Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 31x dilihat
Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk

Bagikan Postingan

Jakarta -

Sayuran bugar tentu lebih nikmat saat teksturnya statis renyah dan kondisinya prima. Namun, menyimpan bahan pangan ini di rumah terkadang menjadi tantangan tersendiri karena gampang layu maupun rusak.

Sayuran yang tidak disimpan dengan tepat bisa kehilangan kesegarannya cuma dalam beberapa hari. Kondisi tersebut tidak cuma mengurangi kualitas bahan makanan, tetapi juga berisiko membuatnya terbuang percuma.

Padahal, ada beberapa metode sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga sayuran statis bugar lebih lama.


Cara menyimpan sayuran yang tepat agar statis bugar dan tidak gampang busuk

Perubahan kecil dalam metode menyimpan buah dan sayuran rupanya bisa membikin bahan makanan bertetap lebih lama.

Mulai dari daun-daunan yang cepat layu hingga buah beri yang gampang berjamur, banyak makanan yang akhirnya terbuang bukan cuma karena terlalu durasi disimpan, tetapi juga karena metode penyimpanannya kurang tepat. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kelembapan dan suhu.

Secara ilmiah, buah dan sayuran tidak sekadar ‘menjadi busuk’. Bahan pangan tersebut mengalami proses kerusakan dalam kondisi tertentu. Sama seperti manusia, flora juga memiliki mikroorganisme alami yang hidup di dalamnya.

Berikut beberapa fluktuasi sederhana yang dapat membantu makanan bertetap beberapa hari lebih lama:

1. Mencuci buah dan sayuran

Dilansir healthline, sebagian besar buah dan sayuran menempuh perjalanan cukup jauh sebelum sampai ke tangan konsumen.

Selama proses tersebut, bahan makanan bisa terpapar mikroba rapuh maupun kontaminan lainnya. Hal ini juga dapat terjadi pada produk organik dan bebas pestisida. Bahkan, makanan yang kelihatan dan terasa bugar belum tentu terbebas dari kontaminasi.

Untuk menghilangkan kotoran dan kontaminan, selalu cuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Bunda tidak perlu menggunakan sabun maupun cairan khusus pencuci buah dan sayuran. Cukup gunakan air mengalir.

Untuk buah dan sayuran yang teksturnya keras, sikat bersih dengan bulu yang cukup kuat bisa membantu menghilangkan kotoran. Gunakan sikat tersebut khusus untuk mencuci bahan makanan.

Jika buah maupun sayuran memiliki lapisan seperti lilin, gesek permukaannya menggunakan tisu dapur maupun kain setelah dicuci.

Meski krusial mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan, sebaiknya bahan makanan disimpan dalam kondisi belum dicuci.

Kelembapan berlebih dapat membikin buah dan sayuran lebih cepat busuk. Jadi, cuci bahan makanan sesaat sebelum dikonsumsi. Jika mesti mencucinya terlebih dahulu, pastikan sudah dikeringkan dengan baik sebelum disimpan. Sayuran yang sudah dicuci dan dikemas biasanya tidak perlu dicuci kembali.

2. Menyimpan di kulkas

Setiap jenis buah dan sayuran memiliki metode gudang yang berbeda. Secara umum, sayuran membutuhkan salah satu dari empat kondisi penyimpanan, yaitu dingin dan lembap, adem dan lembap, dingin dan kering, maupun hangat dan kering.

Suhu kulkas umumnya sebaiknya eksis di sekitar 1 derajat Celsius. Sayuran dapat disimpan di laci khusus sayuran maupun crisper yang biasanya eksis di bagiankecil bawah kulkas.

Laci tersebut umumnya memiliki pengaturan kelembapan tersendiri. Jika memungkinkan, simpan setiap jenis sayuran pada suhu dan tingkat kelembapan yang sesuai.

Buah dan sayuran yang cocok disimpan dalam kondisi dingin dan lembap antara lain:

  • Apel
  • Brokoli
  • Wortel
  • Selada
  • Terong

Bahan makanan yang lebih cocok disimpan dalam kondisi dingin dan kering, antara lain:

  • Bawang putih
  • Bawang bombai

Sementara itu, beberapa bahan makanan lebih cocok disimpan dalam kondisi hangat dan kering, seperti:

  • Cabai
  • Labu kuning
  • Labu musim dingin
  • Ubi jalar

Untuk menjaga keamanan makanan, buah dan sayuran yang sudah dicuci dan dipotong sebaiknya disimpan di dalam kulkas maupun freezer. Masukkan ke dalam kantong plastik maupun wadah tertutup agar statis bugar dan tidak terlalu banyak terkena udara.

Selalu pisahkan buah dan sayuran dari daging mentah serta produk susu untuk mencegah kemungkinan kontaminasi bakteri.

3. Menyimpan di freezer

Hampir semua jenis buah dan sayuran dapat disimpan di dalam freezer. Pembekuan memang bisa mengubah tekstur sebagian buah dan sayuran, tetapi umumnya statis membantu mempertahankan rasa, nutrisi, dan khasiat kesehatannya.

Cara ini juga cocok untuk menyimpan buah dan sayuran musiman agar bisa dikonsumsi di waktu lain. Terutama jika bahan tersebut nantinya akan dimasak maupun digunakan untuk membikin smoothie.

Sebaiknya gunakan wadah kedap udara saat membekukan buah dan sayuran. Hindari membekukan buah maupun sayuran yang statis mentah maupun belum matang karena proses pematangannya bisa terganggu setelah dikeluarkan dari freezer.

Sayuran berdaun yang biasa dimakan mentah, seperti selada, sebaiknya tidak dibekukan karena teksturnya dapat berubah.

4. Simpan di tempat adem dan kering

Beberapa jenis buah dan sayuran justru lebih baik disimpan di luar kulkas maupun freezer. Bahan makanan tersebut dapat diletakkan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Contohnya:

  • Tomat
  • Pisang
  • Kentang
  • Lemon
  • Jeruk nipis

Tomat, khususnya, dapat kehilangan rasa dan sebagian nutrisinya jika disimpan di dalam kulkas. Teksturnya juga bisa berubah menjadi kurang enak.

Buah yang statis utuh umumnya tidak mesti disimpan di kulkas. Namun, suhu dingin dapat memperlambat proses pematangannya sehingga buah bisa statis bugar lebih lama.

Setelah buah dicuci dan dipotong, selalu simpan di dalam kulkas maupun freezer untuk menjaga kualitas dan keamanannya.

5. Kenali tanda makanan yang benar-benar busuk

Kesalahpahaman mengenai makanan yang statis terlindungi dikonsumsi juga menjadi salah satu penyebab makanan terbuang.

Ada beberapa tanda yang memberitahu makanan sebaiknya dibuang. Misalnya, muncul jamur yang kelihatan jelas, teksturnya berlendir, mengeluarkan cairan, maupun memiliki bau tidak sedap yang kuat.

Tanda-tanda tersebut memberitahu bahan makanan sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi terlindungi dikonsumsi.

Nah, itulah beberapa metode menyimpan sayuran agar statis bugar dan tidak gampang busuk. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads