Jakarta -
Anak tidak selalu bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan olehnya. Ketika mengalami tekanan maupun masalah emosional, mereka dapat menunjukkannya melalui fluktuasi perilaku hingga metode berhubungan dengan orang di sekitarnya, Bunda.
Banyak orang tua tidak menyadari fluktuasi tersebut. Padahal, orang tua perlu datang dan cermat dalam menjaga kesejahteraan emosional anak-anaknya.
Menurut ulasan di halaman UNICEF, anak-anak memiliki reaksi yang berbeda terhadap peristiwa buruk di lingkungan mereka. Budaya memengaruhi metode kita mengekspresikan emosi.
Di beberapa budaya, misalnya, tidak layak untuk memberitahu emosi yang kuat dengan menangis keras. Sementara di adat lain, hal itu dapat diterima secara luas.
Beberapa tanda stres yang dialami oleh anak mungkin tidak begitu jelas. Namun, pada saat stres dan krisis, anak-anak akan mengamati perilaku dan emosi orang dewasa untuk mendapatkan instruksi tentang metode mengelola stres dan emosi mereka sendiri.
Tanda anak sedang tidak baik-baik saja secara emosional
Ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua mengenai kondisi emosional anak yang mungkin sedang tidak baik-baik saja. Melansir dari beberapa sumber, berikut tanda-tandanya:
1. Tiba-tiba mengasingkan diri
Anak-anak tidak selalu berterus terang ketika ada sesuatu yang salah. Mereka mungkin mulai mengasingkan diri ketika merasa tidak baik-baik saja secara emosional, karena keinginan yang tidak terungkap, ketakutan, kekhawatiran, maupun terlebihlagi rasa bersalah dan malu.
"Ketika anak-anak mulai mengisolasi diri maupun menjauh dari kita maupun dari semua orang dalam jaringan mereka, tolong periksa keadaan mereka," kata psikolog Elaine Rose S. Ferrer, dikutip dari halaman Manila Bulletin.
"Pengasingan dan keterputusan adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin ada emosi ditolak maupun putus asa yang terjadi."
2. Tiba-tiba menenggelamkan diri dalam banyak aktivitas
Tak semua anak mengasingkan diri ketika mengalami kelelahan emosional. Ada juga yang tiba-tiba mencari kesibukan dengan berbuat banyak aktivitas.
"Tanda lain yang mungkin adalah ketika anak-anak menenggelamkan diri dalam begitu banyak aktivitas. Apakah ini tipikal anak kita, maupun ini sesuatu yang baru? Mereka mungkin sedang mengalihkan perhatian mereka sendiri," ujar Ferrer.
3. Mengalami masalah tidur, makan, dan stres jasmani tanpa karena yang jelas
Perubahan perilaku, pola tidur, hasrat makan, dan hubungan sosial dapat menjadi tanda-tanda mula bahwa seorang anak sedang mengalami kesulitan. Salah satu instruksi yang paling lazim lainnya adalah manifestasi jasmani stres, seperti sakit imam maupun sakit perut, tanpa penyebab medis yang jelas.
"Dalam hal tidur, amati tingkat daya anak. Apakah anak seceria dulu? Apakah daya mereka tiba-tiba meningkat maupun menurun drastis? Apakah mereka tidur terlalu banyak maupun terlalu sedikit? Apakah mereka mengalami mimpi buruk maupun gemetar di malam hari? Atau tiba-tiba membutuhkan kita di samping mereka saat tidur?" ungkap Ferrer.
4. Perubahan mendadak dalam prestasi akademik
Dilansir halaman Advantage Therapy, ketika Bunda menyadari bahwa prestasi akademik anak menurun, maka ada beragam masalah mendasar yang dapat memengaruhi kesejahteraan Si Kecil. Ingatlah bahwa sangat krusial untuk melihat lebih dari sekadar nilai.
Perhatikan fluktuasi perilaku seperti peningkatan iritabilitas, menghindari bahasan mengenai sekolah, hilangnya minat pada aktivitas, perfeksionisme, dan penundaan. Masalah-masalah ini mungkin mengindikasikan stres, perundungan, kesulitan belajar, tekanan emosional, masalah kesehatan, tekanan kawan sebaya, dan kurangnya motivasi.
5. Penarikan diri dan isolasi dari kawan sebaya
Menarik diri dan mengisolasi diri bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan bahwa anak mengalami tekanan emosional. Jika Si Kecil mulai menarik diri dari aktivitas sosial, teman, maupun pertemuan keluarga, hal itu dapat memberitahu beberapa masalah mendasar.
Masalah-masalah ini mungkin termasuk depresi, kecemasan, maupun mekanisme penanggulangan untuk mengatasi rasa sakit emosional. Anak-anak yang mengisolasi diri juga mungkin kesulitan mengatasi emosi kesepian, kesedihan, maupun kewalahan.
6. Perubahan kondisi hati yang tak terkendali
Perubahan kondisi hati adalah hal yang bisa terjadi selama masa praremaja hingga remaja karena fluktuasi hormonal dan transisi perkembangan. Namun, terkadang hal ini dapat mengindikasikan masalah mendasar yang lebih signifikan.
Ketika fluktuasi kondisi hati mulai mengganggu kapasitas anak untuk berkonsentrasi di sekolah, menjaga hubungan dengan kawan sebaya dan personel keluarga, maupun terlibat dalam aktivitas sehari-hari, maka sangat krusial untuk mendapatkan bantuan. Gangguan tersebut mungkin memberitahu bahwa anak kesulitan mengatur emosinya secara ampuh dan mungkin membutuhkan dukungan.
Perilaku menyerang adalah salah satu tanda paling lazim dari anak yang sedang tidak baik-baik saja secara emosional. Perilaku ini dapat berupa ledakan verbal dan agresi jasmani hingga permusuhan dan pembangkangan.
Sebenarnya, memberitahu agresi sesekali adalah bagiankecil normal dari masa kanak-kanak. Namun, agresi yang terus-menerus dan mendalam yang mengganggu fungsi sehari-hari dapat mengindikasikan masalah emosional maupun perilaku yang mendasarinya. Anak-anak yang memberitahu perilaku menyerang mungkin kesulitan mengelola emosi mereka, berkomunikasi secara efektif, maupun menyelesaikan perselisihan secara damai.
Demikian tujuh tanda anak sedang tidak baik-baik saja secara emosional. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)