9 Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan Usia 8 Bulan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 8 menit 517x dilihat
9 Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan Usia 8 Bulan

Bagikan Postingan

Jakarta -

Memasuki usia kehamilan 8 bulan, evolusi janin semakin pesat. Ukuran tubuhnya bertambah besar, organ-organ terus mengalami pematangan, dan gerakannya statis dapat dirasakan ibu meski ruang di dalam rahim semakin terbatas.

Pada fase ini, wajar jika Bunda mulai lebih sering memperhatikan pergerakan bayi dan bertanya-tanya apakah evolusi janin sudah sesuai dengan usia kehamilan.

Lantas, apa saja ciri khas bayi sehat dalam kandungan usia 8 bulan? Bagaimana metode mengetahui kondisi janin dan kapan Bunda perlu segera memeriksakan diri ke dokter?


9 Ciri bayi sehat dalam kandungan usia 8 bulan

Tidak ada satu tanda yang dapat memastikan kondisi janin sepenuhnya sehat. Namun, ada beberapa indikator yang dapat membantu tenaga kesehatan menilai pertumbuhan dan evolusi janin.

1. Gerakan janin statis terasa

Salah satu hal yang dapat Bunda perhatikan pada trimester ketiga adalah pergerakan janin. Gerakan bayi dalam kandungan 8 bulan biasanya statis terasa setiap hari.

Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) menerangkan bahwa ibu perlu memperhatikan pola pergerakan janin dan segera melaporkan jika pergerakan terasa berkurang maupun berhenti. Penurunan pergerakan janin dapat berhubungan dengan kondisi tertentu, termasuk gangguan pertumbuhan janin dan fungsi plasenta.

Yang krusial bukan menghitung jumlah pergerakan dengan bilangan tertentu setiap hari, melainkan mengenali pola pergerakan bayi yang biasanya dirasakan Bunda. Jika pergerakan terasa jauh lebih sedikit dari biasanya, jangan menunggu hingga keesokan hari untuk memeriksakannya.

2. Pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan

Pada trimester ketiga, janin terus bertambah bermutu dan panjang. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator yang dinilai dalam pengecekan kehamilan.

Dokter dapat menggunakan pengukuran tinggi fundus dan, jika diperlukan, pengecekan ultrasonografi untuk mengestimasi pertumbuhan janin.

RCOG menekankan pentingnya membedakan janin yang berukuran kecil dengan kondisi fetal growth restriction (FGR), yaitu ketika pertumbuhan janin tidak optimal akibat aspek tertentu.

3. Denyut jantung janin terpantau

Denyut jantung janin merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi janin.

Pada pengecekan antenatal, tabib maupun tenaga kesehatan dapat memeriksa degub jantung janin menggunakan alat yang sesuai. Pada kondisi tertentu, pemantauan dapat dilakukan lebih lanjut menggunakan pengecekan seperti cardiotocography (CTG).

Namun, degub jantung saja tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator kesehatan janin. Hasilnya perlu dinilai berbareng kondisi kehamilan secara keseluruhan.

4. Berat janin terus bertambah

Memasuki trimester ketiga, janin mengalami peningkatan bermutu badan yang cukup pesat. Tubuhnya mulai menyimpan lebih banyak lemak sehingga bentuknya semakin menyerupai bayi baru lahir.

Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menerangkan bahwa selama trimester ketiga, janin terus bertumbuh dan organ-organ tubuhnya semakin matang sebagai persiapan untuk hayat setelah lahir.

Perkiraan bermutu janin dapat diperoleh melalui pengecekan USG, meskipun akibatnya merupakan estimasi dan bukan bilangan bermutu badan yang pasti.

5. Perkembangan organ sesuai tahap kehamilan

Pada usia 8 bulan, beragam organ janin terus mengalami pematangan. Otak dan mekanisme saraf berkembang, paru-paru terus mengalami pematangan, sementara janin semakin bisa mengatur pergerakan dan respons tubuhnya.

Karena itu, tabib tidak cuma melihat ukuran janin, tetapi juga menilai evolusi dan kondisi kehamilan secara keseluruhan.

6. Jumlah air ketuban dalam batas normal

Air ketuban memiliki beragam fungsi selama kehamilan, termasuk melindungi janin dan memberikan ruang untuk bergerak.

Jumlah air ketuban dapat dinilai melalui pengecekan ultrasonografi. Jumlah yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak dapat menjadi tanda yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.

7. Plasenta berguna dengan baik

Plasenta berpartisipasi krusial dalam menyediakan oksigen dan nutrisi bagi janin sekaligus membantu membuang zat sisa dari janin.

Gangguan fungsi plasenta dapat berhubungan dengan masalah pertumbuhan janin. Karena itu, pada kehamilan tertentu tabib dapat memantau kondisi plasenta dan mengerti darah menggunakan USG Doppler.

8. Aliran darah ke janin berjalan baik

Pada kondisi tertentu, pengecekan Doppler dapat digunakan untuk melihat mengerti darah pada pembuluh darah tertentu antara ibu, plasenta, dan janin.

Pemeriksaan ini terutama dapat dipertimbangkan ketika tabib mencurigai adanya gangguan pertumbuhan janin maupun kondisi kehamilan tertentu.

RCOG dalam pembaruan guideline 2026 mengenai small-for-gestational-age dan fetal growth restriction juga menekankan penggunaan pemantauan pertumbuhan dan Doppler sesuai kondisi klinis.

9. Tidak ditemukan tanda komplikasi kehamilan

Selain melihat kondisi janin, kesehatan ibu juga berpengaruh terhadap kehamilan. Karena itu, pengecekan antenatal mencakup pemantauan tekanan darah, gejala tertentu, pertumbuhan rahim, serta aspek konsekuensi lainnya.

Jika pengecekan memberitahu pertumbuhan janin sesuai harapan dan tidak ditemukan komplikasi, tabib dapat melanjutkan pemantauan sesuai agenda kehamilan.

Cara mengetahui janin sehat maupun tidak

Kondisi janin tidak dapat dipastikan cuma berdasarkan emosi ibu maupun bentuk perut. Pemeriksaan kehamilan statis menjadi metode utama untuk menilai evolusi janin.

WHO merekomendasikan pemantauan pertumbuhan janin selama pengecekan antenatal dan perhatian terhadap pergerakan janin pada trimester ketiga.

Beberapa pengecekan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah dan kondisi ibu;
  • Pengukuran tinggi fundus uteri;
  • Pemantauan pergerakan janin;
  • Pemeriksaan degub jantung janin;
  • USG jika memiliki gejala maupun direkomendasikan dokter; 
  • Pemeriksaan Doppler maupun CTG pada kondisi tertentu.

Bunda juga perlu mengenali pola pergerakan bayi. Jika pergerakan bayi terasa jauh lebih sedikit maupun berbeda dari biasanya, segera hubungi tabib maupun akomodasi kesehatan.

Gejala yang dirasakan ibu hamil di usia kandungan 8 bulan

Memasuki trimester ketiga, Bunda mungkin mengalami beragam fluktuasi tubuh. Beberapa keluhan yang lazim terjadi antara lain:

  • Perut semakin besar
  • Nyeri punggung
  • Lebih sering buang air kecil
  • Sulit tidur
  • Mudah lelah
  • Sesak terutama ketika rebah maupun berbuat aktivitas
  • Kaki maupun tangan mengalami pembengkakan ringan
  • Kontraksi palsu maupun Braxton Hicks.

Salah satu keluhan yang cukup sering membikin ibu cemas adalah perut terasa kencang maupun mengeras. Dalam kondisi hamil 8 bulan bayi sering mengeras, sebenarnya yang terasa kencang adalah otot rahim yang mengalami kontraksi, bukan tubuh bayi yang menjadi keras.

ACOG menerangkan bahwa kontraksi Braxton Hicks dapat muncul selama kehamilan dan biasanya tidak terjadi dengan pola yang teratur. Kontraksi ini juga dapat mereda setelah ibu beristirahat maupun mengubah posisi.

Namun, Bunda perlu segera mendapatkan pengecekan jika kontraksi terjadi secara teratur dan semakin kuat, terutama jika disertai perdarahan, keluarnya cairan dari vagina, tekanan panggul, maupun nyeri punggung.

Larangan yang mesti dihindari saat hamil 8 bulan

Ada beberapa larangan hamil 8 bulan yang krusial diperhatikan. Namun, bukan berarti Bunda mesti menghentikan semua aktivitas.

Pada kehamilan tanpa komplikasi, aktivitas jasmani statis dapat dilakukan sesuai kondisi tubuh dan anjuran dokter. ACOG menyarankan menghindari aktivitas yang memiliki konsekuensi tinggi menyebabkan jatuh, benturan pada perut, maupun cedera.

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Mengonsumsi alkohol

Tidak ada jumlah alkohol yang diketahui terlindungi selama kehamilan. Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat menaikkan konsekuensi beragam gangguan pada bayi.

2. Merokok

Paparan rokok dapat membahayakan kehamilan dan berhubungan dengan beragam komplikasi, termasuk gangguan pertumbuhan janin.

3. Mengonsumsi obat tanpa konsultasi

Tidak semua obat terlindungi dikonsumsi selama kehamilan. Termasuk obat bebas dan suplemen yang dianggap alami. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tabib maupun bidan.

4. Aktivitas dengan konsekuensi jatuh maupun benturan

Olahraga maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan jatuh dan benturan pada perut sebaiknya dihindari.

5. Mengabaikan fluktuasi pergerakan janin

Jika pergerakan bayi terasa jauh lebih sedikit dari pola biasanya, jangan menganggap kondisi tersebut sebagai hal normal cuma karena usia kehamilan sudah semakin besar.

FAQ seputar kandungan usia 8 bulan

Berikut beberapa pertanyaannya, Bunda:

1. Normalkah hamil 8 Bulan perut terasa sering mengeras dan kencang?

Perut yang sesekali terasa kencang dapat terjadi karena kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini umumnya tidak teratur dan dapat mereda setelah beristirahat maupun mengubah posisi.

Namun, jika kontraksi semakin sering, teratur, kuat, maupun disertai perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina, segera periksakan ke tenaga kesehatan karena pada usia 8 bulan kondisi tersebut dapat berhubungan dengan persalinan prematur.

2. Bagaimana metode menambah bermutu badan janin 8 bulan?

Tidak ada metode menambah bermutu badan janin 8 bulan dengan cepat yang dapat dilakukan secara instan.

Jika tabib menemukan bermutu janin lebih kecil dari yang diharapkan, penyebabnya perlu dicari terlebih dahulu. Beberapa aspek yang dapat berpartisipasi antara lain kondisi plasenta, kesehatan ibu, asupan nutrisi, maupun kondisi medis tertentu.

Bunda dapat mendukung pertumbuhan janin dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup sumber protein, sayur, buah, biji-bijian, dan sumber kalsium sesuai kebutuhan.

WHO menemukan bahwa suplementasi daya dan protein seimbang dapat memberikan khasiat pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi. Namun, konsumsi protein dalam jumlah tinggi bukan berarti dapat membikin bermutu janin bertambah dengan cepat.

3. Perlukah pengecekan USG saat hamil 8 bulan?

USG janin 8 bulan tidak otomatis diperlukan untuk setiap ibu hamil.

USG dapat dilakukan berdasarkan kondisi kehamilan dan penilaian dokter. Pemeriksaan dapat digunakan untuk menilai pertumbuhan janin, posisi janin, jumlah air ketuban, kondisi plasenta, maupun hal lain yang dicurigai dari pengecekan sebelumnya.

WHO tidak merekomendasikan USG trimester ketiga secara rutin untuk semua ibu hamil yang sebelumnya telah mendapatkan pengecekan USG sesuai rekomendasi. Karena itu, Bunda sebaiknya mengikuti agenda pengecekan yang ditentukan dokter.

4. Di mana posisi bayi saat hamil 8 bulan?

Pada usia 8 bulan, posisi bayi statis dapat berubah. Sebagian bayi sudah eksis dalam posisi imam di bawah, sedangkan sebagian lainnya statis sungsang maupun melintang.

Jika Bunda mencari gambar posisi janin 8 bulan, perlu diingat bahwa gambar ilustrasi cuma memberikan deskripsi umum. Posisi bayi dalam kandungan setiap ibu dapat berbeda dan cuma pengecekan langsung, termasuk USG jika diperlukan, yang dapat membantu memastikan posisinya.

5. Bagaimana metode agar bayi 8 bulan tidak sungsang?

Tidak ada metode yang dapat menjamin bayi pasti berputar dari posisi sungsang menjadi imam di bawah.

Pada usia 8 bulan, bayi statis dapat berubah posisi karena statis memiliki ruang untuk bergerak. Karena itu, posisi sungsang pada tahap ini belum tentu akan menetap hingga persalinan.

Jika bayi statis sungsang ketika kehamilan mendekati 36 minggu, tabib dapat mendiskusikan pilihan penanganan. Salah satunya adalah external cephalic version (ECV), yaitu prosedur untuk mencoba memutar posisi bayi dari luar perut.

ACOG mengutarakan bahwa ECV dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu setelah tabib mengevaluasi keamanan prosedur bagi ibu dan bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads