Berkah Dari Mengurus Orang Tua

May 20, 2026 09:15 PM - 9 jam yang lalu 375

Kincai Media , JAKARTA -- Pada era Bani Israil, hiduplah sebuah family yang miskin. Mereka terdiri atas seorang ayah dan empat orang anak.

Bapak tersebut sudah berumur tua renta dan kepayahan menjalani hari demi hari. Hanya satu dari keempat putranya yang bersedia merawatnya. Sebut saja anak itu berjulukan Abdullah.

“Kalian tidak mau merawat ayah lantaran tidak bakal mendapatkan warisan sepeninggalannya nanti. Biarlah saya yang merawatnya,” ujar Abdullah.

Setiap hari, anak tersebut melayani bapaknya. Dengan lembut dan santun, Abdullah mengurus segala keperluan sang ayah. Hingga akhirnya, ayahnya itu wafat tanpa meninggalkan warisan kekayaan sedikitpun.

Abdullah kemudian memandikan, menshalatkan, serta menguburkan jenazah bapaknya. Sesudah itu, dia pun kembali ke rumahnya.

Pada malam hari, Abdullah bermimpi didatangi seseorang yang berpenampilan miskin, tetapi bergaya sombong. Orang asing itu berbicara kepadanya, “Datanglah ke tempat ini, lampau galilah tanah di sana. Niscaya bakal engkau temukan duit 100 koin emas. Ambil saja!”

“Apakah ada keberkahan dari duit tersebut?” tanya Abdullah.

“Tidak!” jawab si laki-laki sebelum melesat pergi.

Keesokan paginya, Abdullah menuturkan mimpinya itu kepada istrinya. Perempuan tersebut menyarankannya untuk pergi ke tempat yang dimaksud. Kalau betul ada duit 100 keping koin emas di sana, ambil lampau belanjakan untuk keperluan sehari-hari. Namun, Abdullah enggan melakukannya.

Ternyata, mimpi yang sama terus dialaminya selama beberapa malam. Setiap pagi pula, sang istri memintanya untuk pergi ke tempat yang ditunjukkan dalam mimpi, lampau mengambil duit yang ada di sana.

Abdullah tetap tak bergeming. Pada malam keempat, dia mengalami mimpi yang agak berbeda. Sebab, laki-laki asing yang mendatanginya kali ini berkata, “Ambil duit satu keping koin emas dari sana!”

“Apakah ada keberkahan di dalamnya?” tanya Abdullah.

“Ya, ada!” seru si laki-laki sebelum menghilang dari pandangan.

Pada pagi hari, Abdullah mendatangi letak yang dimaksud, sesuai petunjuk laki-laki misterius dalam mimpinya semalam. Benar saja, ada tumpukan duit di dalam tanah. Namun, dia hanya mengambil satu koin emas.

Dalam perjalanan pulang, Abdullah berhadapan dengan seorang nelayan penjual ikan. Ia pun membeli dua ikan seharga satu koin emas darinya.

Begitu sampai ke rumah, sang istri menerima ikan-ikan yang dibeli Abdullah. Lantas, sungguh terkejutnya! Sebab, di dalam perut kedua ikan itu terdapat intan yang sangat indah.

“Kalau raja tahu, intan ini pasti bakal dibelinya dengan nilai berapapun,” gumam Abdullah.

Tak menunggu waktu lama, orang-orang mengetahui buletin tentang batu mulia yang ditemukan Abdullah dalam perut ikan. Dari istana, raja datang ke rumahnya lantaran tertarik untuk melihat.

Raja berkata, “ Berapa nilai intan ini?”

“Emas sebobot tidak kurang dari 30 pikulan kuda,” jawab Abdullah.

Tanpa tawar-menawar lagi, penguasa tersebut bersedia membayar. Tidak lama kemudian, datanglah rombongan pengawal dari istana. Sebanyak 30 pikulan kuda mengangkut emas untuk bayar intan milik Abdullah.

Keesokan hari, seorang prajurit mengetuk rumah Abdullah. Ternyata, sang raja merasa bahwa intan yang sudah dibelinya bakal lebih bagus jika mempunyai pasangan. Maka intan yang ada dalam perut ikan milik Abdullah kemudian dibeli raja tersebut.

“Apakah Anda mempunyai intan pasangannya? Kalau ada, intan itu bakal kami beli dengan nilai yang berlipat-lipat,” ujar si utusan istana.

Abdullah bersedia menjualnya. Maka kini, hartanya yang sudah banyak itu bertambah lagi. Demikianlah keberkahan yang dirasakannya setelah menunjukkan hormat kepada orang tua yang menjelang akhir usia.

Selengkapnya