Alasan Abu Bakar Pilih Bebaskan Budak Lemah, Bukan yang Kuat

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 520x dilihat
Alasan Abu Bakar Pilih Bebaskan Budak Lemah, Bukan yang Kuat

Bagikan Postingan

Kincai Media, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu dikenal sebagai sosok yang doyan membebaskan budak-budak Muslim yang lemah dan tertindas. Ketika ayahnya mempertanyakan pilihannya membebaskan mereka, bukan orang-orang kuat yang bisa dijadikan pengawal alias pekerja, Abu Bakar menegaskan bahwa semua itu dilakukannya semata-mata untuk mengharap keridhaan Allah SWT.

Dikisahkan, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang sering membebaskan budak-budak muslimin yang lemah dan tertindas. Abu Bakar apalagi mengerahkan bantuannya dengan segenap kekayaan dan tenaganya.

Suatu ketika Abu Bakar memandang Nahdiyah, seorang budak perempuan, berbareng putrinya. Mereka termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam. Mereka bekerja membikin roti untuk majikan mereka. Seorang majikan perempuannya dari Bani Abd Al-Dar itu bersumpah, “Demi Allah, saya tidak bakal membebaskan kalian selamanya.”

Kemudian Abu Bakar berkata, “Tebuslah sumpahmu itu, wahai Ummu Fulan.”

Kepada Abu Bakar, dia berkata, “Tebus sendiri olehmu. Engkau yang telah merusak keduanya, maka engkau bebaskan mereka.”

Abu Bakar bertanya, “Berapa?”

Dia menjawab, “Sekian dan sekian.”

Abu Bakar berbicara lagi, “Baiklah saya ambil mereka berdua. Dengan begitu mereka bebas. Berikanlah perangkat penumbuk tepung itu.”

Nahdiyah berkata, “Atau kami manfaatkan dulu perangkat itu, baru setelah itu kami bakal mengembalikannya.”

Abu Bakar berkata, “Itu terserah kalian.”

Dikisahkan Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi dalam 150 Qshah min Hayati Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abu Bakar membebaskan budak-budak bukan lantaran mau dipuji alias mendapat kehormatan, melainkan menginginkan ridha Allah SWT.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads