Belajar dari Satu Sifat dan Sikap Malaikat kepada Allah SWT, Meski Mereka tak Pernah Maksiat

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 512x dilihat
Belajar dari Satu Sifat dan Sikap Malaikat kepada Allah SWT, Meski Mereka tak Pernah Maksiat

Bagikan Postingan

Ilustrasi malaikat.

Kincai Media, JAKARTA— Sering kali kekuatan justru menjadi argumen seseorang untuk melakukan zalim, menyombongkan diri, enggan beribadah, dan menolak tunduk.

Namun, para malaikat adalah pengecualian. Meskipun mereka mempunyai tubuh yang sangat besar dan kekuatan yang luar biasa, mereka justru mencapai puncak penghambaan, ketundukan, dan kerendahan diri di hadapan Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ ١٩ يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ ٢٠

“Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa arogan untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.” (QS. Al-Anbiya: 19–20)

Allah juga berfirman:

فَإِنِ ٱسْتَكْبَرُوا۟ فَٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُۥ بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْـَٔمُونَ ۩ ٣٨

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak pernah jemu.” (QS Fussilat: 38)

Yang mendorong para malaikat untuk terus-menerus mengabdikan diri kepada Allah adalah besarnya rasa takut dan ketundukan mereka kepada-Nya.

Allah Ta'ala berfirman:

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌۭ مُّكْرَمُونَ ٢٦ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ ٢٨

لَا يَسْبِقُونَهُۥ بِٱلْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِۦ يَعْمَلُونَ ٢٧

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak berbincang mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati lantaran takut kepada-Nya. (QS Al-Anbiya: 26–28). Lihat juga QS an-Nahl: 48–50)

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads