Mengapa Kita Harus Dekat Dengan Allah Swt Dan Jangan Sampai Jauh Dari-nya?

Jul 28, 2026 10:00 AM - 19 jam yang lalu 549

Ilustrasi berdoa.

Kincai Media, JAKARTA-Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia terus mencari kebahagiaan, ketenangan, dan rasa aman. Sebagian mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, alias beragam kenikmatan dunia.

Namun, tidak sedikit yang akhirnya menyadari bahwa semua itu tidak selalu bisa mengisi kekosongan hati.

Lalu, di manakah sumber ketenangan yang sesungguhnya? Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

Semakin dekat seseorang kepada Rabb-nya, semakin kuat pula ketenangan, harapan, dan keberkahan yang dia rasakan dalam hidupnya. Karena itulah, menjadi dekat dengan Allah bukan sekadar pilihan spiritual, melainkan kebutuhan setiap manusia.

Dalam Islam, orang yang dekat dengan Allah disebut sebagai wali Allah. Mereka bukanlah manusia yang mempunyai kekuatan luar biasa alias kedudukan unik di mata manusia, melainkan hamba-hamba yang beriman, bertakwa, dan istiqamah dalam menaati perintah-Nya.

Rasulullah SAW meriwayatkan sebuah sabda qudsi yang sangat agung. Allah SWT berfirman:

من عادى لي وليًّا فقد آذنته بالحرب، وما تقَرَّب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مما افترضْتُه عليه، ولا يزال عبدي يتقَرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورِجْله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعطينه، ولئن استعاذ بي لأعيذنَّه

“Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.

Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang dia gunakan untuk bertindak, dan kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti Aku bakal memberinya. Jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku bakal melindunginya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA)

Selengkapnya