7 Kalimat yang Tanpa Disadari Memberi Kesan Buruk Menurut Psikolog

Jul 22, 2026 11:35 AM - 3 minggu yang lalu 8478

Tahukah Bunda? Psikolog mengungkap bahwa ada beberapa kalimat umum yang sering diucapkan dan tanpa disadari dapat memancarkan kesan yang jelek alias tidak disukai oleh orang lain.

Ucapan tertentu dapat membikin seseorang terlihat tidak ramah, susah didekati, alias apalagi kurang menyenangkan, meski tidak bermaksud demikian.

Hal ini lantaran komunikasi tidak hanya dinilai dari isi pembicaraan, tetapi juga langkah seseorang menyampaikannya.


Kesadaran diri menjadi salah satu kunci untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Dengan memahami kalimat-kalimat yang dapat memberi kesan buruk, Bunda bisa berkomunikasi dengan lebih hangat sekaligus menghindari kesalahpahaman.

Arti “memancarkan kesan buruk”

Psikolog berlisensi sekaligus spiritual integration coach, Dr. Kristen Viola Harrison, mengatakan seseorang mungkin memancarkan daya yang lembut dan susah didekati melalui tingkah laku dan langkah menanggapi situasi tertentu.

“Memancarkan kesan jelek berfaedah secara tidak sengaja memproyeksikan energi, melalui kata-kata, nada suara, dan bahasa tubuh, yang orang lain anggap negatif, tidak otentik, alias membikin seseorang tampak susah didekati,” ujar Harrison, dikutip dari laman Parade, Senin (20/7/2026).

Hal itu sering memicu rasa tidak nyaman dan ketidakpercayaan, apalagi ketika tidak ada niat jahat.

Karena otak dirancang untuk mendeteksi ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan seseorang dan gimana mereka mengatakannya, sinyal non-verbal yang membentuk respons emosional kita sangat berpengaruh dan kuat dalam membentuk interaksi.

7 Kalimat yang dianggap memberikan kesan buruk

Berikut beberapa kalimat yang memberikan aura negatif tanpa disadari menurut psikolog:

1. “Aku hanya jujur”

Ungkapan ini dapat mempunyai konotasi negatif. Terkadang, juga mengindikasikan bahwa Bunda mungkin sebenarnya tidak mempunyai niat yang jujur jika merasa perlu mengatakannya terlebih dahulu.

Harrison mengatakan krusial untuk mewaspadai perihal ini dari orang lain. Bunda perlu membedakan daya antara orang yang jujur dan mempunyai niat tulus dengan yang tidak.

“Mampu membedakan mana yang nyata dan bisa terlibat dengan niat yang tulus dan jujur adalah kunci keberhasilan di era baru in,” tuturnya.

2. “Kamu tahu apa yang Anda hadapi”

Ini hanya langkah lain untuk mengatakan “Sudah kubilang” dan itu tidak membikin Bunda terlihat sebagai seseorang yang dapat dipercaya.

Harrison mengatakan mengalihkan tanggung jawab adalah langkah klasik untuk menghalang pertumbuhan suatu hubungan. Seringkali dilakukan lantaran takut melakukan introspeksi diri, strategi melindungi ini menghindari tanggung jawab.

Tidak ada seorang pun yang betul-betul tahu apa yang bakal terjadi di masa depan, tetapi mengatakan perihal ini menyiratkan bahwa seseorang semestinya tahu.

3. “Ini bukan masalah pribadi”

Ungkapan ini biasanya diucapkan sebagai respons terhadap seseorang yang tidak senang menerima kritik.

Harrison mengatakan menambahkan ungkapan ini ke dalam apa pun yang bakal dikatakan biasanya justru lebih menyinggung emosi orang tersebut.

Dia menunjukkan bahwa perihal itu mengindikasikan Bunda mungkin hanya mengatakan ini kepada orang lain untuk meredakan dampaknya dan sebenarnya tidak bermaksud demikian.

4. “Mengapa Anda peduli?”

Mengajukan pertanyaan seperti ini kepada seseorang dapat menunjukkan kurangnya rasa empati dan egois.

Penting untuk tidak mempertanyakan kenapa seseorang merasa jengkel tentang sesuatu jika Bunda mau dipandang sebagai orang yang dapat dipercaya dan positif, hindari ungkapan ini dengan segala cara.

5. “Itu bukan masalah saya”

Hal ini juga dapat mengindikasikan kurangnya empati yang sangat besar tanpa disadari, terutama jika mengatakannya di tempat kerja kepada personil tim lain. Hal ini menunjukkan sifat egois.

Sebaliknya, cobalah untuk membikin orang yang datang kepada Bunda dengan suatu masalah merasa didengar dan bantu mereka menemukan solusi.

6. “Ya sudahlah”

Teradang, jika menggunakan kata ini, itu dapat mengindikasikan rasa cuek secara umum dan kurangnya kehadiran emosional.

Ungkapan ini sering digunakan untuk menghindari emosi tidak nyaman dan eksplorasi yang lebih mendalam. Selain itu, ini menghindari kompleksitas dengan menawarkan respons yang datar secara emosional.

7. “Aku tidak bakal mengubah siapa diriku”

Perubahan dalam hidup adalah perihal yang konstan, menurut Harrison ada baiknya untuk terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Mengatakan tidak bakal pernah mengubah siapa diri Bunda bukan corak support terhadap pertumbuhan diri sendiri dan, sekali lagi, menunjukkan sifat yang mementingkan diri sendiri.

“Perubahan adalah salah satu perihal yang konstan dalam hidup. Menghambat perkembangan menandakan ketidakamanan dan kurangnya kesadaran diri yang disamarkan sebagai ‘kepercayaan diri’. Orang yang pandai secara emosional memandang keengganan untuk berubah sebagai sikap yang terlalu kaku dan menyoroti penolakan untuk beradaptasi,” tuturnya.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang memberi kesan buruk. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya