6 Strategi Militer Brilian Salahuddin al-Ayyubi dalam Pembebasan Yerusalem dari Tentara Salib    

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 504x dilihat
6 Strategi Militer Brilian Salahuddin al-Ayyubi dalam Pembebasan Yerusalem dari Tentara Salib    

Bagikan Postingan

Pertempuran bala tentara Seljuk dengan tenara Salib.

Kincai Media, JAKARTA— Langkah-langkah yang ditempuh sebelum ibra Yerusalem memberitahu kecerdasan dahsyat dan keahlian kepemimpinan yang istimewa dari Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Kehebatan tersebut tampak dalam beberapa aspek, apa sajakah?

Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim se-Dunia, Syekh Ali Muhammad ash-Shallabi, memaparkan permasalahan ini dalam halaman resminya, dikutip Kamis (17/9/2026), sebagaimana berikut:

1. Dimensi militer

Kemampuan militer Salahuddin kelihatan jelas dalam strategi yang ia terapkan selama berjihad menghadapi pasukan Salib untuk merebut balik Baitul Maqdis.

Strategi tersebut dibangun di atas pembentukan front Islam yang bersatu, mencakup Mesir, daerah Syam, serta sebagian daerah Irak.

Setelah itu, pasukan Muslim menghadapi pasukan Salib di daerah mereka sendiri dan memberikan pukulan telak kepada mereka, sebagaimana yang terjadi dalam Perang Hattin.

Setelah kemenangan tersebut, Salahuddin melanjutkan langkahnya menuju kota-kota pesisir Syam untuk melemahkan kekuatan pasukan Salib, baik secara material maupun moral.

Seandainya setelah meraih kemenangan di Hattin Salahuddin langsung bergeser menuju Baitul Maqdis, ia sebenarnya dapat memasukinya tanpa kesulitan berarti.

Namun, merebut Baitul Maqdis sebelum menguasai kota-kota pesisir belum tentu menjamin stabilitas penuh di kota tersebut. Sebab, sangat mungkin pihak Eropa Barat mengirimkan pasukan Salib melalui pelabuhan-pelabuhan Syam.

Yasin Suwaid, dalam Hurub al-Quds fi at-Tarikh al-Islami wa al-Arabi menjelaskan, para kesatria Salib akan berdatangan secara berkawanan maupun perorangan, kemudian terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Salahuddin untuk merebut balik Baitul Maqdis.

Di kota itu terdapat Gereja Makam Kudus yang memiliki jabatan krusial dalam kepercayaan kaum Salib. Mereka meyakini secara keliru—sebagaimana dikatakan Imad al-Ashfahani—bahwa di tempat itulah Kristus disalib dan kurban dipersembahkan, sifat ketuhanan menjelma, sifat kemanusiaan menjadi Tuhan, dan salib ditegakkan.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads