5 Tugas Istri Menurut Islam, Ternyata Tak Selalu Pekerjaan Rumah Tangga?

Aug 13, 2026 08:30 PM - 2 jam yang lalu 39

Apakah Bunda sering menganggap jika pekerjaan rumah tangga menjadi tanggungjawab istri? Ternyata dalam Islam tidak begitu, Bunda. Berikut penjelasan mengenai tugas istri menurut Islam.

Tugas istri dalam rumah tangga sering dipahami sebatas mengurus dapur, mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga melayani beragam kebutuhan suami. Pandangan tersebut membikin pekerjaan domestik seolah menjadi tanggung jawab penuh seorang wanita setelah menikah.

Dalam pembahasan fikih Islam, persoalan mengenai tanggungjawab istri di dalam rumah tangga rupanya mempunyai penjelasan yang lebih luas. Sejumlah ustadz apalagi membahas bahwa pekerjaan rumah tangga tidak secara otomatis menjadi tanggungjawab hukum yang kudu ditanggung seorang istri seorang diri.


Dalam kehidupan pernikahan, suami dan istri mempunyai peran serta tanggung jawab masing-masing yang semestinya dijalankan dengan prinsip saling membantu dan melengkapi. Mengutip kitab Istri Bukan Pembantu karya Ahmad Sarwat, salah satu rujukan dalam Mazhab Asy-Syafi'iyah, ialah Al-Muhadzdzab karya Asy-Syirazi, istri tidak diwajibkan memberikan pelayanan domestik kepada suami seperti membikin roti, memasak, maupun mencuci.

Dijelaskan juga jika tanggungjawab yang ditetapkan dalam pernikahan berangkaian dengan pelayanan seksual. Sementara corak pelayanan lainnya tidak termasuk tanggungjawab yang secara unik dibebankan kepada istri.

Pendapat serupa juga disebutkan dalam ajaran Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Al-Hanabilah, serta Adz-Dzahiri. Berdasarkan penjelasan dalam sumber, para ustadz pada dasarnya tidak mewajibkan istri untuk berkhidmat kepada suami dalam urusan domestik.

Meski demikian, bukan berfaedah seorang istri tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak, membersihkan rumah, mencuci, alias membantu memenuhi kebutuhan family tetap dapat menjadi corak kebaikan dan kasih sayang.

Jika dilakukan dengan ikhlas, kegiatan rumah tangga yang dilakukan istri dapat berbobot ibadah. Lantas, apa saja tugas istri menurut Islam? 

Berikut beberapa peran yang dapat dijalankan seorang istri dalam membangun keluarga.

1. Jadi pemimpin di rumah suami

Pernikahan bukan hanya tentang pembagian pekerjaan rumah tangga, melainkan juga berbagi tanggung jawab dalam membangun keluarga. Istri mempunyai peran krusial dalam mengatur kehidupan keluarga, terutama dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman, menjaga hubungan antaranggota keluarga, dan mendampingi suami dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

Ketika suami mempunyai kesibukan di luar rumah, pasangan dapat membikin kesepakatan mengenai pembagian peran. Dengan begitu, pekerjaan dan tanggung jawab family tidak kudu dipikul oleh satu pihak saja. Suami dan istri dapat saling membantu sesuai kondisi, kemampuan, serta kesepakatan bersama.

Rasulullah SAW bersabda:

“Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bakal dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bakal dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Hadist tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam family datang dalam corak tanggung jawab. Suami mempunyai tanggungjawab sebagai pemimpin keluarga, sementara istri juga mempunyai amanah dalam mengelola kehidupan rumah tangga.

2. Mengatur kebutuhan rumah tangga

Istri juga dapat berkedudukan dalam mengatur kebutuhan family agar kehidupan sehari-hari melangkah dengan baik. Peran tersebut dilakukan dengan membantu merencanakan kebutuhan rumah, mengatur prioritas belanja, hingga mempertimbangkan pengeluaran yang diperlukan keluarga.

Pengelolaan kebutuhan rumah tangga memerlukan ketelitian. Oleh karena itu, suami dan istri sebaiknya membicarakan kondisi finansial serta kebutuhan family secara terbuka agar tidak muncul kesalahpahaman dalam menjalani kehidupan bersama.

Perlu dipahami pula bahwa pengelolaan finansial family tidak semestinya dianggap sebagai beban yang absolut kudu dipikul istri. Suami tetap mempunyai tanggungjawab memberikan nafkah kepada family sesuai kemampuannya. Sementara itu, istri dapat membantu mengelola kebutuhan itu sebagai corak kerja sama dalam rumah tangga.

3. Menciptakan rumah yang nyaman

Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat setelah menjalani kegiatan sepanjang hari. Bagi pasangan suami istri, rumah juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan, memberikan rasa aman, serta menumbuhkan kasih sayang bersama.

Bunda bisa menciptakan rumah yang nyaman dengan beragam cara. Kebersihan dan kerapian memang dapat menjadi salah satunya, namun bukan berfaedah seluruh pekerjaan tersebut kudu menjadi tanggung jawab istri seorang diri.

Suami dapat mengambil bagian dalam pekerjaan domestik. Dengan saling membantu, pekerjaan rumah dapat terasa lebih ringan sekaligus menjadi corak kepedulian terhadap pasangan.

Selain menjaga kenyamanan rumah secara fisik, suasana rumah juga dapat dihidupkan dengan kegiatan yang mendekatkan family kepada Allah SWT. Salah satunya dengan membaca Al-Qur'an dan memperbanyak ibadah bersama.

4. Bangun rumah tangga berdasarkan utama pada keimanan

Keluarga dalam Islam tidak hanya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan duniawi. Suami dan istri juga mempunyai kesempatan untuk menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya keagamaan bagi seluruh personil keluarga.

Istri dapat mengambil peran dengan membujuk family membangun kebiasaan baik, seperti salat, membaca A-Qur'an, berdoa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun tanggung jawab dalam membangun family yang religius tentu bukan hanya milik istri. Suami juga mempunyai peran besar sebagai pemimpin keluarga.

Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 28 yang berbunyi;

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang beragama dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati bakal selalu tenteram.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ketenteraman hati berangkaian erat dengan kedekatan kepada Allah SWT. Untuk itu, membangun rumah tangga yang berdasarkan kepercayaan dapat menjadi tanggung jawab berbareng antara suami, istri, dan seluruh personil keluarga.

5. Menjadikan rumah sebagai tempat kasih sayang

Keluarga yang selaras tidak hanya dibentuk dari rumah yang bersih alias kebutuhan materi terpenuhi. Cara pasangan memperlakukan satu sama lain juga mempunyai peran besar dalam menciptakan suasana rumah yang menyenangkan.

Sikap lembut, saling menghargai, menjaga komunikasi, dan memberikan support ketika pasangan menghadapi kesulitan merupakan bagian krusial dalam kehidupan pernikahan. Istri dapat memberikan ketenangan bagi suami, begitu pula suami bertanggung jawab memberikan rasa kondusif dan kasih sayang kepada istrinya.

Allah SWT berfirman lewat surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi;

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar Anda merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu betul-betul terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Pada akhirnya, pembagian tugas rumah tangga dapat disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga. Memasak, mencuci, membersihkan rumah, alias mengurus kebutuhan family bisa menjadi corak kasih sayang jika dilakukan dengan ikhlas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya