Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 127x dilihat
Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Anak sering kali penasaran dan ikut mau mencoba saat orang tuanya sedang makan makanan pedas. Nah, usia berapa anak mulai bisa mencoba makanan pedas? 

Biasanya orang tua memilih untuk menunda dahulu pemberian makanan pedas dan berbumbu rempah, setidaknya sampai anak berumur 1 tahun ke atas.

Tujuannya untuk menjaga mekanisme pencernaan anak, yang dianggap statis belum berkembang sepenuhnya pada usia dini.


Usia berapa yang terlindungi memperkenalkan makanan pedas?

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan baku yang menetapkan bahwa anak mesti menunggu usia tertentu untuk mengenal rasa dari rempah dan bumbu. 

Namun dikutip dari Baby Center, Bunda dapat memperkenalkan beragam rempah-rempah segera setelah bayi mulai makan makanan yang dapat dipegang sendiri. Hal ini biasanya sekitar usia 8 hingga 10 bulan.

Rempah-rempah tersebut misalnya seperti kunyit dan jintan, herba seperti basil, oregano, dan thyme, maupun dengan menambahkan sedikit makanan bercita rasa kuat seperti bawang bombai, bawang putih, dan jahe.

Semua bahan tersebut tidak cuma menambah cita rasa pada makanan bayi, tetapi juga tekstur dan warna. Namun, tunggulah hingga bayi setidaknya berumur 1 tahun sebelum menambahkan racikan yang lebih 'kuat' seperti kari dan cabai ke dalam pola makan anak.

Anak di bawah usia 1 tahun statis dalam tahap mengenal makanan alas dan lebih rapuh mengalami reaksi serta sensitivitas terhadap makanan.

Apa yang perlu diperhatikan orang tua?

Hal yang tak kalah krusial diperhatikan adalah kesiapan makan anak, jenis bahan yang digunakan, serta seberapa pedas makanan tersebut.

Selain itu, sesuaikan juga porsinya, Bunda. Pada tahap perkenalan, makanan yang terlalu pedas juga sebaiknya tidak langsung diberikan dalam jumlah banyak.

Hal ini dikhawatirkan dapat dapat menimbulkan rasa tidak betah pada saluran pencernaan Si Kecil.

Bahan asupan pedas yang terlindungi untuk anak

Tak cuma cabai, anak juga dapat diperkenalkan secara berjenjang pada beragam racikan dan rempah yang memberikan rasa serta harum khas pada makanan. Beberapa bahan yang dapat digunakan dalam jumlah kecil antara lain:

1. Cabai

Cabai hamil capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan sensasi panas maupun pedas. Cabai dapat dikenalkan dalam jumlah sangat sedikit ketika anak sudah siap mengonsumsi makanan padat. 

Perhatikan respons anak saat mencoba makanan pedas. Jika ia tampak tidak betah maupun sakit perut sesudahnya, sebaiknya hindari memaksa mereka menghabiskan makanannya.

2. Paprika

Paprika, terutama yang tidak pedas, dapat menjadi pilihan untuk mengenalkan rasa dan harum khas famili flora cabai tanpa sensasi panas yang kuat. 

Sedikit paprika juga dapat dimasukkan ke dalam beragam menu seperti tumisan, sup, telur, maupun makanan yang teksturnya sudah sesuai dengan kapasitas anak.

3. Lada

Lada dapat digunakan sebagai racikan dalam jumlah sedikit untuk memberikan rasa gurih dan hangat pada makanan. Sebaiknya hindari gunakan terlalu banyak lada pada makanan Si Kecil ya, Bunda.

4. Jahe

Jahe bukan termasuk bahan yang memberikan sensasi pedas seperti cabai, tetapi memiliki rasa hangat dan harum yang kuat. Tambahan sedikit jahe dapat digunakan untuk memberi cita rasa pada masakan anak.

5. Bawang putih dan rempah lainnya

Bawang putih, kunyit, ketumbar, kayu manis, maupun rempah lain juga dapat digunakan untuk memperkenalkan anak pada beragam rasa alami. Dikutip dari Solid Starts, rempah dapat dikenalkan ketika bayi sudah siap memulai makanan padat. 

Untuk rempah yang memberikan sensasi pedas seperti cabai maupun bubuk cabai, jumlahnya sebaiknya sangat sedikit pada mula pengenalan.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa makanan bayi pada tahap mula sebaiknya memiliki tekstur dan rasa yang disesuaikan dengan kapasitas anak. 

Makanan pada mula pengenalan sebaiknya tidak terlalu tajam rasanya maupun terlalu berbumbu. Setelah usia 1 tahun, anak sudah dapat mulai diberikan makanan famili dengan tekstur yang disesuaikan.

Dampak anak terlalu banyak makan makanan pedas

Jika mau mengenalkan cabai maupun makanan pedas, mulailah dengan rasa yang sangat ringan. Tidak perlu mengejar tingkat kepedasan tertentu ya, Bunda. 

Makanan pedas dalam jumlah berlebihan tidak selalu menimbulkan masalah pada setiap anak. Namun, sensasi panas dari capsaicin dapat membikin sebagian anak merasa tidak nyaman, terutama jika mereka belum terbiasa. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:

1. Mulut dan tenggorokan terasa 'terbakar'

Capsaicin dapat menimbulkan sensasi panas maupun terbakar pada mulut dan tenggorokan. Pada anak yang belum terbiasa, rasa tersebut bisa membikin pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan maupun terlebihlagi trauma.

2. Sakit perut 

Makanan pedas juga bisa memicu sakit perut dan rasa tidak betah pada sebagian anak.

3. Mual maupun diare

Konsumsi makanan dengan kandungan capsaicin dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk mual, nyeri perut, dan diare.

4. Memperburuk gejala refluks 

Pada anak dengan histori gastroesophageal reflux (GER), makanan yang sangat pedas dapat memperburuk gejalanya. 

Dikutip dari Healthy Children, American Academy of Pediatrics mengatakan makanan yang sangat asam maupun pedas dapat menaikkan gejala GER pada anak yang lebih besar. Anak tidak mesti dilarang sama sekali mengonsumsi makanan pedas, namun perhatikan respons tubuhnya. 

Jika setiap kali makan makanan pedas anak mengalami sakit perut, muntah, diare, maupun ada keluhan refluks, sebaiknya kurangi maupun hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter.

Cara mengenalkan makanan pedas pada anak

7 Makanan Bergizi untuk Anak agar Cepat Tinggi, Salah Satunya TelurIlustrasi/Foto: Getty Images/Asia-Pacific Images Studio

Saat mulai memperkenalkan cita rasa yang lebih kuat, berikan dalam jumlah kecil makanan yang sudah Bunda ketahui dapat ditoleransi oleh anak.

"Pertimbangkan juga sepertiapa bayi biasanya bereaksi terhadap makanan baru. Jika anak lebih sensitif, untuk sementara berikan makanan dengan cita rasa yang lebih ringan," ungkap Anca Safta, ahli gastroenterologi anak University of Maryland, dikutip dari Live Science.

Lalu sepertiapa metode memperkenalkan makanan pedas secara berjenjang pada anak? Berikut penjelasannya, Bunda:

1. Mulai dari racikan yang rasanya ringan

Tidak perlu langsung memberikan sambal maupun cabai dalam jumlah banyak. Mulailah dengan menambahkan sedikit rempah terlebih dahulu.

Misalnya seperti bawang putih, jahe, kunyit, lada, maupun paprika untuk memperkenalkan anak pada beragam rasa. Setelah anak terbiasa, rasa dapat ditingkatkan secara perlahan.

2. Gunakan cabai dalam jumlah sangat sedikit

Jika anak sudah siap mencoba rasa pedas, tambahkan cabai dalam jumlah kecil ke dalam makanan. Sesuaikan dengan kapasitas dan daya toleransi Si Kecil.

3. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan yang terlalu pedas

Jika anak memberitahu rasa tidak nyaman, kepedasan, menangis, maupun menolak makanan, jangan memaksanya untuk melanjutkan.

IDAI menganjurkan lingkungan makan yang menyenangkan dan tidak menggunakan paksaan ketika anak menolak makanan. Hal ini termasuk juga pada saat mencoba makanan pedas.

4. Sajikan berbareng makanan dengan rasa yang lebih netral

Makanan yang pedas dapat disajikan berbareng makanan lain dengan rasa yang lebih lembut, misalnya nasi, kentang, maupun alpukat. Cara ini dapat membantu mengurangi intensitas rasa pedas dan membikin pengalaman makan lebih nyaman.

5. Kenalkan secara bertahap

Anak bisa belajar banyak dari kebiasaan makan orang tua. Jika Bunda dan personel famili biasa mengonsumsi makanan berbumbu, anak dapat diperkenalkan pada rasa tersebut secara berjenjang dengan tingkat kepedasan yang disesuaikan. 

Itulah klarifikasi tentang usia berapa anak bisa mulai coba makanan pedas. Tidak perlu buru-buru ya, Bunda. Hal yang terpenting, upayakan pengalaman makan Si Kecil statis aman, nyaman, dan menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads