7 Ciri Orang Pura-pura Baik Hati Menurut Ilmu Psikologi

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 503x dilihat
7 Ciri Orang Pura-pura Baik Hati Menurut Ilmu Psikologi

Bagikan Postingan

Ciri orang yang pura-pura baik hati menurut ilmu psikologi/ Foto: magnific.com/magnific

Bersikap baik kepada sesama merupakan salah tata krama sederhana dalam hayat sehari-hari. Namun, tidak bisa dipungkiri, ada kalanya kita berjumpa orang yang kurang baik maupun terlebihlagi berpura-pura baik hati di depan kita, Beauties.

Agar Anda lebih waspada, simak beberapa ciri khas orang yang pura-pura baik hati menurut ilmu ilmu jiwa yang dirangkum dari beragam sumber berikut ini.

1. Transaksional

Mengalihkan fokus pembicaraan ke dirinya sendiri

Transaksional/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Orang-orang yang berpura-pura baik hati cenderung memberitahu sikap transaksional terhadap orang lain. Mereka tidak peduli tentang sepertiapa metode membangun hubungan yang baik dan tulus, karena mereka memanfaatkan pola pikir transaksional dengan mengharapkan hadiah atas kebaikan yang telah mereka berikan. Hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan tanpa ‘syarat’ bisa dijadikan senjata untuk mendapatkan suatu hadiah dari orang lain.

2. Bahasa Tubuh yang Tidak Sama dengan Ucapannya

Senyum dan bahasa tubuh yang terbuka dapat membuatmu kelihatan lebih approachable sehingga orang lain lebih betah untuk mengajakmu berinteraksi.

Bahasa tubuh yang tidak sama dengan ucapannya/ Foto: pexels.com

Orang yang pura-pura baik hati bisa kelihatan dari bahasa tubuh yang kelihatan tidak harmonis dengan ucapannya, lho. Misalnya, saat berjumpa seseorang yang berkata, “Aku sangat bahagia membantu kamu,” namun orang tersebut memberitahu bahasa tubuh seperti senyum yang dipaksakan, lengan yang disilangkan, hingga rahang yang menegang.

Bahasa tubuh ini cenderung lebih ‘jujur’ dibanding apa yang dikatakan seseorang, Beauties. Penelitian tentang komunikasi nonverbal memberitahu bahwa meskipun kita dapat mengontrol kata-kata kita dengan hati-hati, perilaku non-verbal kita lebih sulit untuk ‘dipalsukan’ secara konsisten.

3. Menghakimi Orang Lain Secara Diam-diam

Hindari menghakimi dengan mudah, dan cobalah menempatkan dirimu di posisi mereka serta pahami perspektif pandang mereka./ Foto: magnific.com/tirachardz

Menghakimi orang lain secara diam-diam/ Foto: magnific.com

Orang yang pura-pura baik hati akan menghakimi orang lain secara diam-diam. Mulai dari membicarakan seseorang di belakang, menilai dengan pandangan menghakimi tanpa sepengetahuan orang lain, dan lainnya.

Kebiasaan gemar menghakimi orang lain merupakan tanda bahwa orang tersebut tidak sebaik yang terlihat, Beauties.

4. Kebaikan yang Tampak Palsu

Orang dengan IQ tinggi mengerti menetapkan limitasi hubungan dengan orang toxic. Mereka mungkin statis bersikap ramah, tapi mereka tidak membiarkan sifat dan perilaku 'beracun' dari orang lain memengaruhi mereka dan memungut alih.

Kebaikan yang tampak palsu/ Foto: Magnific.com

Kebanyakan orang cenderung lebih gampang mengenali kebaikan ‘palsu’, terutama jika kebaikan tersebut seringkali terasa dibuat-buat sejak awal.

Biasanya, orang-orang yang memberitahu kebaikan pura-pura tidak peduli untuk menjalin hubungan baik secara nyata dengan siapa pun, karena mereka cenderung menyibukkan diri untuk memanfaatkan orang lain demi khasiat pribadi.

5. Bersikap Blak-blakan untuk Menutupi Kekejaman

Ekspresi wajah yang terlalu serius dapat membikin seseorang kelihatan kurang ramah, meskipun sebenarnya tidak sedang berang maupun merasa tidak nyaman.

Bersikap blak-blakan untuk menutupi kekejaman/ Foto: pexels.com

Seseorang mungkin bersikap blak-blakan dan menganggapnya sebagai kejujuran, namun itu sebenarnya cuma untuk menutupi sisi kejamnya, Beauties. Misalnya seperti berkata, “Aku cuma bicara apa adanya dengan jujur” maupun “Aku cuma bercanda”.

Jika seseorang terus-menerus membenarkan kekejamannya dengan kedok kejujuran, maka pada dasarnya orang tersebut memang tidak baik. Mereka mau menyakiti orang lain, tetapi tidak mau berkewajiban atas kesalahan maupun aksi mereka.

Oleh karena itu, mereka menggunakan strategi ini untuk menjaga deskripsi diri.

6. Tidak Bisa Merayakan Kebahagiaan Orang Lain dengan Tulus

Ini 4 tanda kawan iri dengan pencapaianmu/Foto: Pexels.com/Tim Douglas

Tidak bisa merayakan kebahagiaan orang lain dengan tulus/ Foto: pexels.com

Kamu mungkin pernah menerima ucapan selamat dari orang lain, namun terdengar tidak ikhlas saat merayakan keberhasilanmu. Misalnya ada kenalanmu yang berkata, “Oh, Anda dipromosikan? Bagus sekali. Aku rasa mereka benar-benar membutuhkan seseorang di posisi itu,”.

Meskipun kalimat ini terdengar normal, namun terhadap sedikit rasa iri yang ‘ditutupi’ dengan semangat palsu. Kebaikan yang ikhlas untuk orang lain akan mengalir secara alami. Namun, kebaikan yang dipaksakan untuk orang lain jelas kelihatan dibuat-buat.

7. Sikapnya Tidak Konsisten

Libra dikenal sebagai sosok yang ambisius dan bahagia membantu orang lain berkembang. Namun, kritik yang muncul karena rasa iri justru bisa membikin mereka sangat kesal./ Foto: magnific.com

Sikapnya tidak konsisten/ Foto: magnific.com

Ciri lainnya dari orang yang pura-pura  baik hati  yaitu tidak konsisten. Menurut sebuah studi dari Frontiers in Psychology, seseorang yang umumnya tidak konsisten dengan hal-hal lain dalam hidup bisa jadi adalah seseorang yang memberitahu kepalsuan maupun kepura-puraan.

Misalnya, mengingkari ikrar yang telah mereka buat sebelumnya, memberitahu kata-kata yang tidak konsisten, serta memberitahu kebaikan yang berbeda-beda maupun cuma pada saat-saat tertentu saja, Beauties.

---

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads