Jakarta -
Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu kecuali melihat anaknya tumbuh sehat. Bagi Ranim Haddad, kebahagiaan itu terasa jauh lebih besar karena untuk sampai di titik tersebut, ia mesti melewati perjalanan panjang yang dipenuhi kehilangan.
Setelah mengalami 20 kali keguguran selama sekitar 11 tahun, Ranim akhirnya bisa merayakan ulang tahun pertama putranya, Emmanuel.
Momen tersebut menjadi perayaan yang sangat berarti bagi Ranim dan sang suami, Fuad. Sebab, sebelum Emmanuel hadir, pasangan ini mesti berkali-kali merasakan harapan yang tumbuh saat mengetahui kehamilan, kemudian balik menghadapi kehilangan.
20 Kali keguguran dalam 11 tahun
Ranim dan Fuad menikah pada 2014. Tak durasi setelah menikah, keduanya mulai mencoba memiliki momongan. Kehamilan pertama datang pada 2015. Namun, kebahagiaan itu tidak terjadi durasi karena Ranim mengalami keguguran.
Setelah itu, Ranim balik hamil beberapa kali. Sayangnya, sebagian besar kehamilan tersebut balik berakhir dengan keguguran. Dalam perjalanan sekitar 11 tahun, Ranim mengalami 20 kali keguguran. Ia juga pernah kehilangan seorang bayi perempuan yang lahir terlalu awal dan seorang bayi lelaki yang wafat beberapa jam setelah dilahirkan.
"Masalah terbesar kami adalah mereka tidak bisa menemukan masalahnya," ujar Ranim, dikutip dari ABC7 Chicago.
Ketidakjelasan mengenai penyebab kehilangan tersebut tentu membikin perjuangan Ranim semakin berat. Ia tidak cuma mesti menghadapi rasa kehilangan, tetapi juga pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada kehamilan-kehamilannya.
Sempat menjalani program bayi tabung
Perjuangan Ranim dan Fuad untuk mendapatkan anak juga dilakukan melalui program bayi tabung maupun in vitro fertilization (IVF).
Pada 2018, pasangan tersebut menjalani IVF dan mendapatkan sejumlah embrio yang dinilai sehat berdasarkan pengecekan genetik. Namun, perjalanan itu balik tidak mudah.
Salah satu embrio yang ditransfer ke rahim Ranim berkembang hingga usia kehamilan sekitar sembilan minggu sebelum akhirnya mengalami keguguran. Percobaan berikutnya juga belum memberikan hasil yang diharapkan.
Setelah melalui beragam kegagalan, Ranim akhirnya merasa membutuhkan waktu untuk selesai sejenak.
"Saya butuh istirahat panjang. Saya tidak bisa terus berbuat ini," kenangnya.
Bayi perempuan diberi nama Miracle
Pada 2020, Ranim balik mendapatkan berita bahagia. Ia hamil secara alami. Kehamilan kali ini terasa berbeda. Ranim dan Fuad dapat melihat evolusi janin melalui pengecekan USG dan mendengar debar jantungnya.
Mereka terlebihlagi mengetahui bahwa bayi tersebut berjenis gender perempuan dan memberinya nama Miracle, sebuah nama yang menggambarkan benar-benar berartinya kedatangan Si Kecil bagi mereka. Namun, ketika usia kehamilan mencapai sekitar 18,5 minggu, Ranim mengalami pecah ketuban.
Miracle akhirnya lahir pada 12 Agustus 2020 dengan bermutu kurang dari satu pon. Sayangnya, bayi imut-imut tersebut tidak dapat bertetap hidup. Ranim dan Fuad balik mesti mengucapkan selamat tinggal kepada anak mereka.
Kembali kehilangan bayi laki-laki
Beberapa tahun kemudian, Ranim balik hamil. Pada 2024, ia melahirkan seorang bayi lelaki disebut Samuel ketika usia kehamilannya sekitar 29 minggu.
Samuel mengalami masalah evolusi paru-paru yang sangat serius. Setelah lahir, kondisinya tidak memungkinkan untuk bertetap hidup dan ia wafat beberapa jam kemudian.
Miracle dan Samuel kemudian dimakamkan berdampingan. Dua kehilangan tersebut menjadi bagiankecil dari perjalanan panjang Ranim dan Fuad dalam menanti kedatangan seorang anak yang dapat mereka besarkan.
Kehamilan Emmanuel dipantau ketat
Setelah berkali-kali mengalami kehilangan, Ranim mendapatkan perawatan dari tim tabib ahli maternal-fetal medicine di Northwestern Medicine.
Dokter berbuat beragam pengecekan untuk mencari kemungkinan penyebab keguguran berulang yang dialaminya. Namun, tidak ditemukan satu penyebab khusus yang dapat menerangkan seluruh kegugurannya.
Ketika Ranim balik hamil pada 2025, kehamilan tersebut mendapatkan pemantauan yang sangat ketat. Ia menjalani pengecekan secara rutin. Dokter juga berbuat cerclage, yaitu prosedur berupa pemasangan jahitan pada leher rahim untuk membantu mempertahankan kehamilan pada kondisi tertentu yang berisiko mengalami persalinan prematur.
Kehamilan kali ini akhirnya berjalan hingga usia 37 minggu. Pada 1 Oktober 2025, Emmanuel lahir dengan kondisi sehat. Setelah 11 tahun penuh perjuangan, Ranim akhirnya bisa membawa pulang bayinya.
Ranim rayakan ultah Emmanuel
Kini, Emmanuel telah berumur satu tahun. Pada 1 Oktober 2026, Ranim dan Fuad merayakan ulang tahun pertama putra mereka.
Bagi sebagian orang, ulang tahun pertama mungkin cuma menjadi momen sederhana untuk merayakan pertumbuhan seorang anak. Namun bagi Ranim, hari tersebut menjadi simbol dari perjalanan yang begitu panjang.
Ada 20 kehamilan yang tidak berhasil dipertahankan. Ada Miracle dan Samuel yang mesti ia relakan. Ada rasa kecewa, kesedihan, dan ketidakpastian yang mesti dilewati berkali-kali. Namun, kini Ranim bisa melihat Emmanuel tumbuh di depan matanya.
"Saya mau perempuan lain tahu bahwa mereka tidak sendirian," kata Ranim.
Ia memilih membagikan kisahnya agar perempuan lain yang pernah mengalami keguguran berulang tidak merasa sendirian dalam menghadapi kehilangan.
Keguguran berulang tidak selalu memiliki satu penyebab
Kisah Ranim juga mengingatkan bahwa keguguran berulang merupakan kondisi yang kompleks.
Keguguran dapat disebabkan oleh beragam faktor, termasuk kelainan kromosom pada embrio, kondisi pada rahim, gangguan hormonal, masalah kesehatan tertentu, maupun kondisi lainnya. Dalam sebagian kasus, penyebabnya terlebihlagi tidak dapat ditemukan meskipun sudah dilakukan pemeriksaan.
Karena itu, Bunda yang mengalami keguguran tidak seharusnya langsung menyalahkan diri sendiri. Keguguran bukan berarti Bunda gagal menjaga kehamilan. Banyak aspek yang eksis di luar kendali ibu dapat memengaruhi evolusi kehamilan.
Jika mengalami keguguran berulang, tabib dapat membantu berbuat penilaian untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan menentukan cara yang sesuai untuk kehamilan berikutnya.
Bukan sekadar ulang tahun
Ulang tahun pertama Emmanuel akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia seorang anak. Bagi Ranim, hari tersebut adalah pengingat bahwa setelah bertahun-tahun menghadapi kehilangan, kini ia dapat melihat putranya tumbuh sehat.
Perjalanan Ranim memang tidak mudah. Namun, dari kisahnya kelihatan bahwa perjalanan setiap ibu untuk mendapatkan anak bisa berbeda-beda. Ada yang diberi kemudahan sejak awal, ada pula yang mesti melewati perjalanan panjang dengan air mata dan kehilangan.
Dan bagi Ranim, tawa Emmanuel di usia satu tahun menjadi salah satu pemberian paling berarti setelah 11 tahun menanti dan 20 kali mengalami keguguran.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)