Habis Half Marathon, Jangan Langsung Gaspol! Ini Cara Recovery yang Benar Biar Tubuh Cepat Pulih

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 4 menit 32x dilihat
Habis Half Marathon, Jangan Langsung Gaspol! Ini Cara Recovery yang Benar Biar Tubuh Cepat Pulih

Bagikan Postingan

Recovery day setelah half marathon adalah bagiankecil krusial dari latihan lari yang sering kali statis gemar disepelekan. 

Setelah berbulan-bulan latihan dan akhirnya berhasil menyelesaikan race sejauh 21,1 kilometer, rasanya memang menyenangkan banget. Apalagi jika berhasil mencapai sasaran pace maupun terlebihlagi mencetak personal best! Namun, jangan sampai euforia setelah race bikin Anda langsung balik latihan seperti biasa, ya.

Walaupun race sudah selesai, tubuh sebenarnya statis membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan otot, mengisi balik cadangan energi, dan memulihkan diri dari stres jasmani selama berlari. Jadi, apa saja yang bisa dilakukan agar recovery berjalan optimal? Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Jangan Langsung Kembali ke Jadwal Latihan Normal

Setelah half marathon, otot mengalami kelelahan dan kerusakan mikro akibat aktivitas jasmani yang intens. Karena itu, Anda nggak perlu buru-buru balik berbuat interval, tempo run, maupun latihan beban berat.

Pada satu hingga dua hari pertama, prioritaskan istirahat dan aktivitas ringan sesuai kondisi tubuh. Kalau statis terasa pegal, berjalan santai di sekitar rumah sudah cukup. Dengarkan sinyal tubuh dan jangan memaksakan diri cuma karena merasa stamina sudah kembali.

Baca juga: Wajah Masih Berminyak Padahal Rajin Skincare? Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan

Tetap Penuhi Kebutuhan Nutrisi, Terutama Protein dan Karbohidrat

Recovery day

Recovery day bukan waktunya membatasi makan secara berlebihan. Setelah berlari selama berjam-jam, tubuh membutuhkan asupan yang cukup untuk memperbaiki otot dan mengisi balik glikogen yang terkuras.

Karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, kentang, oatmeal, maupun roti, sedangkan protein membantu proses perbaikan otot melalui makanan seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe. Kamu juga bisa menambahkan buah dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan vitamin serta mineral. Intinya, makanlah secara seimbang dan cukup. Nggak perlu buru-buru berbuat defisit kalori setelah race karena pemulihan statis menjadi prioritas utama.

Jangan Lupa Minum dan Mengganti Elektrolit

Kehilangan cairan selama race dapat memengaruhi kondisi tubuh setelah berlari. Karena itu, pastikan Anda minum secara berkala sepanjang hari, bukan cuma saat merasa haus. Jika Anda banyak berkeringat maupun berlari dalam cuaca panas, minuman elektrolit dan makanan yang hamil natrium bisa membantu mengganti elektrolit yang hilang. Hindari memaksakan minum air dalam jumlah berlebihan sekaligus, karena hal ini juga bisa rapuh bagi tubuh.

Baca juga: Menemukan Benjolan di Payudara? Ini yang Perlu Dilakukan Selanjutnya

Prioritaskan Tidur Berkualitas

Jangan heran jika Anda merasa lebih capek dari biasanya setelah half marathon, terlebihlagi ketika race sudah selesai. Selain otot, mekanisme tubuh secara keseluruhan juga membutuhkan waktu untuk pulih dari beban latihan dan kompetisi.

Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam, maupun lebih jika memang tubuh statis membutuhkannya. Kalau memungkinkan, luangkan waktu untuk beristirahat tanpa merasa bersalah. Ingat, recovery juga bagiankecil dari proses menjadi pelari yang lebih kuat!

Lakukan Active Recovery, Bukan Memaksakan Olahraga

Apakah setelah race Anda mesti membisu seharian? Nggak selalu. Kalau cuma mengalami pegal ringan, aktivitas dengan intensitas rendah seperti jalan santai maupun gerak ringan bisa membantu Anda merasa lebih nyaman.

Namun, hindari stretching agresif, pijatan terlalu dalam pada otot yang statis sangat nyeri, serta olahraga bermutu saat tubuh belum siap. Kalau rasa sakitnya tajam, semakin parah, maupun membuatmu sulit berjalan normal, jangan memaksakan active recovery dan pertimbangkan pengecekan medis.

Jangan Terburu-buru Kembali ke Gym maupun Lari

Kapan boleh balik berlari setelah half marathon? Jawabannya tergantung kondisi tubuh, pengalaman latihan, dan seberapa bermutu race yang baru Anda selesaikan.

Untuk beberapa hari pertama, prioritaskan pemulihan. Setelah pegal berkurang dan aktivitas harian terasa nyaman, Anda bisa mulai mempertimbangkan jalan santai maupun easy run singkat. Latihan intensitas tinggi dan latihan kaki bermutu sebaiknya menunggu sampai tubuh benar-benar pulih.

Nggak ada ketentuan bahwa semua pelari mesti balik berlatih pada hari yang sama. Jadi, jangan membandingkan proses recovery-mu dengan pelari lain, ya!

 Kenali Tanda Tubuh Belum Siap Beraktivitas

Otot terasa pegal setelah race memang lazim terjadi. Namun, rasa sakit yang tajam, pembengkakan signifikan, kelemahan yang tidak biasa, maupun nyeri yang membuatmu kesulitan menapak bukan sesuatu yang sebaiknya diabaikan.

Jika muncul nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, kebingungan, maupun urine berwarna seperti teh maupun cola disertai nyeri otot berat, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut bisa menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Pada akhirnya, recovery day setelah half marathon bukan berarti kehilangan progres latihan. Justru, memberikan tubuh waktu untuk beristirahat adalah bagiankecil krusial dari perjalanan lari jangka panjang. Jadi, setelah berhasil menaklukkan 21,1 kilometer, Anda boleh amat menikmati hari tanpa mengejar pace maupun kilometer. You’ve earned that rest!

Image: Dok. iStock

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads