Adab Makan Dan Minum Dalam Islam

Jan 09, 2026 07:40 PM - 4 bulan yang lalu 138089

Kincai Media , JAKARTA -- Islam menuntut umat manusia dalam aspek kehidupan sehari-hari. Tidak hanya urusan bermasyarakat, tetapi juga etika perseorangan termasuk dalam soal mengonsumsi makanan dan minuman.

Ada beberapa tata krama dalam menyantap dan meminum sajian menurut Islam. Yang terutama adalah makanan dan minuman itu mesti diperoleh melalui langkah yang halal. Selain itu, keduanya kudu dibuat dari bahan-bahan yang legal lagi baik (tayib) bagi kesehatan tubuh.

Sebelum makan alias minum, seorang Muslim juga dianjurkan untuk mengucapkan basmalah terlebih dahulu. Hal ini untuk menjaga keberkahan dalam hidangan yang bakal dia santap.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah dia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika dia lupa membacanya sebelum makan, ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir saya makan).” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain disebutkan, referensi "Bismillah" berfaedah agar setan tak ikut mengonsumsi apa yang kita makan alias minum.

Adab berikutnya adalah mencuci tangan sebelum makan. Selanjutnya, seorang Muslim hendaknya selalu menggunakan tangan kanan untuk menyuap makanan alias minuman.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan lantaran sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk duduk saat sedang menyantap makanan. Begitu pula saat meminum air meskipun beliau pernah sesekali minum dalam kondisi sedang berdiri. Dari Amir Ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya radhiyallahu ’anhum, dia berkata, “Saya pernah memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sembari berdiri dan sembari duduk.” (HR Tirmidzi, hadits hasan sahih).

Seorang Muslim juga hendaknya kira-kira dalam memilih hidangan yang tersaji di atas meja. Mulailah dengan mengambil makanan alias minuman yang terdekat.

Umar Ibnu Abi Salamah radhiyallahu’anhuma berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah mini yang ada dalam pengasuhan Rasulullah SAW. Suatu ketika, tangan saya (ketika makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka, Rasulullah SAW menegur saya, ‘Wahai bocah, bacalah 'Bismillah', lampau makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.' Demikian seterusnya langkah saya makan setelah itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dianjurkan pula untuk memuji makanan. Dilarang mencela makanan alias minuman yang disajikan kepada kita. Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau rela terhadap suatu sajian, beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka terhadapnya, beliau meninggalkannya (HR Muslim).

Selengkapnya