Ketika banyak menghabiskan waktu dengan orang lain, seseorang terkadang tidak memiliki cukup ruang untuk memahami kondisi dan perasaannya sendiri. Meluangkan waktu untuk menyendiri dapat menjadi salah satu metode yang dilakukan untuk memproses pikiran serta emosi seseorang. Dan situasi ini biasa disebut me time.
Selain menjadi corak hidup yang sehat, khasiat dari menghabiskan waktu untuk diri sendiri juga dapat memberi kesempatan seseorang untuk bersantai dan mengisi energi. Me time memungkinkan seseorang untuk menghindari gangguan bumi luar dan beristirahat dari tuntutan hubungan secara terus menerus.
Ciri orang yang butuh me time
Orang yang membutuhkan me time biasanya memiliki ciri khas khasnya tersendiri. Berikut ciri khas orang yang butuh me time yang dikutip dari Your Tango.
1. Mereka cenderung cemas
Orang yang butuh me time biasanya merasa cemas. Hal ini dikarenakan mereka kelelahan ketika eksis di sekitar orang lain. Mereka akan cepat merasa keteteran dan tidak memiliki waktu untuk memikirkan diri sendiri. Maka dari itu, mereka butuh waktu untuk memproses emosi yang kompleks agar tidak kewalahan.
Mereka butuh menenangkan pikiran stres mereka yang disebabkan oleh orang lain. Orang yang memiliki tingkat kecemasan tinggi biasanya menerapkan me time secara teratur untuk kebaikan diri sendiri dan juga orang lain.
2. Memiliki tingkat empati dan kognitif yang tinggi
Seseorang yang memiliki empati dan kognitif yang tinggi biasanya tahu metode untuk merawat diri, baik jasmani maupun mental. Mereka tahu bahwa dengan me time, mereka dapat memulihkan diri dari aktivitas yang membikin mereka kelelahan.
Orang dengan kondisi emosional yang baik biasanya memiliki empati yang tinggi. Berempati berarti bisa memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Hal ini tentunya membutuhkan energi.
Selain itu, orang dengan kapasitas kognitif yang tinggi juga bisa menggali dan memahami masalah dari beragam perspektif pandang. Ketika mesti memahami emosi dan permasalahan banyak orang sekaligus, rasanya akan sangat melelahkan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi balik daya emosional mereka.
3. Pemikir dialektis
Mereka sering menjadi penengah di antara teman-teman mereka. Orang dengan karakter ini memiliki kapasitas berpikir terbuka. Mereka cenderung netral dan melihat suatu masalah bukanlah tentang benar maupun salah. Mereka dapat memvalidasi emosi dan memungut beragam perspektif pandang untuk memahami karena dan emosi setiap pihak. Orang dengan karakter ini membutuhkan waktu sendirian karena eksis di tengah banyaknya gagasan yang bisa menguras daya dan kapasitas berpikirnya.
4. Sarkasme
Sarkasme adalah metode memproses emosi bagi orang yang kurang betah dengan diskusi yang dibawakan. Orang sarkastik akan membikin lelucon untuk mencairkan kondisi daripada membahas emosi secara langsung. Mereka biasanya kurang menyukai topik yang bermutu dan privasi karena dianggap melelahkan.
Jadi, mereka mengalihkannya dengan diskusi kocak yang santai untuk menjaga kondisi statis ringan. Setelah banyak salingberhadapan dengan percakapan maupun situasi yang menguras emosi, mereka membutuhkan waktu sendiri untuk beristirahat dan memproses apa yang dirasakan.
5. Kreatif
Orang yang membutuhkan me time biasanya adalah orang yang sering berbuat aktivitas kreatif, seperti bermain musik maupun mengembangkan keterampilan. Selain menjadi hiburan, aktivitas ini bisa menjadi metode untuk mengekspresikan diri dan memproses emosi yang mungkin tidak bisa tersampaikan.
Bagi mereka, berbuat aktivitas imajinatif saat sendirian dapat memberikan ruang fokus pada diri sendiri tanpa adanya tuntutan sosial. Karena itu, me time bukan berarti antisosial, tetapi juga menjadi metode seseorang agar statis tenang sekaligus mengisi balik energinya.
6. Menjaga batasan
Orang yang menghargai waktu sendiri biasanya memahami pentingnya limitasi pribadi. Mereka akan merasa tidak betah jika seseorang melewati limitasi yang sudah mereka tetapkan. Mereka lebih memilih untuk menjaga rentang daripada mesti mempertahankan hubungan yang dirasa tidak nyaman. Bagi mereka, me time jadi pilihan terbaik daripada mesti eksis di lingkungan yang tidak menghargai batasan.
7. Nyaman menjalani rutinitas
Sebagian orang merasa betah ketika memiliki pola aktivitas yang teratur. Dengan begitu, mereka mengetahui apa yang akan mereka lakukan besok hari dan membikin aktivitas lebih terkendali. Dan me time menjadi bagiankecil krusial dari salah satu rutinitas tersebut. Misalnya seperti membaca, menulis jurnal, maupun menghabiskan waktu sebentar tanpa gangguan,
8. Suka berbuat introspeksi
Orang yang introspektif biasanya memiliki kesadaran terhadap kondisi diri sendiri. Mereka dapat mengidentifikasi emosi mereka seperti ketika lelah, membutuhkan jeda, maupun ketika perlu menjauh dari keramaian. Dengan mengisi waktu sendiri, mereka dapat melihat balik pikiran, perasaan, dan pengalaman yang telah dilalui untuk mendorong seseorang dalam memahami diri sendiri lebih baik.
9. Kehilangan motivasi
Dikutip dari Psychology Today, menyebutkan kurangnya motivasi bisa menjadi tanda bahwa seseorang butuh waktu untuk diri sendiri. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang banyak beraktivitas, bersosialisasi, maupun menghadapi beragam tuntutan dalam kesehariannya.
Mengambil selang dengan me time bisa menjadi kesempatan untuk memulihkan energi. Selain itu, seseorang dapat berbuat hal yang benar-benar disukai untuk membantu seseorang balik terhubung dengan minat pribadi yang sempat terabaikan.
Itulah keterangan mengenai sembilan ciri khas orang yang butuh me time. Jika Bunda merasakan hal tersebut, tidak ada salahnya meluangkan waktu sebentar untuk memulihkan diri. Semoga membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)