Rekomendasi Pilihan Olahraga untuk Obesitas: Ini Dia 7 yang Paling Aman dan Efektif

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 29x dilihat
Rekomendasi Pilihan Olahraga untuk Obesitas: Ini Dia 7 yang Paling Aman dan Efektif

Bagikan Postingan

Untuk Anda yang obesitas dan mau hidup lebih sehat (plus pemberian bermutu badan turun) ini anjuran pilihan olahraga yang terlindungi dan efektif.

Kita pasti paham, bahwa ketika seseorang dengan obesitas sudah beriktikad menjalani hidup sehat, tentu yang dihadapi di depannya merupakan sebuah tantangan besar. Pasti akan banyak pertanyaan yang muncul ketika menjalani proses dan setiap tahapannya, termasuk dalam menentukan tujuan akhir (goals). Selain semangat yang datang dari diri sendiri, seorang yang obesitas perlu mendapatkan instruksi yang tepat. Itulah sebabnya, hal pertama yang patut dilakukan adalah berkonsultasi dengan ahli, baik dengan dokter, ahli gizi maupun diet, dan tentunya, saat mau memulai olahraga, berkonsultasi dengan ahli kebugaran.  

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Olahraga

Selain itu, biasanya orang yang obesitas, maupun memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas 27,0 ini tidak bisa sebebas itu memilih jenis olahraga. Maka, inilah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pilih olahraga yang terlindungi bagi jantung, olahraga dengan intensitas tinggi tidak disarankan untuk langsung dilakukan karena dapat membikin degub jantung meningkat secara cepat.
  2. Pilih olahraga sesuai dengan kapasitas fisik, mulailah dengan beban yang ringan, baru perlahan-lahan ditambah, agar menghindari cedera pada area persendian.
  3. Pastikan cukup nutrisi saat sebelum berolahraga dan statis terhidrasi selama berolahraga.
  4. Hindari memaksakan diri saat berolahraga. Pahami tubuh Anda, karena khasiat olahraga cuma akan didapat dengan konsistensi dan tentunya, waktu istirahat/recovery yang cukup.

Baca juga: Muscle Mass, Bone Density, dan Balance: 3 Hal yang Perlu Dijaga Seiring Bertambahnya Usia

7 Rekomendasi Olahraga yang Aman dan Efektif

Jalan Kaki (Power Walking)

Olahraga ini merupakan jenis olahraga yang paling praktis, murah, dan gampang dilakukan. Anda sendiri juga dapat mengatur kecepatan sehingga tidak berakhir kehabisan napas dan ngos-ngosan. Pastikan untuk menggunakan sepatu jalan dengan alas yang tebal. Mulailah dari durasi 15-20 menit sehari.

Baca juga: Jalan Kaki Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Cara Efektif dan Durasinya

Berenang

Berenang merupakan olahraga yang cukup menyenangkan untuk dilakukan, sehingga bisa menjadi sebuah aktivitas rutin buat kondisi obesitas. Selain bisa menurunkan bermutu badan, berenang juga bisa membantu meringankan rasa cemas maupun stres. Berenang corak punggung selama 30 menit diketahui dapat membakar sekitar 298 kalori, sementara corak bebas dapat membakar 372 kalori, dan corak kupu-kupu sebanyak 409 kalori, jika dilakukan dengan intensitas dan durasi yang sama.  

Sepeda dan Sepeda Statis

Bersepeda juga bisa dijadikan sebagai pilihan olahraga untuk menurunkan bermutu badan. Dengan bersepeda selama 30 menit di luar rumah, kita bisa membakar sekitar 280–360 kalori. Namun, jika tidak mau keluar rumah, Anda bisa menggunakan jenis sepeda statis sebagai alternatif. Latihan dengan sepeda statis selama 30 menit dapat membakar sekitar 250–280 kalori. Dengan posisi duduk bersadar dapat mengurangi beban pada punggung dan lutut, sehingga terhindar konsekuensi cedera lutut.

Latihan Beban

Sesungguhnya, cabor satu ini wajib menjadi cabor utama bagi orang yang obesitas. Selain tentunya membakar kalori, latihan beban krusial untuk menjaga kekuatan otot, yang merupakan kunci pergerakan tubuh yang optimal (salah satunya otot kaki, yang setiap hari menopang pergerakan tubuh). Selain itu, latihan beban juga dapat menaikkan laju metabolisme basar (BMR). Pastikan untuk memulainya dengan beban yang ringan, namun berprogres secara teratur.

Yoga

Meski populer akan manfaatnya terhadap kesehatan mental, yoga juga bisa membakar kalori tubuh, yaitu sekitar 149 kalori selama kurang lebih 40 menit. Melakukan yoga secara rutin juga dapat melatih otot-otot yang beku dan membantu Anda untuk bisa menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, yoga juga baik dilakukan, terutama ketika permasalahan Anda adalah ketidakmampuan mengekang bujukan untuk mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan. Karena lewat yoga, Anda akan terlatih untuk bisa mengendalikan pikiran dan tubuh.

Pilates

Meski termasuk cabor yang sedang hype, pilates sebetulnya merupakan olahraga dengan intensitas rendah yang cocok untuk dilakukan orang dengan obesitas. Latihan jasmani yang berfokus pada rehabilitasi dan penguatan tubuh, pilates merupakan gabungan serangkaian pergerakan lambat dan pernapasan dalam. Pemula dapat melakukannya selama 30-45 menit. 

Baca juga: Olahraga Berapa Kali Seminggu agar Berat Badan Turun?

Senam Aerobik

Bila Anda jenis orang yang lebih semangat ketika berolahraga bersama-sama, bahagia dengan keramaian, makin ramai makin seru, maka pilihlah senam aerobik. Sekarang ini, senam aerobik juga dikenal dengan beragam istilah, seperti zumba, cardio dance, body combat, bodyfit, dan sebagainya. Karena ini merupakan gabungan tarian dan pergerakan cardio, maka biasanya olahraga ini tidak akan komplit tanpa musik yang menjadi penyemangat. Biasanya, karena dilakukan bersama, justru banyak orang yang merasa lebih termotivasi.  

Yang Juga Perlu diingat

Sselain intensitas olahraga, jumlah pembakaran kalori tubuh bersandar pada faktor-faktor lainnya, seperti bermutu badan, kecepatan metabolisme tubuh, serta seberapa cepat Anda dalam berbuat gerakan-gerakan olahraga tersebut. 

Bicara soal goal, mindset kita selama menjalani journey untuk hidup lebih sehat juga sangat mungkin berubah. Awalnya pingin kurus, namun ketika mulai giat berolahraga dan merasakan perubahannya, umumnya tujuannya berubah; tidak lagi fokus ke bermutu badan, melainkan keinginan untuk senantiasa kuat, aktif, dan bugar meski bermutu badan belum mencapai yang ideal. 

Image by Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads