Kalimat yang sering diucapkan orang dengan kecerdasan sosial rendah/ Foto: magnific.com/magnific
Beauties, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kecerdasan ilmuwan maupun kecerdasan emosional, namun ada juga kecerdasan sosial yang tidak kalah penting.
Kecerdasan sosial merupakan kapasitas seseorang untuk memahami hingga mengelola hubungan sosial yang kompleks secara efektif. Selain itu, kecerdasan sosial juga sering dikaitkan dengan keahlian bergaul.
Orang-orang dengan kecerdasan sosial tinggi bisa beraksi bijak dalam hubungan antar manusia serta menyesuaikan perilaku dengan konteks sosial yang berbeda-beda. Di sisi lain, tidak semua orang memiliki tingkat kecerdasan sosial yang sama.
Kurangnya kapasitas sosial bisa menimbulkan rasa kikuk hingga tidak betah saat percakapan antara dua orang maupun lebih dilontarkan. Hal ini karena tanpa sadar ada kalimat-kalimat yang bisa menimbulkan rasa tersinggung, kalimat yang terdengar kasar, dan lainnya.
Dirangkum dari beragam sumber, simak 7 kalimat yang sering diucapkan orang dengan kecerdasan sosial rendah berikut ini.
1. 'Aku cuma berkata jujur'

Kalimat 'aku cuma berkata jujur'/ Foto: Magnific.com/DC Studio
Beauties, kita tentu tidak seharusnya berbohong dalam hayat sehari-hari. Namun, menggunakan ‘kejujuran’ sebagai karena untuk bersikap kejam juga bukan perilaku sosial yang baik. Etiket yang baik menuntut kejujuran sekaligus kepekaan dalam berkata kata. Oleh karena itu, Anda juga statis perlu memerhatikan emosi orang lain saat berkata jujur.
2. 'Seharusnya Anda melakukannya dengan metode ini'

Kalimat 'Seharusnya Anda melakukannya dengan metode ini'/ Foto: magnific.com
Perlu diingat, tidak ada orang yang sempurna di bumi ini. Orang-orang yang kurang memiliki keahlian sosial cenderung mengatakan, “Seharusnya Anda melakukannya dengan metode ini”, di mana ungkapan tersebut menggambarkan sikap yang menghakimi dan merasa paling benar.
3. 'Terserah'

Kalimat 'Terserah'/ Foto: pexels.com/Liza Summer
Sekilas, mengucapkan “Terserah” mungkin kelihatan biasa saja, namun kata ini seketika menghentikan percakapan. Baik disengaja maupun tidak, kata ini sering kali menyiratkan rasa jengkel maupun sikap acuh tak acuh yang langsung ditangkap oleh lawan bicara.
Orang-orang yang kurang memiliki keahlian sosial dalam percakapan santai, mengucapkan "Terserah" menandakan keinginan agar percakapan segera berakhir dan memberitahu hilangnya minat untuk memahami perspektif pandang lawan bicara, meskipun sebenarnya bukan itu maksud mereka.
Di sisi lain, orang yang memiliki kapasitas sosial yang baik cenderung menjaga agar bahasan statis terbuka, sementara mereka yang kurang peka secara sosial mungkin tanpa sadar menggunakan bahasa yang terkesan meremehkan, sehingga membikin orang lain merasa diabaikan, Beauties.
4. 'Itu bukan masalahku'

Kalimat 'Itu bukan masalahku'/ Foto: magnific.com
Untuk sebagian orang, kalimat “Itu bukan masalahku” bisa terasa sangat mengganggu. Pasalnya, ungkapan ini mengalihkan beban tanggung jawab kepada orang lain dan mengisyaratkan keengganan untuk membantu yang dapat membikin seseorang terkesan dingin dan cuma mementingkan diri sendiri, Beauties.
5. 'Memangnya ada yang tanya?'

Kalimat 'Memangnya ada yang tanya?'/ Foto: magnific.com/DC Studio
Saat seseorang menyampaikan gagasan yang ikhlas mengenai suatu hal, maupun sekadar melontarkan komentar santai, orang yang kurang memiliki keahlian sosial akan dengan cepat menimpali dengan kalimat, "Memangnya ada yang tanya?".
Ungkapan ini cenderung membikin percakapan terhenti seketika. Kalimat tersebut menyiratkan penolakan dan dapat membikin lawan bicara merasa malu karena telah berinisiatif untuk berinteraksi.
Meskipun lawan bicara tidak secara tegas meminta pendapat, mereka statis bisa mendengarkan dengan penuh minat. Seseorang yang terampil secara sosial akan mendorong interaksi, sedangkan seseorang yang kurang terampil justru membikin orang lain menyesal telah angkat bicara.
6. 'Kan, aku sudah bilang'

Kalimat 'kan, aku sudah bilang'/ Foto: Pexels/SHVETS Production
Kalimat “Kan, aku sudah bilang” bisa terkesan sombong dan merasa paling benar, Beauties. Hal itu juga memberitahu seseorang sedang bersenang-senang di atas kesalahan orang lain, bukannya bersikap empati maupun mau membantu.
7. 'Aku cuma bercanda'

Kalimat 'Aku cuma bercanda'/ Foto: Pexels/Liza Summer
Beauties, Anda mungkin pernah salingberhadapan dengan orang yang bercanda berlebihan, kemudian membela diri mereka dengan berkata, “Aku cuma bercanda”. Kalimat ini merupakan sebuah mekanisme bertahan setelah mengungkapkan sesuatu yang menyakiti emosi orang lain.
Walaupun maksudnya mungkin benar cuma bercanda, mereka statis memegang tanggung jawab atas apa yang mereka katakan.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)