Anak Selalu Demam Setelah Diimunisasi? Ini Penjelasan Dokter

May 10, 2026 11:20 AM - 2 hari yang lalu 3052

Jakarta -

Setelah imunisasi, banyak orang tua yang merasa panik lantaran Si Kecil tiba-tiba mengalami demam. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab anak selalu demam setelah diimunisasi?

Kondisi ini memang cukup sering terjadi dan kerap membikin orang tua merasa khawatir. Sebelum kita telaah lebih jauh, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Infeksi Penyakit Tropis di Jakarta, dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K), IBCLC, PhD, menjelaskan pentingnya imunisasi bagi Si Kecil.

"Imunisasi itu krusial lantaran dia membantu anak agar daya tahan tubuhnya bisa kebal terhadap penyakit tertentu. Memang secara umum, kekebalan anak ada yang non spesifik. Jadi berkarakter non spesifik, artinya sistem kekebalan tubuh seperti tentara tubuh bisa bekerja melawan secara umum," ujar dr. Karyanti, dikutip dari kanal YouTube @IDAITV2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Tapi untuk penyakit-penyakit yang spesifik, seperti difteri, pertusis, tetanus, dan campak, itu perlu kekebalan yang terbentuk secara khusus, yang memang spesifik untuk melawan bakteri-bakteri tersebut," lanjutnya.

Lalu, kenapa sebagian anak bisa mengalami demam setelah imunisasi, ya? Mari cari tahu jawaban selengkapnya berikut ini, Bunda.

Mengapa anak selalu demam setelah diimunisasi?

Dokter Karyanti menjelaskan bahwa demam setelah imunisasi adalah reaksi yang normal. Kondisi ini terjadi lantaran tubuh Si Kecil sedang membentuk kekebalan tubuh sebagai respons terhadap imunisasi yang diberikan.

"Kalau Ayah Bunda anaknya selalu demam pada saat imunisasi, itu sebenarnya reaksi demam itu reaksi normal tubuh," ujar dr. Karyanti.

"Jadi, jangan khawatir. Artinya, tubuh anak lagi membentuk kekebalan tubuh, makanya agak hangat ya, demam. Tapi, jika misalnya dikasih obat penurun panas, dan itu biasanya paling satu alias dua hari ya setelah vaksinasi. Jadi, jangan cemas dan belum tentu imunisasi berikutnya anak demam," lanjutnya.

Karena itu, imunisasi tetap kudu dikejar sesuai dengan agenda ya, Bunda. Tujuannya agar anak tetap terlindungi dari beragam penyakit serta kecacatan seumur hidup.

"Saran saya tetap kejar imunisasi. Karena tujuan imunisasi adalah melindungi anak agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berat, penyakit yang menakut-nakuti nyawa, dan membikin abnormal seumur hidup.

Lebih lanjut, dr. Karyanti menjelaskan imunisasi membantu melindungi anak dari beragam penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Beberapa di antaranya seperti difteri, pertusis, dan tetanus.

"Jadi, anak-anak terlindung dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ya, seperti difteri, pertusis, tetanus, ya," katanya.

Pertolongan saat anak demam lantaran imunisasi

Apabila anak demam lantaran setelah diimunisasi, Bunda tidak perlu panik, lantaran ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu Si Kecil lebih nyaman.

1. Menyusu alias minum lebih sering

Menurut dr. Karyanti, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan anak tetap cukup cairan. Cara paling mudah adalah dengan menyusu alias minum sesering mungkin sesuai kebutuhannya.

"Pertolongan pertama untuk menahan demam adalah beri dia menyusu sesering mungkin alias minum sesering mungkin," ungkapnya.

2. Berikan obat penurun panas

Apabila demam membikin Si Kecil tampak tidak nyaman, Bunda bisa memberikan support berupa obat penurun panas. Obat ini digunakan sesuai kebutuhan dan rekomendasi yang tepat.

"Kedua, boleh dibantu kasih antipiretik, obat panas, parasetamol," kata dr. Karyanti

3. Kompres dengan air hangat

Selanjutnya, Bunda bisa membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil dengan melakukan kompres air hangat. Fokuskan pada area lipatan tubuh seperti ketek dan pangkal paha agar lebih efektif.

"Lalu, bantu kompres dengan air hangat. Jadi, yang dikompres dengan sapu tangan alias lap basah dengan baskom ya. Kemudian, yang dikompres adalah lipatan ketek dan lipat inguinal, dari lipat pangkal paha ya di situ," jelasnya.

"Jadi, lakukan itu 10-15 menit, itu sigap sekali panas keluar melalui pori-pori, sama seperti saat orang tua memberikan obat panas, terus anak berkeringat," sambungnya.

4. Hindari selimut alias busana tebal saat anak demam

Di saat anak demam, sebaiknya hindari penggunaan selimut alias busana berlapis-lapis ya, Bunda. Hal ini justru dapat membikin panas tubuh anak tertahan di dalam.

"Jangan dipakaikan baju berlapis-lapis alias diselimuti terlalu tebal, lantaran malah bikin panasnya tertahan di dalam. Nah, itu membikin panasnya naik lagi. Yang kita takutkan jika anak kejang," tegas dr. Karyanti.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya