Beda Dengan Isra Miraj, Mengapa Hijrah Nabi Saw Tak Disertai Mukjizat? Ini Kata Ulama Mesir

Jun 21, 2026 05:51 PM - 2 jam yang lalu 65

Suasana Masjid Nabawi (ilustasi.

Kincai Media , JAKARTA— Salah satu kebenaran menarik dari peristiwa agung hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah tidak adanya mukjizat sebagaimana yang terjadi saat Isra Miraj.

Mengapa demikian? Anggota Komisi Fatwa Dar Al-Ifta Mesir, Syekh Ali Fakhr, menjelaskan kenapa Nabi Muhammad SAW tidak mengandalkan mukjizat dalam peristiwa hijrah.

Menurutnya, perihal itu mengandung pesan pendidikan yang sangat agung, ialah bahwa ikhtiar dan perencanaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tawakal kepada Allah SWT, bukan pengganti tawakal itu sendiri.

Dalam program unik yang disiarkan Kanal Al-Nas yang dikutip Masrawy, Ahad (21/6/2026) untuk memperingati Tahun Baru Hijriah, dia mengatakan bahwa Allah SWT tentu Mahakuasa untuk memindahkan Nabi SAW secara langsung sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa Isra dan Mi'raj.

Namun, hijrah dilaksanakan melalui cara-cara yang manusiawi dan terencana agar menjadi pelajaran bagi umat tentang gimana menghadapi krisis dan membangun negara sesuai dengan sunnatullah alias hukum-hukum yang bertindak di alam semesta.

Syekh Ali Fakhr menjelaskan bahwa salah satu corak perencanaan tersebut tampak dari sikap Nabi SAW yang menunggu izin dari Allah SWT sebelum berhijrah.

Rasulullah tidak berangkat sebelum mendapat perintah, meskipun sebagian besar sahabat telah lebih dulu hijrah. Hal ini, menurutnya, menanamkan prinsip kedisiplinan dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan penting.

Dia menambahkan bahwa pemilihan waktu keberangkatan pada siang hari, penugasan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA untuk mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya, serta penggunaan jasa seorang penunjuk jalan yang mahir meskipun belum memeluk Islam, semuanya merupakan bukti ketelitian perencanaan dan luasnya pandangan Rasulullah SAW.

Selengkapnya