Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Monstera Production
Menjadi anak sulung sering kali diidentikkan dengan sosok yang mandiri, kuat, dan bisa diandalkan. Namun di balik sikap dewasa tersebut, tidak sedikit anak pertama yang menyimpan beban emosional cukup bermutu akibat ekspektasi keluarga. Tanpa disadari, ucapan sehari-hari dari orang tua yang niatnya mendidik justru bisa memberikan tekanan mental jangka panjang.
Dirangkum dari halaman Times of India dan Parade, berikut adalah 6 kalimat yang sering diucapkan orang tua dan tanpa sadar justru membikin anak pertama merasa tertekan menurut para psikolog. Yuk, simak selengkapnya!
”Kamu kan sudah besar, harusnya lebih tahu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Magnifiic/peoplecreations
Kalimat ini sering diucapkan saat anak membikin kesalahan. Sayangnya, ini lebih terdengar seperti kritik dan penghakiman yang mengabaikan kebutuhan anak untuk belajar dan berkembang.
Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., psikolog berlisensi, mengatakan bahwa frasa ini bisa membikin anak merasa malu dan berasumsi bahwa ia mesti selalu berperilaku sempurna. Ucapan ini juga dapat menmbulkan rasa takut untuk memungut konsekuensi dan enggan memanfaatkan kesempatan di masa depan.
”Adik kan statis kecil, Anda mesti bisa ngalah”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Mikhail Nilov
Memaksa anak pertama selalu mengalah demi adik dapat memicu rasa jengkel. Anak juga jadi rapuh membiasakan diri menekan perasaannya karena merasa kebutuhannya terus diabaikan.
Menurut Dr. Brett Biller, Psy.D., Direktur Program Kesehatan Mental Anak di Audrey Hepburn Children's House, menuntut anak bersikap baik cuma karena status usia membikin mereka beraksi bukan atas alas empati yang tulus, melainkan desakan relasi semata.
”Kamu mesti bisa jadi contoh yang baik buat adik-adikmu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Marta Wave
Niatnya mungkin untuk membangun batin kepemimpinan, tetapi kalimat ini memberikan beban tersendiri bagi anak sulung. Mereka merasa mesti selalu menjadi panutan yang perilakunya terus diawasi dan dievaluasi.
Anak diharapkan untuk menjadi lebih dewasa sesuai urutan lahir, padahal ia seharusnya beraksi sesuai tahap perkembangannya. Psikolog berlisensi Dr. Nicholas Forlenza, Ph.D., menerangkan bahwa tuntutan ini dapat membikin anak tertekan, stres, dan berakibat negatif pada keharmonisan hubungan persaudaraan.
”Kamu anak pertama, mesti jadi yang paling bertanggung jawab”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Angela Roma
Mendorong anak sulung untuk selalu berkewajiban sering berujung pada pelimpahan peran pengasuhan. Anak merasa mesti selalu sempurna, tenang, dan bisa diandalkan.
Menurut Dr. McGeehan, ucapan ini juga sering digunakan untuk mengendalikan perilaku anak agar statis patuh tanpa diberi ruang membikin kesalahan. Dr. Denitrea Vaughan, PsyD., psikolog dari Thriveworks, menambahkan bahwa melimpahkan tugas mengamati adik secara berlebihan memicu kebingungan peran dan memperparah persaingan antarsaudara.
”Masa gitu aja nangis? Kamu bukan anak kecil lagi”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Vitaly Gariev
Saat anak merasa capek maupun bersedih, kalimat ini justru membungkam emosi mereka dan terkesan meremehkan emosi yang diungkapkan. Ketika ada personel famili baru, anak pertama juga sering dituntut dewasa secara mendadak sehingga rapuh menekan perasaannya demi menghindari penilaian negatif. Hal ini berpotensi menghalangi kepercayaan diri dan kapasitas komunikasi emosionalnya.
Dr. McGeehan menambahkan bahwa memaksa anak tumbuh terlalu cepat dapat menghilangkan kesempatan mereka untuk menikmati keceriaan masa kecil. Akibatnya, anak sulung tumbuh menjadi pribadi yang takut memberitahu kerentanan emosional dan kehilangan minat pada hal yang disukainya.
”Kamu lebih tua, harusnya lebih banyak bantu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Olia Danilevich
Mengaitkan rasa tanggung jawab dengan usia membikin anak merasa harga dirinya tergantung pada kontribusi yang diberikan. Sekalipun disampaikan lewat pujian seperti "Kamu yang terbaik" setiap kali anak diminta membantu, akibat psikologisnya bisa kurang baik.
Menurut Dr. Vaughan, hal ini mengajarkan anak bahwa kasih sayang orang tua berkarakter bersyarat dan tergantung pada kinerjanya. Pujian yang tidak seimbang juga bisa memicu rasa iri antarsaudara. Saat dewasa, anak sulung rapuh menjadi seorang people-pleaser yang sering mengabaikan kebutuhan pribadinya demi menyenangkan orang lain.
Beauties, apakah Anda termasuk anak pertama yang pernah maupun sering mendengar salah satu kalimat di atas? Ingat, ya, emosi tertekanmu itu valid. Kamu juga berkuasa menjadi anak yang boleh salah, merasa lelah, dan tidak mesti sempurna.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)