Rini Apriliani | Beautynesia
Minggu, 11 Oct 2026 22:00 WIB
Kalimat yang bisa membikin anak tidak berempati/Foto: Magnific.com/peoplecreations
Beauties, memiliki empati yang tinggi sangat diperlukan dalam hidup. Rasa empati yang tinggi tersebut dibangun sejak usia dini.
Oleh karena itu, sebagai orang tua krusial untuk mengajarkan rasa empati tinggi. Hal ini agar tidak terucap kalimat, "Aku tidak akan peduli dengan emosi siapa pun" dari sang anak.
Banyak orang tua yang sering tidak menyadari bahwa kalimat sehari-hari di rumah bisa mendorong anak jadi tidak berempati. Bagaimana metode orang tua menanggapi emosi anak bisa memengaruhi penggunaan empati anak.
Melansir YourTango, ada beberapa kalimat yang bisa membikin anak tidak berempati. Oleh karena itu, krusial untuk tidak mengucapkannya. Apa saja kalimat itu? Simak, yuk!
“Urus Saja Urusanmu Sendiri”

Kalimat yang bisa membikin anak tidak berempati/Foto: Magnific.com/peoplecreations
Kalimat orang tua yang bisa membikin anak tidak berempati yang pertama adalah “Urus saja urusanmu sendiri.” Dalam kalimat tersebut orang tua menyuruh anaknya untuk mengkhawatirkan dirinya sendiri saja. Anak yang tertanam kalimat tersebut perlahan akan mulai kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Mungkin terkadang maksudnya baik adalah agar anaknya fokus pada diri sendiri tanpa mencampuri urusan orang lain, tetapi pesan tersebut dapat ditafsirkan secara ekstrem yang membikin anak kesulitan memahami emosi orang lain.
Sebuah studi di Frontiers in Psychology menerangkan bahwa empati merupakan elemen krusial dari hubungan sosial manusia yang sehat. Itulah alasannya kenapa empati krusial bagi anak-anak sejak usia awal hingga dewasa.
Jika seorang anak sejak kecil tidak bisa berempati, hal tersebut bisa terbawa hingga mereka dewasa. Bukan tidak mungkin jika hal itu akan berakibat serius.
2. “Berhenti Mengeluh”

Kalimat yang bisa membikin anak tidak berempati/Foto: Magnific.com/peoplecreations
Mendengar keluhan anak setelah pulang bekerja terkadang membikin orang tua merasa kelelahan secara mental. Sayangnya, mengabaikan emosi anak dengan mengatakan, “Berhenti mengeluh” justru akan memberitahu kurangnya empati.
Sang anak bisa menyontek perilaku tersebut. Saat melihat orang lain yang mengeluh padanya, mereka tidak akan tahu metode menanggapinya dengan baik. Bisa saja mereka jadi meluapkan emosinya.
Empati berkembang ketika orang tua membicarakan emosi bersama. Jadi, meski situasinya sedang melelahkan, krusial bagi orang tua untuk meluangkan waktu mendengarkan dan mengajari anak metode menyampaikan masalah dengan baik. Menjawab keluhan dengan emosi negatif bisa berakibat buruk. Bahkan, hingga anak usia dewasa.
“Kamu Baik-Baik Saja”

Kalimat yang bisa membikin anak tidak berempati/Foto: Magnific.com/peoplecreations
Anak kecil biasanya belum bisa mengatur emosinya dengan baik, sehingga sering kali mereka bersikap dramatis. Namun, bukan berarti orang tua boleh menyepelekan anak dengan mengatakan kalimat “Kamu baik-baik saja”.
Kalimat tersebut membikin anak merasa bahwa emosi maupun rasa sakit yang dirasakannya tidak valid. Seharusnya, orang tua dapat mengenali emosi anak dengan mengatakan kalimat, “Kamu aman” maupun “Ibu tahu ini sulit, tetapi Anda kuat dan akan melewatinya.”
Ungkapan itu mengajarkan ketahanan, bukan pengabaian dan penindasan. Selain empati, kalimat tersebut mengajarkan tentang metode pengaturan emosi.
Beauties, itu dia beberapa kalimat yang pantang diucapkan orang tua karena bisa membikin anak tidak berempati. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.