Ilustrasi berdoa.
Kincai Media, JAKARTA— Allah Ta’ala menjadikan bumi sebagai tempat cobaan dan cobaan. Di dalamnya terdapat beragam bencana dan bencana, kegelisahan, kesedihan, dan kesusahan.
Di dalamnya juga terdapat kezaliman, aksi melampaui batas, dan permusuhan. Setiap manusia hidup di bumi dalam keadaan di antara rasa takut dan harapan.
Ia takut tertimpa bencana dan kesedihan, tetapi pada saat yang sama mengharapkan mendapatkan ketenangan dan kedamaian.
Di antara bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada seluruh hamba-Nya adalah bahwa Dia mengabulkan doa orang yang sedang diliputi kegelisahan dan kesusahan, meskipun ia seorang pendurhaka maupun terlebihlagi kafir.
Sebab, Allah menjadikan hal tersebut sebagai salah satu tanda rububiyah-Nya. Allah adalah Rabb bagi seluruh makhluk, baik yang percaya maupun yang kafir, baik yang patuh maupun yang durhaka.
Dia mengabulkan doa mereka ketika eksis dalam kesulitan, sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada mereka.
Allah Ta’ala berfirman:
أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢
"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan jika dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan Anda (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang Anda ingat." (QS An-Naml: 62)
Karena itu, Allah mengabulkan doa orang-orang musyrik ketika mereka eksis dalam kesusahan, terdesak, kemudian berdoa kepada-Nya:
فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ ٦٥
“Maka jika mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS Al-‘Ankabut: 65)