Hanny A | Beautynesia
Rabu, 16 Sep 2026 18:30 WIB
Ilustrasi tidur terlentang / Foto: pexels.com/Vitaly Gariev
Tidur adalah salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan kulit agar statis bugar dan awet muda. Saat tidur lelap, kulit berbuat proses regenerasi alami dan aktif memproduksi kolagen yang berguna menjaga kekenyalan jaringan kulit. Dengan kata lain, tidur yang bermutu dan berdurasi cukup memang merupakan cara mencegah kerutan wajah yang ampuh secara alami.
Namun, di luar durasi tidur, penyebab kerutan di wajah juga bisa dipicu oleh kebiasaan tidur dengan posisi tertentu, seperti miring dan tengkurap? Lalu bagaimana dengan posisi tidur terlentang?
Hubungan antara Posisi Tidur Terlentang dengan Kerutan

Ilustrasi tidur / Foto: pexels.com/Polina
Saat kamu tidur terlentang, posisi wajah menghadap ke atas dan sama sekali tidak bergesekan dengan permukaan bantal maupun kasur. Kulit wajah tidak mendapatkan tekanan mekanis dari arah manapun yang biasanya memicu lipatan kulit secara terus-menerus dan lama-kelamaan bisa menjadi kerutan.
Beda halnya dengan posisi tidur miring dan tengkurap. Saat tubuh memiring alias tengkurap, wajah akan tertekan oleh bantal dan menimbulkan beberapa garis lipatan. Jika lipatan akibat tekanan bantal ini terjadi berulang kali setiap malam, ditambah aspek elastisitas kulit yang menurun seiring bertambahnya usia, lipatan sementara tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi kerutan, sebagaimana keterangan Dr. Goesel Anson dalam Aesthetic Surgery Journal.
Kulit wajah yang sering bersenggolan dan bergesekan dengan bantal juga bisa menciptakan pola lipatan tertentu. Orang yang hobi tidur tengkurap cenderung memiliki lipatan di area dahi. Sementara mereka yang sering tidur miring di satu sisi berisiko mendapati garis penuaan yang tampak lebih dominan pada sisi wajah tersebut.
Perihal kerutan akibat tidur menyamping, ada satu eksperimen dalam Dermatologic Surgery: Official Publication for American Society for Dermatologic Surgery tahun 2013 yang mengklaim bahwa gaya alias posisi tidur seseorang tidak berpengaruh pada sisi wajah mana yang punya lebih banyak kerutan alias kekenduran.
Meski demikian, tidak sedikit juga ahli kulit sepakat bahwa gesekan fisik akibat terbiasa tidur miring statis bisa memperjelas garis-garis halus pada wajah.
Jika menilai dari semua posisi tidur tersebut, kemungkinan munculnya lipatan di wajah selama tidur akan jauh lebih kecil jika memilih posisi terlentang.
Tidur Terlentang Bisa Cegah Lipatan di Wajah, Tapi Apakah Bisa Mencegah Kerutan?

Ilustrasi tidur terlentang / Foto: pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA
Secara teknis, posisi tidur terlentang dapat meminimalkan pemicu mekanis kerutan karena wajah terbebas dari gesekan bantal. Secara tidak langsung, posisi ini membantu mencegah munculnya kerutan dini, asalkan dibarengi dengan cara lain seperti penggunaan produk perawatan kulit pencegah penuaan dini, seperti sunscreen, retinol, hyaluronic acid, dan pelembap. Selain itu, jauhi juga pemicu penyebab kerutan di wajah, seperti merokok, stres berkepanjangan, pola makan tinggi gula, kurang tidur, serta kurang cairan.
Tidur terlentang memang bisa membantu mencegah kerutan dini, tetapi tidak bisa bekerja sendiri. Posisi tidur ini juga tidak bisa sepenuhnya menghentikan munculnya kerutan, mengingat kerutan merupakan bagian dari mekanisme alami penuaan kulit.
Tidur terlentang memang membantu, tapi sifatnya cuma pencegahan fisik tambahan. Agar kulit benar-benar awet muda dan bebas kerut, Anda statis perlu konsisten menggunakan skincare yang tepat dan menerapkan gaya hidup sehat.
____
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.