Jakarta -
Postpartum depression alias depresi pasca persalinan merupakan jenis depresi yang terjadi setelah melahirkan, Bunda. Istilah ini mulai mendapat perhatian seiring dengan meningkatnya kepedulian publik tentang kesehatan mental.
Menurut ulasan di jurnal Cureus tahun 2022, depresi pasca persalinan mempunyai akibat negatif yang signifikan pada perkembangan emosional, mental, dan intelektual anak jika tidak diobati. Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang.
Dalam Eastern Mediterranean Health Journal tahun 2018 yang dipublikasikan di laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), postpartum depression meningkatkan akibat wanita mengalami depresi dan masalah kesehatan mental serta bentuk lainnya di kemudian hari. Perempuan dengan kondisi ini perlu diidentifikasi, diberikan dukungan, serta mendapat intervensi yang tepat untuk menghindari masalah kesehatan.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), depresi pasca persalinan biasanya dimulai dalam tiga minggu pertama setelah melahirkan. Namun, indikasi sudah bisa mulai muncul jauh sebelum alias setelah itu.
"Gejala apa pun yang mungkin muncul setelah melahirkan dapat dimulai sejak kehamilan," kata psikolog klinis Dr. Shoshana Bennett, dilansir Parents.
Meskipun tidak ada penyebab tunggal untuk kondisi ini, para mahir percaya bahwa penurunan tajam hormon estrogen dan progesteron setelah melahirkan mungkin menjadi penyebabnya.
Mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan
Postpartum depression dapat dicegah sejak masa kehamilan, Bunda. Bennett menekankan pentingnya bekerja sama dengan praktisi yang berspesialisasi dalam kesehatan mental ibu, seperti penyedia jasa perawatan kehamilan.
Salah satu langkah terbaik mencegah kondisi ini adalah menjaga kesehatan mental selama kehamilan. Pasalnya, beberapa wanita bisa mengalami depresi alias kekhawatiran untuk pertama kalinya saat hamil.
Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa langkah mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan:
1. Cobalah membikin sebuah rutinitas yang positif
Selama hamil, Bunda dapat membikin sebuah rutinitas sederhana dan elastis untuk mempertahankan alias meningkatkan suasana hati. Ini bias berupa menuliskan agenda harian dan meletakkannya di suatu tempat yang mudah dilihat.
Untuk membantu mengisi jadwal, Bunda dapat terlebih dulu membikin daftar kegiatan mental, fisik, dan sosial untuk dipilih. Kemudian, jika memungkinkan, tambahkan campuran kegiatan ini setiap hari, lantaran ini dapat berfaedah bagi orang dewasa, anak-anak, dan bayi.
2. Menciptakan pikiran yang sehat
Untuk membantu mengelola dan mengurangi suasana hati yang jelek alias kecemasan, Bunda juga perlu menciptakan pikiran dan tubuh yang sehat. Berikut beberapa perihal yang bisa dilakukan:
- Cobalah untuk menangkap pikiran-pikiran spesifik yang mungkin membikin Bunda merasa sedih. Perhatikan apa yang terlintas di akal saat merasa resah alias kesal.
- Periksa apakah pikiran-pikiran ini memang akurat, sehat, dan penuh welas asih bagi diri sendiri.
Jika tidak, cobalah mengganti pikiran-pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih akurat, sehat, dan penuh welas asih. - Cobalah untuk mengingatkan diri sendiri untuk melakukan ini setiap kali menyadari bahwa Bunda mempunyai pikiran-pikiran tersebut.
3. Fokuslah pada info yang dapat Bunda percayai
Arus buletin dan media sosial yang terus-menerus dapat membikin kita semua merasa sedikit kewalahan. Kelebihan info ini berpotensi menyebabkan calon ibu mengalami kekhawatiran dan kekhawatiran tambahan.
Jika merasa kewalahan, cobalah untuk hanya mengakses info yang Bunda dan family butuhkan agar tetap mendapat info terkini. Ini bisa berupa menetapkan waktu tertentu untuk online guna mencari informasi, alias hanya menonton program buletin tertentu. Akan lebih baik juga jika Bunda hanya mengakses info dari sumber yang terpercaya.
4. Tidak apa-apa untuk meminta support dan dukungan
Ada kalanya dalam hidup kita semua memerlukan support dan support dari orang lain. Jika Bunda memerlukan support mengenai kesehatan mental, cobalah untuk tidak cemas alias takut meminta support dari teman, keluarga, alias profesional.
Carilah tempat yang tepat di mana Bunda bisa mengungkapkan emosi dan mendapatkan dukungan. Jangan ragu untuk meminta support jika kesulitan, lantaran itu tidak hanya krusial bagi kita, tetapi juga krusial bagi keluarga.
5. Menciptakan tubuh yang sehat selama hamil
Selain menjaga pikiran tetap positif, Bunda juga perlu menciptakan tubuh yang sehat selama kehamilan. Berikut beberapa langkah untuk menjaga kondisi bentuk saat mengandung untuk mencegah depresi pasca persalinan:
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
- Cobalah untuk tetap aktif lantaran olahraga teratur selama kehamilan membantu meningkatkan suasana hati dan memperbaiki kualitas tidur.
- Bunda juga dapat mengikuti kelas yoga prenatal untuk mengatasi keluhan bentuk dan mempersiapkan proses persalinan.
Demikian langkah untuk mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·