Anak Sering Diberi Gadget Sejak Kecil? Studi Ungkap Kaitannya dengan Daya Ingat

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 54x dilihat
Anak Sering Diberi Gadget Sejak Kecil? Studi Ungkap Kaitannya dengan Daya Ingat

Bagikan Postingan

Memberi gadget pada Si Kecil ketika sedang sibuk mengurus pekerjaan rumah, mungkin menjadi metode paling ampuh agar anak statis tenang. Tapi, terlalu sering memberi screen time pada anak bisa berakibat buruk bagi kapasitas kognitifnya.

Sebuah studi memberitahu bahwa paparan layar sejak usia awal dapat dikaitkan dengan rendahnya tingkat kecerdasan dan daya ingat yang kurang optimal. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini terjadi karena otak anak statis dalam masa evolusi dan membutuhkan lingkungan yang sehat. Otak perlu diberi rangsangan secara ilmuwan yang sesuai agar kapasitas berpikir dan ketahanan mentalnya dapat berkembang dengan baik. 

Sebaliknya, jika anak terlalu banyak bermain game maupun menonton video dapat mengubah fungsi otak mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu kapan anak bisa mendapatkan ponsel pertamanya karena dapat mengubah struktur alas otak mereka. 


Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics memberitahu bahwa paparan layar sejak awal pada anak dapat mempengaruhi kecerdasan dan menyebabkan masalah pada daya ingat mereka.

Hasil penelitian

Studi tersebut memberitahu bahwa penggunaan ponsel sejak usia awal dapat memberikan sejumlah akibat negatif pada fungsi otak mereka. Dampaknya antara lain adalah daya ingat yang rendah, fungsi kognitif yang menurun, dan performa akademik yang buruk di sekolah. Kondisi tersebut tentunya perlu ditanggapi dengan serius.

Organisasi Kesehatan Dunia maupun WHO dan akademi Pediatri Amerika merekomendasikan untuk tidak memberikan waktu menonton layar sebelum usia 18-24 bulan. Selain itu, untuk anak usia 2-5 tahun waktu yang dianjurkan adalah kurang dari satu jam per hari.

Dampak ponsel terhadap otak anak

Paparan awal terhadap ponsel dapat mempengaruhi evolusi otak, misalnya dalam bersosial. Alih-alih berhubungan dengan keluarga, teman, dan guru, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk bermain ponsel. Ketika alat digital sudah memungut alih fokus anak, tandanya anak mulai ketergantungan dan hal ini dapat menjadi situasi yang berbahaya. Dampaknya paparan ponsel dapat dilihat dari beberapa hal, seperti:

  • Kemampuan fokus.
  • Kemampuan mengingat.
  • Kemampuan memecahkan masalah.
  • Kemampuan berbahasa.

Selain itu, penggunaan ponsel juga berakibat pada prestasi akademik:

  • Peningkatan gangguan saat belajar.
  • Mengurangi waktu membaca.
  • Mengurangi kualitas tidur.
  • Ketergantungan pada media sosial.
  • Beban multitasking berlebihan.

Pentingnya memori dan keahlian pada masa anak-anak

Perkembangan kognitif pada anak bersandar pada kapasitas mengingat dan evolusi keahlian belajar. Hal ini memungkinkan anak untuk memproses keterangan dengan baik dan tepat. Selain itu, memori dan keahlian berpengaruh pada kapasitas membaca, memecahkan masalah, maupun fokusnya dalam pelajaran di kelas.

Pada tahap perkembangannya, fungsi kapasitas otak sangat bersandar pada lingkungan di tempat ia berada. Salah satu fungsi krusial yang perlu diperhatikan adalah daya ingat. Jika daya ingat terganggu maka prestasi akademiknya akan menurun karena terjadi masalah dalam mengingat informasi.

Apakah semua screen time berbahaya?

Tentunya tidak. Pasalnya ada beberapa alat pembelajaran digital yang justru dapat menaikkan daya ingat. Format audio-visual dari alat digital menjadi alat paling dicari untuk mengajar anak yang perhatiannya dan fokusnya gampang teralihkan. Poin yang rapuh adalah ketika anak sudah mulai kecanduan. Jadi akibat penggunaan ponsel statis tergantung pada sepertiapa orang tua dan anak dapat mengontrolnya. Ada beberapa kebiasaan yang dapat merusak struktur otak, seperti:

  • Penggunaan ponsel secara terus menerus.
  • Video berdurasi pendek.
  • Bermain game secara berlebihan.
  • Penggunaan media sosial secara berlebihan.

Orang tua juga perlu melihat tanda jika anak sudah kecanduan penggunaan ponsel seperti:

  • Sulit konsentrasi.
  • Mudah lupa.
  • Penurunan harga akademik
  • Mudah tersinggung.
  • Aktivitas jasmani di luar berkurang.
  • Gangguan tidur.
  • Kekurangan minat pada hobi.

Untuk mengurangi konsekuensi anak kecanduan ponsel, alangkah lebih baik jika orang tua mengatur penggunaan ponsel pada anak. Pantau anak untuk berolahraga secara teratur, agenda tidur yang baik, terlibat dalam hubungan sosial, dan membaca agar otak anak dapat berkembang.

Bisa disimpulkan jika ponsel bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berbahaya, tetapi jika penggunaannya tidak diperhatikan terlebihlagi sampai ketergantungan, sudah saatnya orang tua membatasi pemberian ponsel pada anak. Semoga keterangan ini membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! 

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads