5 Pelajaran dari Upaya Pembunuhan Rasulullah SAW dan Islamnya ‘Sang Setan Quraisy’

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 505x dilihat
5 Pelajaran dari Upaya Pembunuhan Rasulullah SAW dan Islamnya ‘Sang Setan Quraisy’

Bagikan Postingan

Umat muslim mengantre untuk berkunjung ke makam Nabi Muhammad SAW dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Kincai Media, JAKARTA— Salah satu peristiwa krusial yang terjadi setelah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar adalah upaya pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Umair bin Wahab al-Jumahi RA, yang akhirnya memeluk Islam.

Kisah ini sebagaimana dinukilkan oleh Urwah bin az-Zubair berikut ini:

Tidak durasi setelah Peristiwa Badar, Umair bin Wahab al-Jumahi duduk berbareng Shafwan bin Umayyah di Hijr Ka’bah.

Umair merupakan salah satu aktor Quraisy yang dikenal sangat memusuhi Rasulullah SAW.

Ia termasuk orang yang menyakiti Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika statis berada di Makkah. Kaum Muslimin pun banyak mengalami kesulitan akibat ulahnya.

Sementara itu, putranya, Wahab bin Umair, menjadi salah satu tawanan dalam Perang Badar.

Ketika keduanya membicarakan para imam Quraisy yang tewas dalam Perang Badar dan bencana yang menimpa mereka, Shafwan berkata, “Demi Allah, tidak ada lagi amal dalam hidup setelah mereka tiada.”

Umair menjawab, “Engkau benar! Demi Allah, seandainya bukan karena utang yang belum bisa kulunasi dan family yang kukhawatirkan akan terlantar setelah kepergianku, niscaya aku akan pergi menemui Muhammad dan membunuhnya. Aku memiliki alasan untuk itu, yaitu anakku yang menjadi tawanan mereka.”

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads