh semangat.
"Kami memandang semua. Kami bercahaya lebih terang saat Anda melakukan baik dan menemanimu saat Anda merasa sendiri." ujar bintang.
Dash pun sekarang merasa tidak kesenyapan lagi. Ia tersenyum membayangkan mimpinya untuk bisa terbang ke langit.
Bintang-bintang terus bercerita tentang komet, planet, dan galaksi yang indah. Dash sangat terpesona.
Keesokan harinya, Dash menceritakan pengalaman seru itu ke teman-temannya. Awalnya, teman-temannya tidak percaya. Tapi Dash tetap membujuk mereka mencoba mendengarkan.
Hampir setiap hari Dash kembali ke bukit. Kadang bintang bercerita, kadang hanya bernyanyi. Perlahan, dinosaurus lain ikut datang dan belajar mendengarkan.
Dash dikenal sebagai Pendengar Mimpi. Ia mengajarkan semua untuk tenang, sabar, dan percaya.
Setiap tahun, mereka merayakan pagelaran saat komet melintas. Mereka menyanyi berbareng bintang, dipimpin oleh Dash.
3. Dippy dan Lembah Kebaikan yang Bermekaran
Pada suatu waktu, di sebuah negeri dengan pepohonan rindang, hiduplah dinosaurus mini berjulukan Dippy.
Ia adalah diplodocus muda berwarna hijau, berleher panjang, dan penuh rasa mau tahu. Dippy tinggal di lembah bagus berjulukan Dinorise.
Suatu pagi yang cerah, Dippy bangun dengan semangat tinggi. Ia mau mencoba melangkah lebih jauh dari biasanya, berambisi bisa menemukan air terjun alias gua rahasia.
Saat berjalan, Dippy mendengar bunyi tangisan mini dari semak. Ia menemukan seekor triceratops mini yang terjebak di tanaman merambat.
"Jangan khawatir, saya bakal membantumu," kata Dippy. Dengan hati-hati, dia membebaskan temannya. Ajaibnya, bunga-bunga oranye langsung bermekaran di tempat itu.
Dippy terkejut. "Apa ini lantaran saya membantu dinosaurus lain?" pikirnya. Mereka pun senang memandang kembang yang indah.
Mereka melanjutkan perjalanan dan memandang pterosaurus mini kesulitan mengambil buah di pohon.
Dippy kemudian membantu dinosaurus mini itu mengambil buah dengan menggunakan leher panjangnya. Setelah buah itu berjatuhan, kembang ungu mekar lagi.
Dippy mulai sadar, setiap dia melakukan baik, bunga-bunga bagus bakal tumbuh di sekelilingnya. Ia pun terus membantu: berbagi makanan, menolong kawan yang tersesat, dan membersihkan jalan.
Setiap kebaikan membikin kembang baru bermekaran. Ada kembang warna pink, biru, dan juga putih. Bunga-bunga elok ini mulai menghiasi sebagian besar lembah.
Semua dinosaurus mulai memperhatikan. Lembah menjadi lebih bagus dan harum.
Suatu hari, Dippy membantu styracosaurus mengambil batu kesayangannya. Bunga kuning pun tumbuh di sekitarnya.
Kabar tentang Dippy menyebar. Banyak yang datang memandang bunga-bunga itu. Tapi Dippy membantu bukan lantaran bunga, melainkan lantaran dia senang melakukan baik.
Suatu sore, Dippy membantu dinosaurus mini yang kedinginan dengan daun hangat. Bunga biru berbentuk bintang pun muncul.
Ia sadar, keajaiban bukan hanya bunga, tapi kebahagiaan yang muncul dari kebaikan.
Keesokan harinya, semua dinosaurus berkumpul memandang lembah penuh bunga. Ada seekor dinosaurus yang kemudian berkata, "Kamu mengingatkan kami untuk selalu melakukan baik."
Sejak itu, semua dinosaurus saling membantu. Di mana ada kebaikan, di situ kembang tumbuh.
Dippy terus berpetualang dan membantu banyak makhluk. Ia juga menolong hewan kecil, membangun rumah, dan menjaga telur sampai menetas. Setiap kebaikan membikin kembang bermekaran.
Akhirnya, Dippy pergi keluar lembah untuk mencoba menyebarkan kebaikan di tempat lain. Di mana pun dia pergi, kembang tumbuh dan membawa kebahagiaan.
Saat kembali, dia disambut meriah. Lembah dan area di sekitarnya pun sekarang menjadi penuh kembang dan kebahagiaan.
4. Petualangan Daisy dan Awan
Pada suatu waktu, di negeri hijau yang indah, hiduplah dinosaurus mini berjulukan Daisy. Ia dikenal sangat baik hati, punya leher panjang, dan senang eksplorasi.
Selain itu, Daisy juga sangat suka memandang awan di langit.
Suatu pagi, Daisy memandang awan putih turun sangat rendah. Ia mendekat dan menyapa. "Halo!" katanya.
"Namaku Nimbus. Aku tersesat dan tidak bisa naik ke atas lagi," jawab awan itu.
Daisy mau membantu. Ia membujuk Nimbus ke bukit yang tinggi. Mereka melangkah sembari bercerita tentang bumi dan langit.
Di bukit, Nimbus mencoba naik. Awalnya gagal, tapi Daisy menyemangati. Akhirnya, dengan support angin, Nimbus sukses terbang lagi.
Tapi Nimbus tetap mau bermain dengan Daisy. Mereka pun menghabiskan hari bersama, memandang alam dan belajar banyak hal.
Saat sore, sudah tiba waktunya bagi Nimbus untuk kembali ke langit. Daisy sedih, tapi mereka berjanji bakal saling menyapa setiap hari.
Sejak itu, Daisy dan Nimbus tetap berteman. Mereka saling berbagi cerita, tentang rimba dan juga benda-benda di langit.
Suatu hari, Nimbus membawa hujan. Daisy senang lantaran hujan membantu semua dinosaurus dan juga makhluk-makhluk hidup lainnya.
Nimbus juga memperkenalkan saudarinya, Cirra. Mereka bertiga bermain dan belajar bersama. Daisy sadar, ini adalah persahabatan yang indah.
Meski kadang berjauhan, Daisy dan Nimbus tetap saling mengingat.
Setiap hari, mereka terus belajar dan berbagi kisah, menikmati petualangan bersama.
5. Terry dan Petualangan Gunung Berapi
Dongeng dinosaurus kocak dan seru untuk anak sebelum tidur ini dikutip dari Oh My Tales!: Bedtime Stories for Kids:
Pada suatu waktu, di negeri dinosaurus, hiduplah triceratops ramah berjulukan Terry. Ia suka menjelajah rimba dan bermain dengan teman-temannya.
Suatu hari, dia mendengar bunyi gemuruh dari gunung berapi. Terry mendekat dan memandang teman-temannya yang berjulukan Rex, Stevie, dan Pippa, terlihat khawatir.
"Ada apa?" tanya Terry.
"Gunung berapi bakal meletus! Kita kudu mencari tempat aman," kata Rex.
"Kita cari gua, yuk!" kata Stevie.
"Cepat, lava bisa mengejar kita!" tambah Pippa.
Terry berkata, "Ikuti aku!". Kemudian mereka semua berlari melewati hutan.
Akhirnya, mereka menemukan gua di tebing. "Kita kondusif di sini," kata Terry.
Di dalam gua, mereka mendengar bunyi gunung berapi. Terry memandang lava dari kejauhan.
Stevie bertanya, "Kenapa gunung berapi meletus?".
Terry menjawab, "Karena magma panas dari dalam bumi keluar. Itu sangat panas dan berbahaya".
"Kenapa bisa begitu?" tanya Pippa.
"Itu untuk mengeluarkan tekanan dari dalam bumi," jelas Terry.
Rex bertanya, "Apa bakal terus meletus?".
"Tidak," kata Terry. "Nanti bakal berakhir dan lava bakal mengeras".
Mereka pun menunggu sembari bermain bersama. Akhirnya, bunyi gemuruh berhenti. "Sudah selesai!" kata Terry.
Mereka keluar dan memandang rimba berubah, tapi mereka tahu alam bakal pulih lagi.
Mereka pulang dengan senang dan bersyukur.
Sejak itu, mereka tahu bahwa dengan keberanian dan persahabatan, mereka bisa menghadapi apa pun bersama.
Itulah beragam pilihan dongeng dinosaurus kocak dan seru untuk anak sebelum tidur. Mana dongeng favorit Si Kecil nih, Bunda?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·