5 Hiasan Dunia

Jul 02, 2026 08:25 AM - 3 hari yang lalu 4516

Kincai Media , JAKARTA -- Dunia ini hanyalah sementara. Namun, umat Islam diajarkan untuk tidak mengabaikan potensi dan keahlian amal mereka dalam menjalani kehidupan di dunia.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menggambarkan bumi ini sebagai bustan (taman). Beliau bersabda:

الدُّنْيَا بُسْتَانٌ زُيِّنَتْ بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ: عِلْمُ الْعُلَمَاءِ وَعَدْلُ الْأُمَرَاءِ وَعِبَادَةُ الْعُبَّادِ وَأَمَانَةُ التُّجَّارِ وَنَصِيحَةُ الْمُحْتَرِفِينَ

Berdasarkan sabda itu, ada lima perhiasan "taman" dunia. Pertama, para ulama. Mereka berilmu bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan juga Muslimin dan kemanusiaan pada umumnya. Kaum berilmu membimbing generasi muda dan menyelamatkan umat yang tetap terbelakang. Itulah nilai dari pengetahuan yang bermanfaat.

Kedua, keadilan para penguasa. Nabi SAW memuji pemimpin yang adil. Bahkan, beliau bersabda, "Satu hari seorang pemimpin yang setara lebih utama daripada beragama 60 tahun. Satu norma ditegakkan di bumi bakal dijumpainya lebih bersih daripada hujan yang turun selama 40 hari” (HR ath-Thabrani, Bukhari, Muslim, dan Imam Ishaq).

Ketiga, ibadahnya para hamba Allah. Seorang Mukmin yang menyadari kewajibannya bakal menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Muslimin yang sungguh-sungguh intens dalam beragama juga terpanggil untuk bertobat kepada-Nya.

Keempat, amanahnya para pedagang. Ini pun bertindak bagi setiap profesi. Allah Ta'ala berfirman:

وَ اَوۡفُوۡا بِعَهۡدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدتُّمۡ وَلَا تَنۡقُضُوا الۡاَيۡمَانَ بَعۡدَ تَوۡكِيۡدِهَا وَقَدۡ جَعَلۡتُمُ اللّٰهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيۡلًا‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُوۡنَ‏

"Dan tepatilah janji dengan Allah andaikan Anda berjanji dan janganlah Anda melanggar sumpah, setelah diikrarkan, sedang Anda telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang Anda perbuat" (QS an-Nahl: 91).

Kelima, disiplinnya para pekerja. Mereka bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahkan, para utusan Allah memberikan keteladanan dalam perihal ini.

Selengkapnya