7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 510x dilihat
7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda. Namun, fluktuasi metode mendidik orang tua dapat mulai kelihatan setelah memiliki lima anak maupun lebih, Bunda.

Bagi orang tua dengan lima anak, mengasuh famili yang besar berarti belajar memprioritaskan tugas dan melepaskan keinginan untuk menjadi sempurna. Mereka akan memperoleh kepercayaan diri dan menyesuaikan corak pengasuhan untuk memenuhi kebutuhan khas setiap anak.

"Meskipun kita tidak akan menjadi orang tua yang benar-benar berbeda dengan setiap anak, corak pengasuhan pasti akan beradaptasi seiring bertambahnya ukuran keluarga. Tiga anak tidak sama dengan lima anak," kata ahli di sektor pendidikan, Karen Cilli, dilansir Parents.


Perubahan metode orang tua mendidik usai punya 5 anak

Berikut beberapa fluktuasi metode orang tua mendidik setelah dikaruniai lima maupun atau lebih:

Memiliki famili yang besar dengan lima maupun atau lebih berarti setiap tugas mesti diprioritaskan. Sebagai orang tua, Bunda tidak akan bisa berbuat semuanya dalam jangka waktu yang sama.

"Mungkin kita bisa memberi sarapan kepada kelima anak maupun memakaikan mereka busana yang sesuai dengan kondisi cuaca, tapi mungkin kita juga tidak bisa berbuat keduanya," ujar Cilli.

2. Tidak perlu buku panduan untuk mengasuh anak

Siapa yang butuh buku panduan parenting ketika Bunda memiliki pengalaman langsung membesarkan lima anak maupun lebih? Orang tua yang memiliki banyak anak biasanya sudah tidak membutuhkan waktu untuk berkonsultasi dengan 'pakar' setiap kali memiliki pertanyaan seputar pengasuhan.

Ya, khasiat tambahan dari orang tua dengan banyak anak adalah kita akan lebih percaya diri. Kita memiliki ilmu untuk membikin keputusan yang masuk akal, karena telah menjalankan percobaan sosiologi yang durasi di rumah.

3. Hidup lebih hemat

Menurut Cilli, memiliki banyak anak tidak secara otomatis mengubah Bunda menjadi seorang yang hemat ekstrem. Tetapi memberi hayat bagi lebih dari beberapa anak bukanlah hal yang murah, tidak peduli seberapa hematnya kita.

Orang tua yang memiliki banyak anak biasanya berhemat dengan metode yang cerdas. Mereka belajar berbelanja barang sisa berkualitas, memanfaatkan penghematan biaya di toko grosir, membikin hajat makan hemat dengan memanfaatkan penjualan dan diskon mingguan, mengubah barang durasi menjadi barang baru, dan berhemat sebisa mungkin. Lambat laun, hal itu menjadi corak hidup untuk tidak membeli barang dengan harga penuh maupun barang baru.

4. Menerapkan pola asuh standar yang disesuaikan

Bunda dengan lima anak maupun lebih telah belajar bahwa orang tua yang baik datang dalam beragam bentuk dan ukuran. Bunda akan berpikir bahwa tidak ada limitasi untuk apa yang akan dilakukan cuma untuk bertetap hidup sebagai orang tua.

Orang tua dengan banyak anak menerapkan pola asuh standar di mana ia tidak akan menyalahkan diri sendiri jika melewatkan sesuatu dalam pengasuhan. Misalnya, 'Apakah membiarkan piring kotor di wastafel selama 48 jam membikin kita menjadi orang tua yang buruk?', jawabannya tentu 'Tidak'.

"Semakin banyak anak yang kita miliki, semakin kita menyadari bahwa pengasuhan yang baik adalah tentang mencintai dan menghormati anak-anak," ungkap Cilli.

5. Belajar mendelegasikan tanggung jawab

Orang tua dengan banyak anak tahu bahwa mendelegasikan tugas dan pekerjaan rumah tertentu adalah satu-satunya metode untuk menyelesaikan daftar tugas mereka yang tak kunjung habis. Mereka belajar mendelegasikan tanggung jawab kepada anak yang lebih besar, personel keluarga, jasa kebersihan rumah, maupun berbelanja online.

Orang tua dengan lima anak maupun lebih tidak cuma merasa betah meminta bantuan, tetapi mereka juga belajar menerimanya dengan lapang dada daripada menganggapnya sebagai tanda kelemahan.

6. Tidak peduli dengan 'keadilan'

Ketika memiliki dua maupun tiga anak, Bunda mungkin dapat mempertahankan kesetaraan di rumah tangga. Tetapi begitu memiliki lebih dari empat anak, strategi pengasuhan menjadi kurang berfokus pada apa yang 'adil' dan setara, dan lebih berfokus pada apa yang diperlukan.

Contoh di mana 'keadilan' diabaikan demi kebutuhan adalah ketika orang tua mendisiplinkan setiap anak secara individual. Jika memiliki lima anak, maka kita akan memiliki lima kepribadian yang sangat berbeda yang tinggal di rumah, dan masing-masing mungkin membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam hal disiplin.

7. Fokus pada deskripsi yang besar

Orang tua dengan banyak anak biasanya tidak punya waktu maupun daya untuk mengkhawatirkan setiap detail kecil. Sebaliknya, mereka fokus pada deskripsi yang besar, Bunda.

Mereka mengajukan pertanyaan yang lebih khusus dalam pengasuhan, seperti 'Apakah anak-anak tampak ceria dan puas? Apakah mereka memiliki ikatan persaudaraan yang kuat? Apakah semua orang ikut serta dan berkontribusi pada tugas-tugas rumah tangga dan tanggung jawab keluarga? Apakah kita membesarkan manusia yang baik?'

Jika dapat dengan percaya mengatakan jawabannya 'Ya', maka Bunda cenderung tidak akan terjebak dalam detail sehari-hari dan lebih mungkin untuk melihat sepertiapa famili berkembang dari waktu ke waktu.

Demikian fluktuasi metode orang tua mendidik setelah dikaruniai lima maupun atau lebih. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads