Benarkah Semakin Dekat Kepada Allah, Semakin Berat Ujiannya?

Jul 28, 2026 08:19 PM - 8 jam yang lalu 114

Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

Kincai Media,JAKARTA -- Banyak orang bertanya kenapa mereka yang tekun beragama justru kerap menghadapi beragam ujian dan musibah. Dalam kitab Minhajul Abidin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa kesulitan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT. Bahkan, semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin berat pula ujian yang bakal dihadapinya. Karena itu, kesabaran menjadi bekal utama agar seorang mukmin dapat menjaga ibadahnya dan mencapai prinsip penghambaan kepada Allah SWT.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa setiap bentuk ibadah dan ketaatan itu sendiri mengandung beragam kesukaran, tidak ada ibadah yang dilakukan tanpa menekan hawa nafsu. Sebab hawa nafsu itu senantiasa berupaya mencegah seseorang manusia beragama dan alim kepada Allah. Menjadi tugas paling susah seorang mahir ibadah untuk mengontrol hawa nafsu tersebut.

Setelah mengerjakan kebaikan dengan bersusah payah, seorang hamba kudu berhati-hati menjaganya agar ibadahnya itu tidak rusak. Sebab konsisten dan menjaga satu kebaikan ibadah itu jauh lebih susah daripada mengerjakan pada kali pertama.

Dunia ini merupakan tempat ujian, maka siapa saja yang berada di dalamnya pasti bakal mendapatkan ujian dengan beragam kesulitan dan musibah. Misalnya musibah kematian pada keluarga, saudara, kerabat dan para sahabat kita juga.

Ada juga musibah yang bisa menimpa diri sendiri seperti penyakit dan kelaparan. Bisa juga musibah terhadap kehormatan kita misalnya dibunuh, disakiti, dihinakan, dijadikan sasaran, diceritakan kejelekannya dan dibohongi.

Ada juga musibah kehilangan dan ambruk terhadap kekayaan yang kita miliki. Seseorang mungkin merasa sangat terpukul dan sedih dengan salah satu jenis musibah, tapi tidak terlalu sedih dengan musibah lainnya.

Apapun yang terjadi diperlukan kesabaran dalam menghadapi semua jenis musibah yang menimpa kita. Kalau kita tidak bisa bersabar maka kesedihan yang berkepanjangan itu bakal mengganggu konsentrasi kita dalam beribadah.

Orang-orang yang lebih memilih alambaka daripada bumi itu bakal mengalami ujian yang lebih parah dan lebih banyak. Semakin dia dekat kepada Allah, maka semua musibah dan ujian bumi bakal lebih banyak dan lebih keras menerpanya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian para ulama, kemudian orang yang terbaik dan kemudian orang yang terbaik di bawahnya."

Imam Al-Ghazali menerangkan, untuk mengatasi hambatan dalam beragama yang disebabkan oleh musibah dan kesulitan hidup, cukup dengan bersabar. Bersabarlah dengan semua ikhwal kehidupan.

Pentingnya bersabar agar sampai kepada prinsip dan tujuan ibadah. Sebab pondasi dari ibadah adalah kesabaran dan tahan terhadap beragam kesulitan hidup. Siapa saja yang tidak dapat alias tidak bisa bersabar maka tidak bakal sampai kepada prinsip dan tujuan ibadahnya, karena orang yang beragama kepada Allah Ta'ala pasti menghadapi beragam kesulitan ujian dan musibah.

Selengkapnya