Setiap anak pastinya mempunyai kebiasaan yang berbeda dalam menjalani kegiatan di kehidupan sehari-hari. Beberapa kebiasaan bisa terlihat sepele, tapi jika dilakukan secara berulang bisa berakibat pada kesehatan, perkembangan, dan perilaku anak di masa mendatang.
Oleh lantaran itu, orang tua berkedudukan krusial dalam membantu proses perkembangan anak. Orang tua tentunya bakal melakukan upaya terbaik untuk merencanakan pengasuhan anak mereka, mulai dari sekolah, mengajarkan nilai dan moral, komunikasi, hingga pilihan style hidup yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Namun, ada beberapa kebiasaan yang tidak berfaedah dan perlu dihindari oleh anak-anak. Pasalnya, beberapa kebiasaan tersebut bisa menghalang keahlian anak dalam mengelola emosi dan membangun kemandirian. Sehingga dapat berpengaruh terhadap langkah anak berinteraksi di lingkungan sosial.
Dikutip dari Upworthy, Dr. Roseann Capnna-Hodge, seorang psikolog anak, mengungkapkan enam kebiasaan umum yang sebaiknya dihindari di kehidupan anak dan mencari pengganti yang lebih berfaedah dan efisien. Berikut penjelasannya.
1. Menggunakan waktu menonton layar ponsel untuk membikin anak tetap sibuk.
Seperti yang kita ketahui bahwa bermain ponsel sangat membantu untuk mendistraksi anak di saat orang tua kelelahan alias ketika mengatur pekerjaan. Namun, berjuntai pada layar ponsel bisa berakibat negatif pada anak.
Dikutip dari laman Hopkinsmedicine, penelitian lain menyebut jika anak yang menggunakan media sosial lebih berpotensi mengalami akibat jelek bagi kesehatan mental anak. Anak mungkin bakal kecanduan dan menjadikan ponsel sebagai salah satu langkah untuk menghibur diri, mengisi waktu luang, alias apalagi melarikan diri dari rasa jenuh dan emosi yang tidak nyaman.
Penelitian ini diperkuat oleh laporan dari Common Sense Media tahun 2023, yang mencatat jika anak-anak rentang usia 0-8 tahun menghabiskan lebih dari 2,5 jam per hari di depan layar elektronik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat berpengaruh pada suasana hati, pola tidur, hingga perkembangan sosial anak.
2. Melupakan bahwa anak-anak belajar mengawasi orang dewasa
Anak lebih mudah meniru apa yang dilakukan orang dewasa daripada apa yang dikatakan. Ketika orang dewasa berdebat kasar, menutup diri, alias memperlakukan orang dengan tidak hormat, anak bakal menerapkan ke kehidupan sehari-hari.
Studi perkembangan anak tahun 2023, menemukan bahwa keahlian mengelola emosi anak sangat mencerminkan kondisi yang mereka lihat ketika di rumah.
3. Membiarkan perihal negatif menjadi sebuah pola
Sebagai orang tua, tekanan keuangan, kurang tidur, dan tuntutan untuk melakukan banyak perihal sekaligus tentunya bisa mengikis kesabaran. Namun, terlalu sering berteriak dan mengkritik anak dapat memengaruhi rasa kondusif dan kepercayaan dirinya. Menurut Capanna-Hodge, kebiasaan meninggikan bunyi dapat membikin anak merasa takut dan kesulitan mengelola stres.
4. Menggunakan rasa bersalah untuk memengaruhi perilaku
Pola asuh yang membikin anak merasa bersalah dapat melekat di akal anak seumur hidup. Beberapa studi menunjukkan bahwa rasa bersalah berangkaian dengan kecemasan, ambisi untuk membahagiakan orang lain, dan kesulitan menentukan apa yang sebenarnya dia inginkan untuk dirinya sendiri.
5. Ketidakonsistenan dalam mematuhi patokan dan disiplin
Banyak orang tua yang cemas jika anak tidak mau mendengarkan. Padahal, sumber masalahnya bukan lantaran anak yang berontak, melainkan lantaran patokan yang diberikan tidak konsisten. Anak lebih mudah belajar dan memahami patokan jika batas yang diberikan jelas dan konsisten.
“Aturan yang tidak konsisten menciptakan kebingungan dan rasa tidak aman,” ujar Capanna-Hodge.
6. Membandingkan anak-anak satu sama lain
Kebiasaan membandingkan anak seringkali muncul lantaran orang tua merasa resah perkembangan anaknya tertinggal dari anak lainnya. Namun, terlalu sering membandingkan dapat merusak kepercayaan diri anak dan membikin anak tertekan untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang tua.
Itulah enam kebiasaan rawan anak yang kudu dihentikan menurut psikolog, Semoga membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)